Pengabdian Masyarakat DRTPM UPGRIS Angkat Potensi Bunga Sedap Malam Desa Doplang Menjadi Wisata Ikonik

Program ini digelar sejak 2023 hingga 2025, dengan dukungan penuh dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM), dana sebesar Rp129,6 juta, kontribusi APBDes Doplang, serta bantuan in-kind dari masyarakat.

Rabu, 13 Agustus 2025 - 20:10 WIB
Pengabdian Masyarakat DRTPM UPGRIS Angkat Potensi Bunga Sedap Malam Desa Doplang Menjadi Wisata Ikonik
Tim Pengabdian UPGRIS berfoto bersama masyarakat disela kegiatan Serah Terima Teknologi Tepat Guna dan Pengembangan Produk Unggulan Desa Doplang, yang berlangsung di balai desa tersebut, Rabu 13 Agustus 2025.
Pengabdian Masyarakat DRTPM UPGRIS Angkat Potensi Bunga Sedap Malam Desa Doplang Menjadi Wisata Ikonik

WAWASAN.NEWS, Aroma harum bunga sedap malam kini bukan hanya menguar di hamparan kebun Desa Doplang, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, tetapi juga mengharumkan nama desa tersebut di tingkat regional.

Selama tiga tahun terakhir, Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) melalui program Pengabdian Multiyears DRTPM menjalankan kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Wilayah Berbasis Rintisan Wisata Ikonik Bunga Sedap Malam Desa Doplang” yang berhasil mengubah wajah desa menjadi lebih kreatif, edukatif, dan mandiri.

Program ini digelar sejak 2023 hingga 2025, dengan dukungan penuh dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM), dana sebesar Rp129,6 juta, kontribusi APBDes Doplang, serta bantuan in-kind dari masyarakat.

Tim pengabdian DRTPM UPGRIS dipimpin oleh Mega Novita, Ph.D., bersama anggota Dr. Sutomo, Rifki Hermana, ST., MT, dan Prof. Senowarsito.

Dengan Kontrak Induk Nomor: 123/C3/DT.04.00/PM/2025 serta kontrak turunan Nomor 028/LL6/PM/AL.04/2025 dan Nomor 03/SP2H/LPPMUPGRIS/PPM/V/2025, program ini dirancang menggunakan konsep Teknologi Tepat Guna (TTG) untuk mengangkat komoditas bunga sedap malam sekaligus membentuk identitas desa sebagai tujuan wisata berbasis potensi lokal.

" Pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat ini dibagi ke dalam tiga tahap, yang saling berkesinambungan,"  papar Ketua tim pengabdian, Mega Novita, Ph.D.

Hal tersebut disampaikannya, dalam kegiatan Serah Terima Teknologi Tepat Guna dan Pengembangan Produk Unggulan Desa Doplang, yang berlangsung di balai desa tersebut, Rabu 13 Agustus 2025.

Tahap Pertama (2023): Membangun Pondasi Desa Wisata

Tahun awal difokuskan pada pondasi pengembangan desa wisata serta pelatihan pengolahan bunga sedap malam menjadi produk bernilai tambah.

Warga diajari membuat minyak telon, hand sanitizer, dan parfum berbahan sedap malam.

Penguatan kelembagaan dilakukan melalui Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) dan branding awal desa.

Dari sisi TTG, tim menghadirkan masterplan desa wisata dan alat destilasi minyak atsiri untuk memproduksi minyak esensial berkualitas tinggi.

Hasilnya, produk awal mulai terbentuk, narasi wisata bunga sedap malam mulai dikenal, dan masyarakat mulai memiliki arah jelas menuju desa wisata.

Tahap Kedua (2024): Memperkuat Sarana dan Promosi

Memasuki tahun kedua, fokus beralih pada peningkatan fasilitas dan strategi promosi.

Warga mengikuti pelatihan membuat sabun laundry, sabun cuci tangan, dan stick scent pengharum ruangan.

