Kampus Pertama di Jateng-DIY, BINUS Semarang Buka Prodi AI, Bidik Talenta yang Tak Sekadar Jadi Pengguna Teknologi

Kamis, 17 September 2026 - 11:13 WIB
Kampus Pertama di Jateng-DIY, BINUS Semarang Buka Prodi AI, Bidik Talenta yang Tak Sekadar Jadi Pengguna Teknologi
talkshow bertajuk “Generale: Navigating The Next Tech Wave, Securing High Demand Careers in the Era of AI” sekaligus peluncuran Prodi AI yang berlangsung di BINUS University Semarang, Rabu (16/9/2026).

WAWASAN.NEWS, Ledakan pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai mengubah kebutuhan dunia kerja sekaligus kompetensi yang harus dimiliki generasi muda.

Melihat perubahan tersebut, BINUS University Semarang mengambil langkah dengan membuka program studi yang secara khusus berfokus pada bidang Artificial Intelligence.

Program tersebut diperkenalkan melalui talkshow bertajuk “Generale: Navigating The Next Tech Wave, Securing High Demand Careers in the Era of AI” sekaligus peluncuran Prodi AI yang berlangsung di BINUS University Semarang, Rabu (16/9/2026).

Dekan School of Computer Science BINUS University sekaligus Professor in Artificial Intelligence, Prof. Dr. Ir. Derwin Suhartono, S.Kom., MTI, mengatakan hadirnya program studi AI merupakan bagian dari upaya perguruan tinggi menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengikuti perubahan teknologi.

Menurut Derwin, perkembangan teknologi dalam beberapa tahun terakhir bergerak dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kemunculan teknologi generatif AI bahkan telah membuat kemampuan mesin berkembang jauh melampaui sekadar melakukan kalkulasi.

“Perubahan selalu terjadi, tetapi belum pernah secepat ini. Setelah Covid-19, perkembangan teknologi menjadi sangat cepat dan sampai sekarang kecepatannya justru semakin luar biasa,” ujar Derwin.

Jangan Berhenti Jadi Pengguna AI
Derwin menilai perkembangan AI membuat generasi muda perlu memiliki pemahaman yang lebih mendalam. Kemampuan mengoperasikan berbagai aplikasi berbasis AI saja dinilai belum cukup untuk menghadapi perubahan teknologi yang terus berlangsung.

Ia mendorong generasi muda untuk mempelajari bagaimana AI dibangun dan bekerja, bukan sekadar memanfaatkan berbagai tools yang sudah tersedia.

“Buat saya, opsinya adalah belajar AI-nya. Bukan hanya belajar menggunakan tools-nya, tetapi belajar AI-nya,” katanya.

Menurut dia, kemampuan menggunakan platform AI tetap penting. Namun, pemahaman mengenai konsep dasar, data, algoritma, serta proses pengembangan AI akan memberikan fondasi yang lebih kuat.

Dengan bekal tersebut, generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memiliki peluang untuk menghasilkan karya, mengembangkan sistem baru, hingga menciptakan inovasi yang dibutuhkan masyarakat dan industri.

Indonesia Didorong Jadi Produsen Teknologi
Potensi AI tidak hanya berkaitan dengan perkembangan teknologi. Derwin juga melihat adanya peluang ekonomi yang sangat besar di balik industri tersebut.

Saat ini, masyarakat Indonesia menjadi pengguna berbagai layanan AI yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi global. Berbagai layanan tersebut bahkan menjadi produk yang harus dibayar oleh pengguna.

Kondisi itu, menurut Derwin, seharusnya menjadi momentum bagi Indonesia untuk mulai meningkatkan kemampuan dalam menciptakan teknologi AI sendiri.

“Jangan menjadikan Indonesia terus-menerus sebagai pengguna AI. Saya mendorong orang-orang di Indonesia mulai melihat bagaimana AI itu dibuat, bukan hanya bagaimana AI itu dipakai,” tegasnya.

Karena itu, pendidikan menjadi salah satu bagian penting untuk membangun sumber daya manusia yang tidak hanya memahami penggunaan AI, tetapi juga mampu mengembangkan teknologi tersebut.

Pertama di Jawa Tengah dan DIY
Campus Director BINUS @Semarang, Dr. Fredy Purnomo, S.Kom., M.Kom., mengatakan pembukaan program studi AI menjadi bagian dari langkah BINUS dalam menyiapkan generasi muda menghadapi kebutuhan industri pada masa mendatang.

Menurut Fredy, hampir seluruh sektor akan bersentuhan dengan perkembangan kecerdasan buatan. Karena itu, pemahaman mengenai teknologi AI menjadi semakin penting agar masyarakat tidak hanya berada pada posisi pengguna.

“Semua sektor penting. Kalau kita tidak mengerti AI dan bagaimana cara kerjanya, kita akan terus-menerus menjadi pengguna,” ujarnya.

Kehadiran program pendidikan yang berfokus pada AI di BINUS University Semarang diharapkan turut membangun ekosistem talenta digital di wilayah Jawa Tengah dan DIY.

Program tersebut juga diharapkan menjadi salah satu pilihan bagi siswa SMA yang ingin mempersiapkan kompetensi sejak dini menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja.

BINUS University Semarang optimistis dapat menjaring sekitar 30 hingga 40 mahasiswa baru pada tahun pertama program studi tersebut.

Dengan semakin luasnya penerapan AI di berbagai sektor, pendidikan di bidang kecerdasan buatan diharapkan mampu melahirkan talenta yang tidak hanya adaptif terhadap teknologi.

Lebih jauh, program tersebut diarahkan untuk mencetak generasi yang memahami fondasi AI sekaligus memiliki kemampuan menciptakan inovasi dan solusi berbasis kecerdasan buatan dari Indonesia.

***

redaksi www.wawasan.news
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI