Kolaborasi untuk Pesisir: UNNES, SEML, dan Dinas Perikanan Dorong UMKM Olahan Ikan Rembang Maju
WAWASAN.NEWS, Kabupaten Rembang menyimpan potensi besar di sektor perikanan laut, menempati peringkat ketiga di Jawa Tengah.
Namun, pemanfaatannya baru sekitar 30 persen, dengan hasil tangkapan seperti layang, kembung, tongkol, hingga kakap yang sebagian besar dijual melalui Tempat Pelelangan Ikan (TPI).
Di Kecamatan Kragan, Desa Karangharjo dan Desa Karanganyar menjadi sentra pesisir dengan masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan dan pengolah hasil perikanan.
Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, LPPM UNNES berkolaborasi dengan Saka Energi Muriah Limited (SEML) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), serta didukung Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang.
Program ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas kelompok nelayan dan UMKM lokal dalam mengolah hasil perikanan, meningkatkan nilai tambah produk, serta memperluas akses pemasaran.
Lewat dukungan CSR, UMKM BB dari Desa Karangharjo dan Poklahsar Bintang Laut dari Desa Karanganyar kini menghasilkan beragam produk unggulan, mulai dari kripik ikan blolok, kerupuk tengiri, hingga rengginang terasi dan stick ikan.
Kontribusi incash diarahkan pada peningkatan kapasitas SDM dan produksi mitra, mulai dari penyediaan peralatan, pengembangan kemasan, studi banding, pelatihan manajemen, hingga sertifikasi halal.
Sementara itu, kontribusi inkind diwujudkan melalui partisipasi aktif mitra, termasuk penyediaan lokasi pelatihan dan pendampingan.
“Program ini dirancang untuk mengangkat potensi perikanan lokal agar tidak berhenti pada penjualan ikan segar, tetapi berkembang melalui produk olahan yang memiliki nilai tambah," papar Prof. Dr. Nana Kariada, M.Si., selaku Koordinator Pelaksana.
"Dengan peningkatan kapasitas produksi dan manajemen, kami berharap UMKM pesisir di Rembang dapat semakin mandiri, inovatif, dan berdaya saing," lanjutnya.
Dari pihak perusahaan, perwakilan SEML, Andri Simbolon, menegaskan komitmen dukungan CSR berkelanjutan.
“Kami percaya bahwa pengembangan UMKM lokal bukan hanya memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat ekosistem sosial dan lingkungan. Melalui kerja sama dengan UNNES dan pemerintah daerah, kami berharap program ini bisa terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi wilayah pesisir lainnya," terangnya.
Harapan senada juga disampaikan Ketua PUSMADES LPPM UNNES,Wahid Akhsin Budi NS, S.Pd., M.Sc.
“Melalui program kolaborasi ini, kami berharap UMKM pengolah hasil perikanan di Kabupaten Rembang semakin berdaya saing dan mampu memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat pesisir." tandasnya.
Tidak hanya itu, dukungan yang pihaknya berikan tidak hanya berupa pelatihan dan pendampingan, tetapi juga penguatan jejaring pemasaran agar produk-produk olahan ikan dapat menjangkau pasar yang lebih luas
Ucapan terima kasih juga datang dari mitra UMKM, yang diwakili oleh Bayan, Ketua UMKM BB:
“Kami sangat bersyukur atas pendampingan dan dukungan yang diberikan. Bantuan peralatan, pelatihan, dan pemasaran sangat bermanfaat bagi kami. Harapan kami, usaha kecil ini bisa berkembang lebih besar, membuka lapangan kerja baru, dan menjadikan produk olahan ikan Rembang semakin dikenal luas," urainya.
Upaya ini diharapkan tidak hanya memperkuat daya saing produk perikanan lokal, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pesisir.
Dengan demikian, program ini turut berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta poin 14 (Ekosistem Lautan).
***