Workshop pengelolaan destinasi wisata dan pelayanan wisatawan digelar untuk meningkatkan kualitas pengalaman pengunjung.

Dari sisi TTG, hadir alat branding media sosial serta sistem penyimpanan energi surya (solarcell battery storage) untuk mendukung operasional wisata.

Berkat APBDes, fasilitas pendukung seperti gondola, kios, dan kamar mandi dibangun.

Hasilnya, promosi wisata mulai menjangkau luar desa, UMKM lokal mulai bergerak, dan jumlah pengunjung meningkat signifikan.

Tahap Ketiga (2025 – Saat Ini): Teknologi Modern dan Hilirisasi Produk

Tahun terakhir menjadi puncak penerapan teknologi modern dan hilirisasi produk.

Warga kini mampu menghasilkan sembilan produk turunan bunga sedap malam, mulai dari lilin aromaterapi, lulur, parfum, hingga body butter.

TTG yang dihadirkan meliputi Koperasi Merah Putih Digital berbasis website untuk memudahkan pengelolaan keuangan UMKM dan koperasi desa, serta Smart Penyiraman Otomatis berbasis IoT untuk efisiensi pertanian.

Promosi dilakukan melalui booklet wisata, video review digital, serta keikutsertaan warga dalam pameran produk tingkat regional.

Capaian tahun ini meliputi pemasaran produk yang lebih luas, penguatan kelembagaan koperasi dan UMKM, serta semakin kokohnya citra Desa Doplang sebagai desa wisata bunga sedap malam.

Program pengembangan Desa Doplang, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, sebagai desa wisata berbasis komoditas bunga sedap malam mendapat dukungan penuh dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Semarang/UPGRIS.

Ketua LPPM UPGRIS, Prof. Wiyaka, menegaskan bahwa kegiatan pengabdian ini menjadi bukti nyata peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat.

“Kegiatan ini membuktikan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat untuk memberdayakan potensi lokal. Kami berharap Desa Doplang akan menjadi contoh sukses desa wisata berbasis komoditas unggulan,” ujarnya.

Apresiasi dari Pemerintah Desa

Kepala Desa Doplang, Isrori, menyampaikan terima kasih atas kontribusi besar UPGRIS selama tiga tahun terakhir.

“Kami sangat berterima kasih kepada UPGRIS yang selama tiga tahun ini tidak hanya memberi pelatihan, tetapi juga menyiapkan fasilitas, teknologi, dan jaringan pemasaran. Desa kami kini lebih dikenal, masyarakatnya lebih terampil, dan produk bunga sedap malam kami memiliki nilai jual tinggi,” ungkapnya.

Dampak Nyata bagi Masyarakat

Program ini telah memberikan hasil signifikan bagi masyarakat Desa Doplang, antara lain:

Selain itu, warga kini memiliki keterampilan mengolah bunga sedap malam menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti parfum, minyak esensial, sabun, dan lilin aromaterapi.

Teknologi modern juga dimanfaatkan, mulai dari alat destilasi minyak atsiri hingga sistem penyiraman otomatis berbasis IoT yang meningkatkan efisiensi pertanian.

Kunci Keberhasilan: Kolaborasi

Ketua tim pengabdian, Mega Novita, Ph.D., menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama erat antara perangkat desa, Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), dan warga yang terlibat aktif di setiap tahapan program.

“Kami percaya bahwa desa yang memiliki visi, komitmen, dan kerja sama yang kuat akan mampu tumbuh menjadi destinasi wisata berkelas. Desa Doplang memiliki semua modal itu,” ujarnya.

Dengan modal sumber daya alam yang khas, kreativitas masyarakat, dan dukungan dari dunia akademik, Desa Doplang diyakini berpotensi menjadi destinasi wisata unggulan yang memadukan keindahan alam, kearifan lokal, dan inovasi produk.

***

redaksi www.wawasan.news
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI