Peduli Pendidikan Anak Pekerja Migran Indonesia di Hongkong, Tim Pengabdian UNNES Berikan Sosialisasi dalam Investasi Pendidikan
Fenomena tersebut berdampak terhadap anak-anak yang mengalami kurangnya perhatian dan pengasungahan langsung dari orang tua, terutama ibu.
WAWASAN.NEWS, Tingginya pertumbuhan penduduk di Indonesia berdampak pada keterbatasan akses lapangan pekerjaan, data BPS tahun 2024 jumlah penduduk Indonesia mencapai 281,2 juta jiwa.
Sehingga keterbatasan lapangan kerja di dalam negeri menjadikan sebagian penduduk, memilih untuk mencari peruntungan di luar negeri atau sering dikenal Pekerja Migran Indonesia (PMI), dengan salah satu negara tujuan Hongkong.
Pada tahun 2024 dari data Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI) tercatat 3.848 PMI yang bekerja di negara tersebut.
Fenomena tersebut berdampak terhadap anak-anak yang mengalami kurangnya perhatian dan pengasungahan langsung dari orang tua, terutama ibu.
PMI seringkali beranggapan, bahwa pekerjaan mereka merupakan solusi untuk menyelesaikan masalah ekonomi keluarga dan cenderung mengesampingkan pendidikan anak-anaknya.
Akibatnya anak-anak PMI memiliki capaian akademik yang cenderung tidak maksimal akibat minimnya support emosional orang tua.
Selain mengalami permasalahan pengasuhan dan pendidikan, sebagian besar PMI juga dihadapkan pada tantangan pengelolaan finansial.
Data Lembaga Survei Demografi dan Kesehatan (LSDK) menunjukan 60% PMI memiliki kemampuan pengelolaan finansial yang rendah, seperti gaya hidup konsumtif, minimnya tabungan pendidikan dan remitansi yang terus menurun.
Berdasarkan fenomena tersebut, Tim Pengabdian LPPM Universitas Negeri Semarang yang terdiri dari Wahid Akhsin Budi NS, S.Pd., M.Sc. dan Drs. Sunyoto, M.Si. tergerak untuk mencoba memberikan solusi, dalam permasalahan tersebut dengan melakukan pengabdian internasional dengan bekerjasama dengan Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah (PCIA) Hongkong yang diketuai oleh Ebta Dwi Anggaaini.
Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan sumber pendanaan Dana Penunjang Akademik (DPA) UNNES tahun 2025.
Pengabdian tersebut dilakukan dengan peserta lebih dari 20 PMI yang tergabung dalam PCIA Hongkong pada tanggal 20 Juli 2025 di Viktoria Park, Causeway Bay, Hongkong.
Dalam kegiatan ini disampaikan materi terkait berbagai jenis investasi pendidikan yang dapat dilakukan oleh PMI bagi anak-anaknya dan beberapa jalur masuk perguruan tinggi yang dapat diakses, dengan harapan anak-anak PMI dapat melanjutkan pendidikan sampai dengan tingkat Perguruan Tinggi.
Ketua Tim Pengabdian menekankan bahwa investasi pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi PMI, dengan harapan anak-anak PMI dapat memiliki masa depan yang lebih baik dibandingkan dengan orang tuanya.
Investasi pendidikan tersebut dapat dilakukan mulai sekarang melalui berbagai macam tabungan yang disediakan oleh berbagai bank di Indonesia.
Peserta pengabdian yang beranggotakan PMI PCIA menangkap baik informasi yang disampaikan, hal ini terlihat dari beberapa peserta yang akan mulai fokus ke pendidikan anaknya melalui tabungan pendidikan dan model investasi lainnya.
Kegiatan pengabdian ini merupakan wujud kepedulian akademisi UNNES terhadap PMI di Hongkong dengan harapan memiliki kehidupan yang lebih baik kedepannya, terutama bagi anak-anaknya.
Selain itu kegiatan ini juga turut mendukung dan mempercepat pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), Poin 4 terkait Pendidikan Berkualitas melalui pencapaian pendidikan yang lebih baik untuk anak-anak PMI Hongkong di Indonesia.
Selanjutnya diakhir kegiatan Tim Pengabdian UNNES menyampaikan kegiatan tersebut kepada KJRI Hongkong sebagai sarana untuk sharing informasi dan meningkatkan jejaring kerjasama perguruan tinggi di tingkat internasional.



