Distribusi Air Bersih bagi Masyarakat Terdampak
Bersama Al Hidayah Foundation, mahasiswa terlibat dalam kegiatan distribusi air bersih kepada warga yang mengalami kesulitan memperoleh air layak konsumsi akibat dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di sekitar sekolah mitra.
WAWASAN.NEWS, Kepedulian terhadap masyarakat menjadi salah satu nilai utama yang diwujudkan mahasiswa Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS) selama mengikuti program PPL Internasional dan KKN Internasional di Tailan Selatan.
Bersama Al Hidayah Foundation, mahasiswa terlibat dalam kegiatan distribusi air bersih kepada warga yang mengalami kesulitan memperoleh air layak konsumsi akibat dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di sekitar sekolah mitra.
Kegiatan kemanusiaan ini menjadi bagian dari implementasi Kerja Sama Internasional antara UPGRIS dan Al Hidayah Foundation yang tidak hanya berfokus pada penguatan Pendidikan Internasional, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk hadir sebagai agen perubahan yang mampu memberikan solusi bagi kebutuhan masyarakat.
Distribusi air bersih dilakukan secara langsung ke lingkungan permukiman warga dengan melibatkan guru, relawan lokal, serta tokoh masyarakat setempat.

Mahasiswa membantu proses pengangkutan, pembagian, hingga penyaluran air bersih kepada keluarga-keluarga yang membutuhkan.
Selain itu, mereka juga berinteraksi dengan masyarakat untuk memahami kondisi sosial pascabencana serta memberikan edukasi sederhana mengenai pentingnya menjaga kebersihan air dan sanitasi selama masa pemulihan.
Kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa karena memperlihatkan secara nyata bagaimana kolaborasi lintas negara dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Melalui program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka), mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman praktik mengajar di sekolah internasional, tetapi juga belajar mengenai nilai-nilai kemanusiaan, kepemimpinan, komunikasi lintas budaya, serta pengabdian kepada masyarakat global.
Rektor UPGRIS, Dr. Sri Suciati, M.Hum., menegaskan bahwa kegiatan kemanusiaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses internasionalisasi yang dikembangkan oleh universitas.
"Internasionalisasi bukan sekadar mobilitas mahasiswa atau pertukaran akademik. Yang lebih penting adalah bagaimana mahasiswa mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dunia. Melalui kegiatan seperti distribusi air bersih ini, mahasiswa belajar menjadi pribadi yang peduli, adaptif, dan memiliki tanggung jawab sosial sebagai warga global," ungkapnya.
Ketua UPT Kantor Urusan Internasional (KUI) UPGRIS, Dr. Nur Hidayat, M.Hum., menambahkan bahwa setiap kegiatan dalam program PPL dan KKN Internasional dirancang agar mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang komprehensif.
"Kami ingin mahasiswa memahami bahwa kerja sama internasional tidak berhenti pada ruang kelas. Mereka harus mampu membangun hubungan yang baik dengan masyarakat, memahami kebutuhan lokal, dan berkontribusi secara langsung. Inilah esensi dari internasionalisasi yang berdampak," jelasnya.
Apresiasi juga datang dari pihak Al Hidayah Foundation yang menilai keterlibatan mahasiswa UPGRIS memberikan semangat baru bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa pemulihan.
Kehadiran mahasiswa Indonesia dinilai memperkuat solidaritas kemanusiaan sekaligus mempererat hubungan persaudaraan antara kedua negara.
Salah seorang mahasiswa peserta program mengungkapkan bahwa pengalaman mendistribusikan air bersih menjadi salah satu momen paling berkesan selama mengikuti kegiatan di Tailan Selatan.
"Kami melihat secara langsung bagaimana masyarakat berusaha bangkit setelah bencana. Walaupun kami datang dari negara yang berbeda, mereka menerima kami seperti keluarga sendiri. Pengalaman ini membuat kami semakin memahami arti kepedulian, kolaborasi, dan pengabdian kepada sesama," ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa juga mengembangkan berbagai kompetensi abad ke-21, mulai dari kemampuan bekerja dalam tim multikultural, komunikasi lintas budaya, pemecahan masalah, hingga kepemimpinan dalam situasi darurat.
Seluruh pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk menghadapi tantangan dunia kerja global di masa mendatang.
Kegiatan distribusi air bersih ini sekaligus menjadi implementasi nyata pendekatan IPCSA 5E yang menjadi landasan berbagai program internasional UPGRIS.
Mahasiswa menunjukkan Engagement melalui keterlibatan langsung bersama masyarakat, Empowerment dengan membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, Experience melalui pembelajaran autentik di lapangan, Excellence dalam menunjukkan profesionalisme dan kepedulian sosial, serta Expansion melalui penguatan jejaring Kerja Sama Internasional yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
Melalui program PPL Internasional dan KKN Internasional di Hat Yai, Tailan Selatan, UPGRIS terus membuktikan komitmennya dalam menghadirkan program MBKM yang berdampak luas.
Bersama Al Hidayah Foundation, mahasiswa tidak hanya menjadi duta akademik, tetapi juga duta kemanusiaan yang membawa semangat gotong royong, solidaritas, dan nilai-nilai Pendidikan Internasional yang berorientasi pada kebermanfaatan bagi masyarakat global.



