Mujahadah Wali Qutub Awali Rangkaian HUT Kabupaten Temanggung

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:07 WIB
Mujahadah Wali Qutub Awali Rangkaian HUT Kabupaten Temanggung

TEMANGGUNG – Mujahadah Wali Qutub menandai dimulainya rangkaian Peringatan HUT ke-192 Kabupaten Temanggung. Ritual itu merupakan kegiatan doa bersama yang diikuti oleh para ulama, umaro, dan masyarakat luas, di area Tugu Bambu Runcing Parakan, Sabtu (17/10/2026) malam.

Sekda Temanggung Tri Winarno mengatakan, tema peringatan Hari Jadi Ke-192 Kabupaten Temanggung “Bhumi Phala Rahayuning Praja”, mengandung makna menjadikan kekayaan alam dan warisan budaya lokal sebagai pijakan utama untuk melangkah ke depan. Tema tersebut menegaskan, kesejahteraan Temanggung hanya dapat dicapai melalui ikatan gotong royong dan kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat.

Ditambahkan, Mujahadah Wali Qutub mengawali rangkaian kegiatan Hari Jadi dengan tujuan mendoakan keselamatan, kemajuan, serta kesejahteraan masyarakat Temanggung.

“Saya mengajak kepada seluruh jamaah yang hadir, untuk memanfaatkan momen mujahadah ini dengan khusyuk. Mari kita doakan bersama, agar Kabupaten Temanggung senantiasa diberkahi dengan kedamaian, masyarakatnya hidup rukun, makmur, dan sejahtera,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Imam Mujahadah, KH Abdul Hadi Zaen Abdul Hamid, memimpin doa bersama seluruh jemaah yang hadir. Mereka mendoakan Rasullullah SAW, para alim ulama, seluruh masyarakat, dan memohon kepada Allah SWT, agar Kabupaten Temanggung senantiasa dilindungi, diberi kesejahteraan.

Sementara itu Khodimul Parakan, KH Mustahal Nasucha menuturkan, Mujahadah Wali Qutub menjadi salah satu cara masyarakat mengungkapkan harapan sebagaimana yang disampaikan Sekda, yakni damai, rukun, makmur, sejahtera. Melalui doa bersama, ada permohonan agar Temanggung menjadi daerah yang aman, damai, tentram, sejahtera. Para pemimpinnya diberi kebijaksanaan, pun begitu masyarakatnya senantiasa sehat, serta dimudahkan dalam menjemput rezeki.

Harapan itu, kata Gus Tahal, terangkum dalam ungkapan yang akrab di telinga masyarakat, yakni gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharja. Sebuah doa agar Temanggung diberi kemakmuran, ketenteraman, dan keberkahan, tanpa kehilangan akar sejarah, serta nilai kebersamaan yang diwariskan para pendahulu.

“Pada akhirnya, peringatan hari jadi bukan hanya tentang menghitung usia, tapi juga tentang mengingat asal-usul, mensyukuri perjalanan, dan meneguhkan harapan. Dari doa yang dipanjatkan dalam Mujahadah Wali Qutub, masyarakat menitipkan satu harapan bersama. Semoga Kabupaten Temanggung senantiasa dalam lindungan Allah SWT, diberi kekuatan untuk menjaga warisan masa lalu, dan dilapangkan jalannya menuju masa depan yang lebih baik,” tuturnya.

Penulis : Ary;Istw;Ekp
Editor : Ul, Diskomdigi Jateng

redaksi www.wawasan.news
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI