Tonggak Baru Akademik UPGRIS: Tiga Profesor Dikukuhkan, Perkuat Daya Saing Nasional dan Global
Tiga guru besar yang dikukuhkan tersebut adalah Prof Wiyaka dan Prof Listyaning S dari bidang Pendidikan Bahasa Inggris, serta Prof Sutrisno dari bidang Manajemen
WAWASAN.NEWS, SEMARANG - Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) kembali mencatatkan capaian strategis di bidang akademik dengan mengukuhkan tiga guru besar baru dari dua bidang keilmuan, yakni Bahasa Inggris dan Manajemen, pada tahun 2025.
Momentum ini menjadi penting karena untuk pertama kalinya UPGRIS memiliki guru besar dari program studi non-kependidikan, melengkapi jajaran profesor yang selama ini didominasi bidang kependidikan.
Tiga guru besar yang dikukuhkan tersebut adalah Prof Wiyaka dan Prof Listyaning S dari bidang Pendidikan Bahasa Inggris, serta Prof Sutrisno dari bidang Manajemen.
Dengan pengukuhan ini, total guru besar UPGRIS kini berjumlah 11 orang, sekaligus menempatkan ketiganya sebagai profesor ke-9, ke-10, dan ke-11 dalam sejarah institusi.

Siap Hadapi Regulasi Baru Pengangkatan Profesor
Rektor UPGRIS, Dr Sri Suciati, menyampaikan bahwa pencapaian ini diraih di tengah dinamika regulasi baru terkait persyaratan pengangkatan guru besar, khususnya dalam hal publikasi karya ilmiah.
Meski demikian, pihak kampus menegaskan telah melakukan berbagai langkah antisipatif sejak jauh hari.
Ia menambahkan, para profesor yang telah lebih dulu dikukuhkan turut dilibatkan dalam proses pendampingan, terutama untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam penulisan artikel ilmiah.
Pendekatan kolaboratif tersebut menjadi bagian dari strategi percepatan guru besar yang dijalankan UPGRIS secara berkelanjutan.
Target Guru Besar Baru dan Penguatan SDM
Saat ini, UPGRIS memiliki lebih dari 40 dosen dengan jabatan fungsional Lektor Kepala yang berpotensi melanjutkan ke jenjang guru besar. Untuk tahun 2026, UPGRIS menargetkan pengajuan lima calon guru besar baru.
Hingga kini, tiga calon guru besar telah disetujui senat dan diajukan ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti).
Jumlah tersebut diharapkan dapat meningkat menjadi enam calon, seiring dengan penguatan pendampingan akademik di lingkungan kampus.
Menuju Akreditasi Internasional
Selain fokus pada penguatan sumber daya manusia, UPGRIS juga tengah menyiapkan langkah besar menuju akreditasi internasional. Sebanyak 12 program studi diajukan untuk mengikuti akreditasi internasional ACQUIN dari Jerman.
Program studi yang diusulkan mencakup bidang kependidikan maupun non-kependidikan, seperti Manajemen dan Bisnis Digital. Proses pendampingan telah dilakukan bersama pakar dari perguruan tinggi bereputasi internasional, dan asesmen lapangan ditargetkan berlangsung pada tahun 2026.
“Kami optimistis, minimal setengah dari program studi yang diajukan dapat meraih akreditasi internasional,” kata Sri Suciati.
Dalam pemeringkatan internasional terbaru, UPGRIS berhasil menempati peringkat ke-58 di tingkat ASEAN dan peringkat ke-158 di tingkat Asia. Tak hanya itu, UPGRIS juga meraih peringkat pertama Indikator Kinerja Utama (IKU) sebagai perguruan tinggi swasta terbaik se-Indonesia dengan jumlah mahasiswa lebih dari 10.000 orang.
Sejumlah penghargaan lain turut diraih dari PB PGRI, di antaranya kategori SDM dan kelembagaan terbaik, kemahasiswaan terbaik, kerja sama internasional terbaik, serta penelitian dan pengabdian kepada masyarakat terbaik.
Orasi Ilmiah dan Komitmen Pengabdian
Dalam orasi ilmiahnya, Prof Sutrisno menyoroti pentingnya penguatan ekosistem kewirausahaan UMKM melalui transformasi sumber daya manusia dan kepemimpinan digital agar mampu menciptakan nilai tambah berdaya saing global.
Ia menegaskan komitmennya untuk mengimplementasikan keilmuan melalui penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pendampingan UMKM, khususnya di wilayah Semarang dan Jawa Tengah.
Sementara itu, Prof Listyaning S menekankan bahwa guru besar tidak hanya menjalankan tridarma perguruan tinggi, tetapi juga mengemban nilai keteladanan sebagai bagian dari catur dharma UPGRIS.
Adapun Prof Wiyaka mengingatkan bahwa jabatan guru besar merupakan amanah besar yang menuntut produktivitas dan kontribusi nyata.
Pengukuhan tiga profesor baru ini menjadi penegasan komitmen UPGRIS dalam memperkuat kualitas akademik, meningkatkan reputasi internasional, serta memperluas kontribusi nyata bagi pembangunan pendidikan dan masyarakat.



