Anggota Komite III DPD RI Muhdi Dorong Pengembangan Fasilitas dan Layanan Pendukung Sekolah Rakyat Semarang
Ia menilai sarana dan prasarana yang tersedia di Sekolah Rakyat Terintegrasi Kota Semarang secara umum sudah cukup baik. Meski demikian, terdapat sejumlah aspek yang perlu diperhatikan agar siswa dapat belajar dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.
WAWASAN.NEWS, SEMARANG - Anggota Komite III DPD RI, Dr. H. Muhdi, SH, M.Hum, mengapresiasi penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terintegrasi Kota Semarang di Rowosari, Tembalang.
Namun, ia menilai sejumlah fasilitas pendukung masih perlu ditingkatkan, mulai dari kenyamanan ruang kelas, sarana bermain, hingga layanan kesehatan bagi siswa.
Hal tersebut disampaikan Muhdi saat melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat Terintegrasi Kota Semarang, Senin (19/10/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan inventarisasi materi pengawasan terhadap pelaksanaan Program Sekolah Rakyat.
Menurut Muhdi, Sekolah Rakyat memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Karena itu, penyelenggaraan program tersebut perlu didukung fasilitas yang memadai serta sistem pendampingan yang mampu menunjang kebutuhan siswa secara menyeluruh.
Ia menilai sarana dan prasarana yang tersedia di Sekolah Rakyat Terintegrasi Kota Semarang secara umum sudah cukup baik. Meski demikian, terdapat sejumlah aspek yang perlu diperhatikan agar siswa dapat belajar dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.
Soroti Ruang Kelas Panas, Usulkan Penambahan Fasilitas
Salah satu perhatian Muhdi adalah kondisi ruang kelas yang terasa panas, terlebih lingkungan sekolah belum banyak ditumbuhi pepohonan yang dapat memberikan keteduhan.
Menurutnya, kenyamanan ruang kelas menjadi faktor penting dalam mendukung proses belajar mengajar. Karena itu, ia menyarankan penambahan fasilitas pendingin ruangan, baik berupa pendingin udara atau AC maupun kipas angin yang memadai apabila pemasangan AC belum memungkinkan.
“Secara umum, sarana sebenarnya sudah cukup bagus. Namun, karena udaranya sangat panas dan lingkungan belum banyak ditumbuhi pohon, yang paling mengganggu adalah masalah pendingin. Kalau belum memungkinkan menggunakan AC, paling tidak kipas angin yang cukup perlu ditambah agar anak-anak lebih nyaman mengikuti proses belajar mengajar,” jelasnya.
Selain kenyamanan ruang kelas, Muhdi juga menyoroti kebutuhan fasilitas bermain bagi siswa sekolah dasar, khususnya anak-anak kelas 1, 2, dan 3.
Ia menilai sarana bermain merupakan bagian penting dari lingkungan pendidikan karena dapat mendukung perkembangan fisik, sosial, dan emosional anak.
Keberadaan fasilitas bermain juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk beraktivitas di luar pembelajaran akademik. Oleh karena itu, ia berharap pengelola sekolah mengevaluasi kebutuhan tersebut dan melakukan penambahan fasilitas secara bertahap sesuai prioritas.
Minta Dokter Berkunjung Berkala ke Sekolah Rakyat
Aspek kesehatan siswa turut menjadi perhatian Muhdi dalam kunjungan tersebut.
Ia mengapresiasi keberadaan tenaga perawat yang telah ditempatkan di Sekolah Rakyat Terintegrasi Kota Semarang. Namun, menurutnya, layanan kesehatan bagi siswa perlu diperkuat melalui kunjungan dokter secara berkala.
Pertimbangan tersebut didasarkan pada jumlah siswa yang cukup banyak serta lokasi puskesmas yang relatif jauh dari lingkungan sekolah.
Muhdi mengusulkan agar kunjungan dokter dapat dijadwalkan selama beberapa jam dalam satu hari atau pada beberapa hari tertentu setiap pekan, dengan menyesuaikan kebutuhan siswa dan ketersediaan tenaga kesehatan.
“Walaupun alhamdulillah sudah ada perawat, saya berharap ada dokter yang bisa berkunjung ke sini secara berkala. Dengan jumlah siswa sebanyak ini, perlu dipertimbangkan apakah dokter bisa hadir beberapa jam dalam satu hari atau beberapa hari dalam seminggu,” ujarnya.
Selain memperkuat layanan kesehatan, ia menekankan pentingnya tindak lanjut terhadap hasil pemeriksaan kesehatan gratis yang telah dilakukan kepada siswa.
Menurutnya, pemeriksaan awal perlu diikuti pemantauan secara berkala agar kondisi kesehatan dan perkembangan anak dapat diketahui secara lebih teratur.
Dengan demikian, kebutuhan penanganan kesehatan dapat diidentifikasi lebih dini dan ditindaklanjuti sesuai kondisi masing-masing siswa.
Pengawasan Siswa di Asrama Perlu Diperkuat
Dalam kunjungan kerja tersebut, Muhdi juga mengapresiasi sistem pengawasan yang telah disiapkan oleh pengelola sekolah, termasuk keberadaan kamera pengawas atau CCTV.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pengawasan terhadap siswa harus dilakukan secara konsisten, terutama di luar jam pembelajaran formal.
Menurutnya, sekolah berasrama memiliki tantangan tersendiri karena siswa tinggal dan menjalani berbagai aktivitas di lingkungan sekolah dalam waktu yang relatif panjang. Oleh sebab itu, pendampingan tidak cukup hanya mengandalkan guru selama kegiatan belajar mengajar.
Ia berharap kepala sekolah memastikan sistem pengawasan berjalan efektif, termasuk ketika siswa beraktivitas sebelum dan sesudah pembelajaran.
Selain itu, peran wali asuh dinilai sangat penting dalam mendampingi kehidupan sehari-hari siswa di asrama.
Wali asuh diharapkan tidak hanya menjaga ketertiban, tetapi juga memantau perkembangan perilaku, kondisi emosional, kedisiplinan, serta interaksi sosial anak.
“Ini menjadi tantangan bagi semua sekolah, terlebih sekolah berasrama. Saya berharap kepala sekolah betul-betul melakukan pemantauan. CCTV juga harus diperhatikan, terutama pada jam-jam di luar pembelajaran. Wali asuh harus terus mengawasi perkembangan anak, di samping para guru,” tegasnya.
Sekolah Rakyat Diharapkan Buka Peluang Masa Depan Anak
Muhdi berharap berbagai upaya yang telah dilakukan pengelola Sekolah Rakyat Terintegrasi Kota Semarang dapat terus dikembangkan melalui evaluasi dan kerja sama berbagai pihak.
Menurutnya, keberhasilan Program Sekolah Rakyat tidak hanya ditentukan oleh terselenggaranya kegiatan belajar mengajar, tetapi juga oleh dukungan fasilitas, layanan kesehatan, pengembangan keterampilan, serta pendampingan karakter siswa.
Karena itu, keterlibatan kepala sekolah, guru, wali asuh, tenaga kesehatan, pemerintah, dan berbagai pihak terkait diperlukan untuk memastikan kebutuhan siswa terpenuhi secara optimal.
Ia menilai peningkatan kualitas penyelenggaraan Sekolah Rakyat menjadi langkah penting dalam memberikan kesempatan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Dengan fasilitas yang semakin memadai, layanan kesehatan yang lebih mudah diakses, serta pendampingan yang berkelanjutan, Sekolah Rakyat diharapkan mampu membentuk generasi yang mandiri, berdaya saing, dan memiliki kesempatan lebih luas untuk meraih masa depan yang lebih baik.



