Pendidikan Karakter Menjadi Fokus Pembelajaran Internasional

Melalui program PPL Internasional dan KKN Internasional bersama Al Hidayah Foundation, UPGRIS menunjukkan bahwa Kerja Sama Internasional tidak hanya memperluas jejaring akademik, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan pendidikan karakter.

Rabu, 21 Januari 2026 - 10:54 WIB
Pendidikan Karakter Menjadi Fokus Pembelajaran Internasional

WAWASAN.NEWS, Internasionalisasi pendidikan tidak hanya bertujuan memperluas wawasan akademik, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang memiliki integritas, kepedulian sosial, serta kemampuan hidup di tengah keberagaman.

Semangat tersebut menjadi salah satu fokus Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang(UPGRIS) dalam pelaksanaan PPL Internasional dan KKN Internasional di Tailan Selatan melalui kemitraan strategis bersama Al Hidayah Foundation.

Di sejumlah sekolah mitra di wilayah Hat Yai, mahasiswa UPGRIS tidak hanya mengajarkan materi pelajaran sesuai bidang keilmuannya, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam setiap aktivitas pembelajaran.

 Kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kepedulian terhadap sesama, serta sikap saling menghormati menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses belajar mengajar yang dilaksanakan selama program berlangsung.

Pendekatan tersebut selaras dengan implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang mendorong mahasiswa belajar melalui pengalaman nyata di lingkungan internasional.

Dalam konteks ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memahami bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik yang mampu hidup berdampingan dalam masyarakat global yang beragam.

Rektor UPGRIS, Dr. Sri Suciati, M.Hum., menegaskan bahwa karakter merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas pendidikan.

"Kami percaya bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari karakter yang dimiliki peserta didik. Karena itu, melalui program internasional ini, mahasiswa didorong menjadi teladan dalam menunjukkan sikap disiplin, menghargai perbedaan, bertanggung jawab, dan mampu membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat di Tailan Selatan," ujarnya.

Selama pelaksanaan PPL Internasional dan KKN Internasional, mahasiswa menerapkan berbagai aktivitas yang memperkuat pendidikan karakter, seperti pembelajaran kolaboratif, kerja kelompok, permainan edukatif yang menumbuhkan sportivitas, kegiatan literasi, aksi peduli lingkungan, serta pembiasaan saling menghargai dalam setiap interaksi di kelas.

Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga belajar mengenai pentingnya kerja sama dan empati dalam kehidupan sehari-hari.

Pelaksanaan program ini mengacu pada kerangka IPCSA 5E yang menjadi model pengembangan Kerja Sama Internasional UPGRIS.

Pilar Education diwujudkan melalui pembelajaran yang mengintegrasikan kompetensi akademik dan pembentukan karakter. Exchange tercermin dari pertukaran nilai, budaya, dan praktik pendidikan antara Indonesia dan Tailan yang memperkaya wawasan seluruh peserta program.

Pada aspek Engagement, mahasiswa, guru, siswa, dan masyarakat terlibat aktif dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan saling menghormati.

Sementara itu, Empowerment diwujudkan melalui penguatan kapasitas sekolah dalam membangun budaya positif yang mendukung perkembangan karakter peserta didik.

Adapun Employability diperoleh mahasiswa melalui pengalaman mengembangkan kepemimpinan, komunikasi lintas budaya, kemampuan bekerja dalam tim multikultural, serta etika profesional yang menjadi kompetensi penting di dunia kerja global.

Kepala UPT Kerja Sama dan Urusan Internasional (KUI) UPGRIS, Dr. Nur Hidayat, M.Hum., menjelaskan bahwa pendidikan karakter menjadi salah satu nilai yang membedakan program internasional UPGRIS.

"Kami ingin mahasiswa tidak hanya membawa pengetahuan, tetapi juga membawa nilai-nilai positif yang dapat menginspirasi sekolah mitra. Hubungan internasional yang baik dibangun atas dasar saling menghormati, saling belajar, dan saling memperkuat. Nilai-nilai itulah yang kami tanamkan melalui setiap kegiatan bersama Al Hidayah Foundation," jelasnya.

Guru mitra di salah satu sekolah di Hat Yai mengapresiasi pendekatan yang diterapkan mahasiswa UPGRIS selama berada di sekolah.

"Kami melihat mahasiswa UPGRIS memberikan contoh yang baik kepada siswa. Mereka datang tepat waktu, menghargai guru dan peserta didik, serta selalu mengajak siswa bekerja sama dalam setiap kegiatan. Hal tersebut memberikan teladan yang positif bagi lingkungan sekolah," ungkapnya.

Salah seorang mahasiswa peserta program juga mengaku memperoleh pelajaran berharga selama mengikuti kegiatan di Tailan Selatan.

"Mengajar di lingkungan yang berbeda membuat kami belajar menghormati budaya lain dan memahami bahwa karakter seorang guru sangat memengaruhi proses belajar siswa. Pengalaman ini membuat kami lebih dewasa dan siap menjadi pendidik yang tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu membangun karakter peserta didik," tuturnya.

Melalui program PPL Internasional dan KKN Internasional bersama Al Hidayah Foundation, UPGRIS menunjukkan bahwa Kerja Sama Internasional tidak hanya memperluas jejaring akademik, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan pendidikan karakter.

Pelaksanaan program di Hat Yai, Tailan Selatan, menjadi implementasi nyata MBKM, memperkokoh ekosistem Pendidikan Internasional, serta menghadirkan praktik terbaik IPCSA 5E dalam membentuk lulusan yang unggul, berintegritas, dan siap menjadi pemimpin global yang berkarakter.

***

redaksi www.wawasan.news
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI