PIS Perkuat Hilirisasi Industri Baja Lewat Pengapalan 30 Ribu Ton ke Cilegon

Dengan keberhasilan ini, PIS semakin memperkuat posisinya sebagai penggerak utama logistik maritim nasional yang mendukung transformasi industri melalui hilirisasi dan diversifikasi layanan.

Senin, 14 April 2025 - 23:37 WIB
PIS Perkuat Hilirisasi Industri Baja Lewat Pengapalan 30 Ribu Ton ke Cilegon
Pengiriman ini dilakukan dari Pelabuhan Bahodopi, Kawasan Industri Morowali, menuju Pelabuhan Cigading, Cilegon.

WAWASAN.NEWS -PT Pertamina International Shipping (PIS) kembali menunjukkan kiprah strategisnya dalam mendukung hilirisasi industri nasional.

Kali ini, PIS sukses mengapalkan slab steel atau lembaran baja sebanyak 30.400 metrik ton dari Morowali menuju Cilegon, memperkuat posisinya di sektor angkutan dry bulk.

Pengiriman ini dilakukan dari Pelabuhan Bahodopi, Kawasan Industri Morowali, menuju Pelabuhan Cigading, Cilegon.

Lembaran baja tersebut merupakan milik PT Krakatau Posco, anak perusahaan dari PT Krakatau Steel Tbk, yang menjadi salah satu pemain utama dalam industri baja nasional.

Plt. Direktur Gas, Petrokimia, dan Bisnis Baru PIS, M. Irfan Zainul Fikri, yang hadir menyambut kedatangan kapal tersebut, menyampaikan bahwa pengapalan ini menjadi langkah konkret PIS dalam memperkuat dukungan terhadap hilirisasi industri baja di Indonesia.

"Pengapalan ini akan menjadi pintu bagi PIS dalam mendukung masa depan hilirisasi industri baja sebagaimana pertumbuhan kebutuhan industri manufaktur dan konstruksi di Indonesia. Ini juga mendorong portofolio bisnis baru kami dalam segmen angkutan dry bulk," ujar Irfan.

Langkah ini bukan sekadar aktivitas logistik, namun bagian dari strategi nasional memperkuat rantai pasok dalam negeri.

Dengan memperpendek jarak distribusi antara pusat produksi dan kawasan industri, efisiensi logistik meningkat, dan nilai tambah ekonomi dalam negeri pun terdongkrak.

Saat ini, kontribusi pendapatan dari pasar non-captive—yakni di luar ekosistem Pertamina Group—telah mencapai 19,2% dari total pendapatan PIS pada paruh pertama tahun 2024.

Dengan ekspansi ke pasar dan layanan yang lebih luas, PIS mempertegas ambisinya untuk menjadi pemain global di sektor logistik energi dan maritim.

Dry bulk sendiri merupakan jenis angkutan komoditas kering seperti bijih besi, batu bara, pupuk, dan lembaran baja—yang saat ini menunjukkan potensi pertumbuhan besar.

Sebelum ini, PIS juga telah sukses mengangkut greencoke sebanyak 7.000 metrik ton dan pupuk sebanyak 5.000 metrik ton.

“Lembaran baja adalah salah satu dari sekian angkutan dry bulk yang potensial sebagai komoditas pengangkutan PIS berikutnya. Keberhasilan ini menegaskan komitmen kami dalam diversifikasi bisnis pengangkutan,” tutup Irfan.

Dengan keberhasilan ini, PIS semakin memperkuat posisinya sebagai penggerak utama logistik maritim nasional yang mendukung transformasi industri melalui hilirisasi dan diversifikasi layanan.

redaksi www.wawasan.news
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI