Seminar Kewirausahaan Nasional UPGRIS: Bangun Jiwa Entrepreneur di Bidang Kuliner dan Hospitality
Melalui kegiatan ini, UPGRIS menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki jiwa wirausaha yang tangguh dan adaptif.
WAWASAN.NEWS, SEMARANG, Program Studi Teknologi Pangan, Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), sukses menyelenggarakan Seminar Kewirausahaan Nasional pada Kamis, 6 November 2025.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis dalam membekali mahasiswa dan masyarakat umum dengan wawasan, motivasi, serta pengalaman praktis di dunia kewirausahaan, khususnya pada sektor bisnis kuliner dan hospitality yang terus berkembang pesat.
Seminar ini tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga wadah inspiratif yang mempertemukan pelaku usaha internasional dengan peserta dari berbagai latar belakang.
Melalui kegiatan ini, UPGRIS menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki jiwa wirausaha yang tangguh dan adaptif.
Hadirkan Praktisi Internasional Berpengalaman
Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama, Vincentius M.S. Nielsen, seorang pengusaha sukses yang dikenal sebagai pemilik Sherlock Holmes Pub dan Café Smagløs di Denmark.
Dalam sesi pemaparannya, Vincentius membagikan pengalaman nyata dalam membangun usaha dari nol hingga berkembang di industri hospitality internasional.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan dalam bisnis tidak hanya ditentukan oleh modal finansial, tetapi juga oleh keberanian mengambil risiko, kreativitas dalam berinovasi, serta kemampuan membaca peluang pasar.
Menurutnya, dunia usaha saat ini menuntut pelaku bisnis untuk selalu adaptif terhadap perubahan tren dan kebutuhan konsumen.
Terutama dalam bidang kuliner dan hospitality, inovasi menjadi kunci utama untuk bertahan dan berkembang.
Seminar ini dipandu oleh Abdillah Fathan Generus Annajah, mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan UPGRIS, yang berperan sebagai moderator.
Dengan gaya komunikatif dan interaktif, ia berhasil menghidupkan suasana diskusi sehingga berjalan dengan dinamis dan menarik.
Peserta yang hadir terdiri dari kalangan internal maupun eksternal UPGRIS, meliputi mahasiswa, akademisi, hingga masyarakat umum yang memiliki minat besar dalam dunia kewirausahaan.
Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung, terutama saat sesi diskusi dan tanya jawab.
Berbagai pertanyaan kritis muncul dari peserta, mulai dari strategi memulai usaha dengan modal terbatas, cara menghadapi persaingan bisnis, hingga tips menjaga konsistensi kualitas produk di tengah perubahan pasar.
Narasumber menekankan bahwa kegagalan merupakan bagian dari proses belajar dalam berwirausaha.
Oleh karena itu, mental yang kuat dan kemauan untuk terus berkembang menjadi faktor penting dalam mencapai kesuksesan.
Seluruh rangkaian kegiatan seminar berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh semangat. Interaksi aktif antara narasumber dan peserta menciptakan suasana yang edukatif sekaligus inspiratif.
Tidak hanya mendapatkan teori, peserta juga memperoleh wawasan praktis yang dapat langsung diterapkan, khususnya bagi mereka yang tertarik memulai usaha di bidang kuliner maupun hospitality.
***



