Panen Untung! Program MAKMUR Pupuk Indonesia Sukses Bantu 128 Ribu Petani Naikkan Produktivitas dan Tekan Biaya

Program MAKMUR PT Pupuk Indonesia hadir bukan hanya sebagai penyedia pupuk, tapi sebagai pendamping ekosistem pertanian yang terintegrasi. 

Selasa, 22 April 2025 - 00:12 WIB
Panen Untung! Program MAKMUR Pupuk Indonesia Sukses Bantu 128 Ribu Petani Naikkan Produktivitas dan Tekan Biaya
Program MAKMUR PT Pupuk Indonesia hadir bukan hanya sebagai penyedia pupuk, tapi sebagai pendamping ekosistem pertanian yang terintegrasi. 

WAWASAN.NEWS - Musim tanam awal tahun ini membawa angin segar bagi lebih dari 128 ribu petani di seluruh Indonesia.

Berkat program Mari Kita Majukan Usaha Rakyat (MAKMUR) yang diinisiasi PT Pupuk Indonesia (Persero) bersama Kementerian BUMN, sektor pertanian nasional menunjukkan geliat positif.

Selama kuartal I 2025 saja, program ini telah menjangkau 151 ribu hektare lahan dengan dampak langsung yang dirasakan petani—mulai dari produktivitas yang meningkat, hingga efisiensi biaya operasional yang signifikan.

Program MAKMUR PT Pupuk Indonesia hadir bukan hanya sebagai penyedia pupuk, tapi sebagai pendamping ekosistem pertanian yang terintegrasi. 

Petani tak hanya mendapatkan input pertanian berkualitas, tetapi juga akses pembiayaan, teknologi tepat guna, serta sambungan ke pasar dan offtaker hasil panen.

Wijaya Laksana, Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia menegaskan bahwa program MAKMUR tidak hanya fokus pada angka produksi, tetapi lebih kepada bagaimana petani dibekali pemahaman dan pendampingan agar mampu mengoptimalkan hasil dari lahan yang ada.

“Produktivitas tidak hanya tentang seberapa banyak pupuk digunakan, tapi bagaimana penggunaannya tepat, didukung teknologi dan pengetahuan. MAKMUR menjawab kebutuhan ini,” ujar Wijaya.

Hemat Listrik, Panen Naik: Cerita Sukses dari Petani Cirebon

Salah satu contoh nyata datang dari Kamaludin, petani asal Desa Leuwidingding, Cirebon, Jawa Barat

Berkat MAKMUR, ia bersama petani lain mulai beralih dari pompa BBM ke pompa listrik, sehingga pengeluaran bulanan untuk irigasi turun drastis dari Rp 3,6 juta menjadi hanya Rp 500-600 ribu per musim tanam.

“Dengan beralih ke pompa listrik, kami hemat hampir Rp 3 juta per musim. Selain itu, produktivitas padi naik dari 5 ton jadi 6,5 hingga 7 ton per panen,” tutur Kamaludin puas.

Lebih dari sekadar irigasi, program MAKMUR juga memberikan bimbingan soal pemupukan yang sesuai dengan kondisi lahan. Pendekatan ini terbukti berhasil meningkatkan hasil panen secara signifikan.

Ekosistem Pertanian yang Terintegrasi

Program ini tak berjalan sendiri. Dalam pelaksanaannya, Pupuk Indonesia melibatkan BUMN lintas sektor, mulai dari pembiayaan, agro-input, asuransi, listrik, hingga distribusi hasil pertanian.

Sinergi ini diperkuat dengan dukungan Kementerian Pertanian, menciptakan satu ekosistem pertanian yang menyeluruh dan siap mendukung ketahanan pangan nasional.

Ke depan, program MAKMUR akan terus diperluas ke berbagai daerah dengan target menjangkau lebih banyak petani.

Dengan konsep pertanian modern yang ramah lingkungan dan efisien, Pupuk Indonesia berharap bisa menjadi mitra sejati petani dalam membangun masa depan pertanian Indonesia yang berkelanjutan.

***

redaksi www.wawasan.news
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI