Senator Muhdi Apresiasi Sekolah Rakyat Terintegrasi Semarang, Dorong Siswa Siap Kuliah dan Kerja
WAWASAN.NEWS, SEMARANG – Anggota Komite III DPD RI, Dr. H. Muhdi, SH, M.Hum, mengapresiasi penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terintegrasi Kota Semarang yang dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Apresiasi tersebut disampaikan Muhdi saat melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat Terintegrasi Kota Semarang di Rowosari, Tembalang, Senin (19/10/2026).
Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan inventarisasi materi pengawasan terhadap pelaksanaan Program Sekolah Rakyat.
Dalam kunjungan tersebut, Muhdi melihat secara langsung penyelenggaraan pendidikan, kondisi siswa, kesiapan tenaga pendidik, serta fasilitas pendukung yang tersedia di sekolah tersebut.
Menurut Muhdi, Sekolah Rakyat memiliki peran strategis dalam memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu, khususnya kelompok masyarakat pada desil 1 dan 2, untuk memperoleh pendidikan berkualitas dengan dukungan pemenuhan kebutuhan dasar yang memadai.
Ia mengapresiasi jumlah siswa pada jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA) yang dinilai cukup merata.
Ketersediaan tenaga pendidik juga dinilai telah mencukupi untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
“Sekolah ini punya harapan besar agar betul-betul bisa menghasilkan anak-anak atau lulusan sebagaimana yang kita harapkan. Mereka berasal dari keluarga yang memang membutuhkan bantuan, sehingga di sini mendapatkan pendidikan berkualitas dengan jaminan makan dan kesehatan yang baik,” ujar Muhdi.
Ia berharap dukungan pendidikan dan pemenuhan kebutuhan dasar tersebut dapat membantu siswa tumbuh dan berkembang secara optimal.
Dengan demikian, mereka mampu melanjutkan pendidikan dari SD ke SMP, kemudian ke SMA, serta memiliki bekal yang cukup untuk menentukan masa depan.
Sekolah Rakyat Siapkan Siswa Kuliah atau Masuk Dunia Kerja
Muhdi mengapresiasi pembekalan keterampilan yang diberikan kepada siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi Kota Semarang.
Menurutnya, pendidikan di sekolah tersebut tidak hanya berorientasi pada kelulusan akademik, tetapi juga mempersiapkan siswa agar memiliki kompetensi yang dibutuhkan ketika memasuki dunia kerja.
Ia menjelaskan, terdapat dua peluang yang dapat ditempuh para lulusan Sekolah Rakyat, yakni melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau langsung bekerja sesuai keterampilan yang dimiliki.
Muhdi mengapresiasi kegiatan pembelajaran praktis, seperti urban farming atau pertanian perkotaan dan keterampilan menjahit, yang dapat menjadi bekal bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan serta kemandirian.
“Menarik di sini, untuk kesiapan mereka masuk dunia kerja juga diberikan banyak keterampilan, seperti urban farming dan menjahit. Ini merupakan kompetensi yang dibutuhkan anak-anak kita untuk memasuki dunia kerja,” katanya.
Meski demikian, Muhdi berharap pembekalan keterampilan tersebut tetap diimbangi dengan motivasi agar siswa berani melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Ia mengingatkan bahwa keterbatasan ekonomi keluarga tidak seharusnya menjadi penghalang bagi anak-anak untuk meraih cita-cita.
Terlebih, pemerintah menyediakan berbagai kesempatan beasiswa yang dapat dimanfaatkan untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
“Di sisi lain, kita harus terus memotivasi mereka bahwa mereka juga punya kesempatan untuk kuliah. Negara memberikan ruang melalui beasiswa agar mereka bisa kuliah di mana pun sesuai minat dan bakatnya,” ujarnya.
Dengan dukungan tersebut, Muhdi berharap Sekolah Rakyat dapat melahirkan lulusan yang memiliki keterampilan, kemandirian, serta kesempatan lebih luas untuk melanjutkan pendidikan maupun memperoleh pekerjaan yang layak.
Apresiasi Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Pendampingan Mahasiswa Unhan
Selain mengapresiasi sistem pendidikan dan pembekalan keterampilan, Muhdi juga memberikan penghargaan kepada kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi Kota Semarang yang dinilainya telah memahami filosofi, visi, dan misi program tersebut.
Menurutnya, pemahaman kepala sekolah terhadap konsep penyelenggaraan Sekolah Rakyat menjadi modal penting dalam mengembangkan lembaga pendidikan yang memiliki karakteristik berbeda dari sekolah konvensional.
Muhdi berharap kepala sekolah dapat terus berkomitmen mengembangkan sekolah agar pelaksanaan program berjalan sesuai tujuan, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan membentuk karakter siswa.
“Ini luar biasa. Kepala sekolah yang sebelumnya berasal dari sekolah konvensional, tetapi setelah saya melihat presentasi dan penjelasannya, sudah sangat memahami filosofi, visi, dan misi Sekolah Rakyat. Saya berharap beliau bisa terus bertahan di sini untuk mengembangkan sekolah ini,” ungkapnya.
Muhdi juga mengapresiasi kehadiran mahasiswa Universitas Pertahanan (Unhan) yang turut memberikan pendampingan kepada siswa, terutama ketika mereka masih menjalani masa transisi dan beradaptasi dengan lingkungan sekolah berasrama.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa tersebut memberikan nilai tambah karena dapat menjadi sumber motivasi, semangat, sekaligus pembelajaran karakter bagi para siswa.
Ia berharap nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan karakter positif yang dicontohkan para mahasiswa dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari siswa, melengkapi pendidikan yang diberikan oleh para guru.
“Kehadiran mahasiswa Unhan ini bisa memberikan motivasi, semangat, sekaligus pembelajaran karakter. Mudah-mudahan karakter yang diajarkan di sekolah dan diperkuat oleh mahasiswa Unhan benar-benar bisa melekat pada anak-anak kita,” katanya.
***



