Mobil Listrik Polytron Tunjukkan Daya Saing, Penjualannya Salip Sejumlah Merek Global di Indonesia
Pada Januari 2026, Polytron tercatat memproduksi 154 unit mobil listrik, sementara sepanjang tahun 2025 total produksi mencapai 531 unit kendaraan.
WAWASAN.NEWS, Produsen elektronik nasional Polytron mulai menunjukkan daya saingnya di industri otomotif Tanah Air melalui produk mobil listrik yang dipasarkan di Indonesia.
Meski tergolong pendatang baru di sektor kendaraan roda empat, Polytron mampu mencatatkan penjualan yang kompetitif bahkan melampaui sejumlah merek otomotif global dari Jepang, Korea, hingga Tiongkok.
Berdasarkan data penjualan wholesales yang dirilis oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang tahun 2025 Polytron berhasil mendistribusikan 455 unit mobil listrik dari pabrik ke jaringan dealer.
Sementara itu, dari sisi penjualan retail atau penjualan langsung dari dealer ke konsumen, tercatat sebanyak 353 unit kendaraan berhasil dipasarkan.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa produk mobil listrik Polytron mulai mendapatkan respons positif dari pasar domestik.
Bahkan, dalam data distribusi wholesales, Polytron mampu menempatkan diri di atas sejumlah merek otomotif global yang telah lama hadir di pasar Indonesia.
Memasuki tahun 2026, Polytron kembali mencatat distribusi wholesales sebanyak 82 unit, sementara penjualan retail tercatat 12 unit kendaraan.
Berdasarkan data wholesales tersebut, Polytron menempati peringkat ke-25 mobil terlaris di Indonesia, mengungguli sejumlah merek internasional seperti DFSK, Citroën, BAIC, Lexus, Ford Motor Company, Mini, Changan Automobile, Nissan Motor, Subaru, Volkswagen, hingga Audi.
Sementara itu, dari sisi penjualan retail, Polytron berada di posisi ke-39, tepat di atas beberapa merek otomotif premium seperti Volvo Cars, Changan, dan Audi.
Untuk mendukung penjualan mobil listriknya, Polytron merakit kendaraan tersebut di fasilitas produksi milik PT Handal Indonesia Motor yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat.
Saat ini Polytron menghadirkan satu model mobil listrik yang tersedia dalam dua varian, yaitu G3 dan G3+.
Kedua varian ini diproduksi secara lokal guna meningkatkan efisiensi distribusi serta memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional.
Pada Januari 2026, Polytron tercatat memproduksi 154 unit mobil listrik, sementara sepanjang tahun 2025 total produksi mencapai 531 unit kendaraan.
Mobil listrik Polytron dirancang dengan dimensi yang cukup besar sehingga memberikan ruang kabin yang luas bagi penggunanya. Adapun dimensi kendaraan tersebut meliputi:
Panjang: 4.720 mm
Lebar: 1.908 mm
Tinggi: 1.696 mm
Wheelbase: 2.800 mm
Dengan ukuran tersebut, kendaraan ini menawarkan kapasitas bagasi hingga 1.141 liter, yang dilengkapi fitur Electronic Tail Gate with Kick Sensor untuk memudahkan pengguna saat membuka bagasi.
Dari sisi performa, mobil listrik Polytron memiliki spesifikasi yang cukup kompetitif di kelasnya, di antaranya:
Jarak tempuh: hingga 402 km (CLTC)
Kecepatan maksimum: 150 km/jam
Akselerasi 0–100 km/jam: sekitar 9,6 detik
Baterai: Lithium Ferro Phosphate (LFP) berkapasitas 51,916 kWh
Tenaga: 150 kW
Torsi: 320 Nm
Dengan spesifikasi tersebut, mobil listrik Polytron diharapkan mampu menjadi salah satu alternatif kendaraan listrik bagi konsumen Indonesia.
Kehadirannya juga menunjukkan bahwa produsen dalam negeri mulai mampu bersaing di tengah dominasi merek otomotif global dalam era transisi menuju kendaraan ramah lingkungan.
***
redaksi Selasa, 26 Mei 2026
redaksi Kamis, 12 Maret 2026
redaksi Selasa, 2 Juni 2026
redaksi Jumat, 17 Juli 2026
redaksi Jumat, 25 September 2026
redaksi Selasa, 22 April 2025
redaksi Selasa, 22 April 2025
redaksi Selasa, 22 April 2025
redaksi Senin, 21 April 2025
redaksi Senin, 21 April 2025
redaksi Senin, 21 April 2025

