Pemerintah Gandeng PGN Dukung Optimalisasi Jargas di Gresik dan Sidoarjo, Perkuat Pemanfaatan Gas Bumi untuk Masyarakat

Upaya tersebut dilakukan seiring dengan semakin terkoneksinya infrastruktur gas bumi nasional, sehingga akses masyarakat terhadap energi yang aman, andal, dan berkelanjutan dapat terus diperluas.

Senin, 21 September 2026 - 16:51 WIB
Pemerintah Gandeng PGN Dukung Optimalisasi Jargas di Gresik dan Sidoarjo, Perkuat Pemanfaatan Gas Bumi untuk Masyarakat

WAWASAN.NEWS – Pemerintah terus mendorong perluasan pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan rumah tangga melalui pengembangan jaringan gas bumi rumah tangga (jargas). Upaya tersebut dilakukan seiring dengan semakin terkoneksinya infrastruktur gas bumi nasional, sehingga akses masyarakat terhadap energi yang aman, andal, dan berkelanjutan dapat terus diperluas.

Pengembangan jargas menjadi salah satu perhatian dalam kunjungan kerja Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, S.E., M.M. ke jaringan gas bumi di Kabupaten Gresik dan Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (21/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Dudung didampingi Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agung Kuswardono serta Direktur Infrastruktur dan Teknologi PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk Hery Murahmanta.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan kesiapan pengembangan dan pengoperasian jaringan gas yang dibangun melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan PGN dalam mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi bagi masyarakat.

Dukung Swasembada Energi

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman mengatakan, kunjungan kerja tersebut merupakan bagian dari tugas Kantor Staf Presiden (KSP) dalam mengawal pelaksanaan program prioritas nasional, termasuk agenda swasembada energi dan upaya mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG.

Menurutnya, pengembangan jaringan gas rumah tangga menjadi salah satu instrumen yang dapat mendukung agenda tersebut melalui peningkatan pemanfaatan gas bumi domestik untuk kebutuhan masyarakat.

Pengembangan jargas juga sejalan dengan Program Kerja Prioritas Nasional dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2027. Selain itu, pembangunan jaringan gas perkotaan telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025.

Agenda kunjungan ke Gresik dan Sidoarjo sekaligus dilakukan dalam rangka persiapan pengoperasian jargas yang dibangun melalui APBN Tahun Anggaran 2025-2026 di kedua wilayah tersebut.

119.379 Sambungan Rumah Dibangun

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM Agung Kuswardono mengatakan pembangunan jargas terus dilanjutkan seiring dengan semakin terhubungnya infrastruktur gas bumi nasional.

Menurut Agung, konektivitas jaringan transmisi menjadi salah satu fondasi penting untuk memperluas pemanfaatan gas bumi domestik, termasuk bagi kebutuhan rumah tangga. Salah satu infrastruktur yang berperan dalam konektivitas tersebut adalah Pipa Cirebon-Semarang.

“Pengembangan jargas juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik sekaligus mengurangi subsidi terhadap APBN. Semakin banyak masyarakat yang terhubung dengan jaringan gas bumi, maka semakin luas pemanfaatan energi domestik yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan,” ujar Agung.

Untuk periode pembangunan 2025-2026, pemerintah tengah membangun sekitar 119.379 Sambungan Rumah (SR) jargas yang tersebar di 15 kabupaten/kota.

Dari jumlah tersebut, masing-masing sekitar 7.000 SR telah dibangun di Kabupaten Gresik dan Kabupaten Sidoarjo.

Pemerintah juga menyiapkan pengembangan jargas dalam skala yang lebih besar. Mulai tahun ini, pembangunan jargas akan dilakukan secara masif dengan target hingga 1 juta SR pada 2028.

Pengalaman PGN di Gresik dan Sidoarjo

Program jargas di Gresik dan Sidoarjo bukan merupakan hal baru. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM sebelumnya telah membangun jaringan gas menggunakan APBN sebanyak 4.000 SR di Gresik sejak 2022.

Sementara di Kabupaten Sidoarjo, pembangunan jargas telah mencapai 29.961 SR sejak 2010, dengan penugasan kepada PGN sebagai operator.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal dalam mendukung keberlanjutan pengoperasian dan pemanfaatan jaringan gas bumi di kedua wilayah.

Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN memiliki pengalaman dalam pengoperasian dan pemeliharaan infrastruktur gas bumi, mulai dari aspek asset integrity, keselamatan jaringan, pengelolaan pelanggan, hingga pelayanan gas bumi kepada masyarakat.

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Hery Murahmanta mengatakan PGN menyambut baik perhatian pemerintah terhadap pengembangan jargas di Gresik, Sidoarjo, maupun wilayah lainnya.

“PGN menyambut baik perhatian dan dukungan pemerintah terhadap pengembangan jargas di Gresik, Sidoarjo serta wilayah lainnya. Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN terus mendukung pengembangan dan pengelolaan infrastruktur jaringan gas bumi untuk segmen rumah tangga dan pelanggan kecil, khususnya atas jaringan gas yang bersumber dari Pemerintah melalui skema APBN,” ujar Hery.

Ia menambahkan, ke depan PGN siap mendukung penugasan pengelolaan jaringan gas sesuai dengan peran, mekanisme, dan ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

PGN Layani Lebih dari 820 Ribu Pelanggan Rumah Tangga

Dukungan PGN terhadap pengembangan jargas juga ditopang pengalaman perusahaan dalam mengelola infrastruktur dan pelayanan gas bumi secara nasional.

PGN saat ini telah melayani lebih dari 820 ribu pelanggan rumah tangga secara nasional. Pengalaman tersebut mencakup pengoperasian jaringan, pemeliharaan infrastruktur, pengelolaan keselamatan, integritas aset, serta pelayanan kepada pelanggan.

Selain mengembangkan jaringan pipa, PGN juga terus mengembangkan berbagai solusi infrastruktur gas bumi untuk menjangkau wilayah yang belum dapat dilayani jaringan pipa.

Salah satunya melalui skema beyond pipeline, termasuk pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG). Pendekatan tersebut memungkinkan pemanfaatan gas bumi dikembangkan untuk wilayah dan kebutuhan yang memiliki keterbatasan akses terhadap jaringan pipa.

Perluas Akses Energi Domestik

Pengembangan jargas menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan pemanfaatan sumber energi domestik sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap gas bumi.

Dengan semakin terhubungnya infrastruktur gas bumi nasional, pemerintah berharap pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan rumah tangga dapat terus diperluas. Di sisi lain, keterlibatan badan usaha seperti PGN diperlukan untuk memastikan infrastruktur yang telah dibangun dapat dikelola dan dimanfaatkan secara berkelanjutan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sinergi pemerintah dan PGN di Gresik serta Sidoarjo diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan ekosistem jargas nasional, sekaligus mendukung agenda pemerintah dalam meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik.

Ke depan, pemerintah akan terus mendorong perluasan program jargas hingga menjangkau lebih banyak masyarakat. Pengembangan tersebut diarahkan untuk meningkatkan akses terhadap energi gas bumi sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya energi domestik untuk kebutuhan masyarakat.

redaksi www.wawasan.news
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI