Tembus Pasar Jateng - DIY, Buku Dongeng Fabel Berbasis AR untuk Pendidikan Karakter PAUD Siap Dipesan

Seri buku pendidikan karakter berbasis fabel ini dikembangkan dalam empat tahapan cerita. Seri-seri sebelumnya telah mengusung tema pendidikan antikorupsi dan sekolah ramah anak. Sedangkan pada seri keempat yang dirilis pada tahun 2026 ini, materi dikembangkan mencakup 5 tema utama, yaitu Pendidikan Anti-Perundungan (Anti-bullying), Anti-Kekerasan, Anti-Pelecehan Seksual, Kesehatan, dan Teknologi.

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:56 WIB
Tembus Pasar Jateng - DIY, Buku Dongeng Fabel Berbasis AR untuk Pendidikan Karakter PAUD Siap Dipesan
Uji Pasar di wilayah Jawa Tengah

WAWASAN.NEWS, SEMARANG – Politeknik Negeri Semarang (Polines) berhasil meraih Hibah Hilirisasi Riset Dorongan Teknologi (DORTEK) Tahun Anggaran 2026/2027.

Program hibah ini ditujukan untuk mendukung komersialisasi inovasi pengajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui pengembangan media pembelajaran berupa buku dongeng yang berakar kuat pada kearifan lokal.

Tim penelitian Polines diketuai oleh Dr. Iwan Hermawan, S.E., S.Kom., M.T., dengan anggota tim yang terdiri dari Inayah, S. Psi., M.Sc., Gita Hindrawati, STr. M., M.S.M., dan Drs. Suharmanto, M.Si.

Dalam pengembangan konteks dan isi cerita, penelitian ini juga berkolaborasi serta didukung penuh oleh Program Studi PG-PAUD Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Uji Pasar di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)

Ketua Pelaksana Program DORTEK, Dr. Iwan Hermawan, S.E., S.Kom., M.T., menjelaskan bahwa seri buku pendidikan karakter berbasis fabel ini dikembangkan dalam empat tahapan cerita. 

Seri-seri sebelumnya telah mengusung tema pendidikan antikorupsi dan sekolah ramah anak.

"Sedangkan pada seri keempat yang dirilis pada tahun 2026 ini, materi dikembangkan mencakup 5 tema utama, yaitu Pendidikan Anti-Perundungan (Anti-bullying), Anti-Kekerasan, Anti-Pelecehan Seksual, Kesehatan, dan Teknologi," paparnya.

Iwan menjelaskan, seluruh tema tersebut dikemas secara menarik dalam kisah fabel petualangan Binoa dan teman-teman. 

Serial ini menghadirkan 15 karakter tokoh fabel yang terinspirasi dari kearifan lokal yang dirancang untuk menginspirasi anak-anak dalam membangun karakter dan budi pekerti luhur sejak dini.

Keunggulan utama buku ini terletak pada integrasi teknologi masa kini.

"Buku dongeng ini dilengkapi dengan teknologi Augmented Reality (AR), yang mampu memunculkan animasi 3 dimensi (3D) secara audiovisual," tandasnya.

Aplikasi pendukung AR ini dapat diunduh dengan mudah oleh para orang tua dan pendidik melalui Google Play Store.

Pengujian aplikasi Augmented Reality pada Buku Binoa

Dari sisi komersialisasi dan pemanfaatan riset, Gita Hindrawati S.Tr. M., M.S.M., .selaku penanggung jawab bidang hilirisasi dan pemasaran menyampaikan bahwa media pembelajaran ini telah melalui tahap uji pasar secara luas di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Buku ini telah dipasarkan dalam versi ekonomis dan dapat diakses publik melalui beberapa platform marketplace serta platform pengadaan sekolah SIPLah," ujar Gita.

Melalui program hilirisasi riset ini, Polines berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam menghadirkan media edukasi PAUD yang interaktif, bernilai budaya, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi modern.

***

redaksi www.wawasan.news
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI