UPGRIS Selenggarakan Pelatihan Digital Teaching bagi Guru Tailan
WAWASAN.NEWS, Komitmen Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS) dalam memperkuat kualitas Pendidikan Internasional kembali diwujudkan melalui penyelenggaraan pelatihan Digital Teaching bagi guru-guru sekolah mitra di Tailan Selatan.
Kegiatan yang menjadi bagian dari program pengabdian dosen ini diselenggarakan bekerja sama dengan Al Hidayah Foundation sebagai implementasi nyata Kerja Sama Internasional yang berorientasi pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pendidikan.
Pelatihan diikuti oleh puluhan guru dari berbagai sekolah binaan Al Hidayah Foundation di kawasan Hat Yai.
Selama kegiatan, para dosen UPGRIS membagikan berbagai strategi pembelajaran digital yang dapat diterapkan di kelas, mulai dari pemanfaatan Learning Management System (LMS), aplikasi pembelajaran interaktif, penyusunan media digital, penggunaan platform evaluasi daring, hingga integrasi teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung proses belajar mengajar.
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi pendekatan IPCSA 5E, khususnya pada aspek Empower, yaitu memberdayakan mitra internasional melalui transfer pengetahuan, peningkatan kompetensi profesional, dan penguatan kapasitas guru.
Tidak hanya memberikan materi, tim dosen UPGRIS juga mendampingi peserta dalam praktik langsung sehingga setiap guru mampu menghasilkan media pembelajaran digital yang siap digunakan di kelas.
Rektor UPGRIS, Dr. Sri Suciati, M.Hum., menegaskan bahwa internasionalisasi perguruan tinggi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan institusi mitra.
"Kerja sama internasional tidak hanya diwujudkan melalui pertukaran mahasiswa atau dosen, tetapi juga melalui penguatan kapasitas guru sebagai ujung tombak pendidikan. Melalui pelatihan ini, UPGRIS ingin berbagi pengalaman dan inovasi pembelajaran yang dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Tailan Selatan," ujarnya.
Ketua UPT Kantor Urusan Internasional (KUI) UPGRIS, Dr. Nur Hidayat, M.Hum., menjelaskan bahwa kegiatan pengabdian dosen menjadi salah satu pilar penting dalam pengembangan kemitraan internasional yang berkelanjutan.
"Kami membangun kerja sama yang saling menguntungkan. Dosen UPGRIS berbagi praktik baik di bidang pembelajaran digital, sementara kami juga belajar mengenai budaya, sistem pendidikan, dan pengalaman sekolah mitra di Tailan Selatan. Inilah bentuk kolaborasi yang memberikan manfaat bagi kedua institusi," jelasnya.
Selama pelatihan, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap sesi.
Guru-guru tidak hanya berdiskusi mengenai penggunaan teknologi pembelajaran, tetapi juga berbagi tantangan yang mereka hadapi dalam mengintegrasikan media digital ke dalam proses pembelajaran sehari-hari. Diskusi berlangsung aktif dengan suasana kolaboratif yang memperkaya wawasan kedua belah pihak.
Salah seorang guru peserta pelatihan mengungkapkan bahwa materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan sekolah saat ini.
"Kami mendapatkan banyak ide baru untuk membuat pembelajaran lebih menarik dan interaktif. Pelatihan ini memberikan pengalaman yang sangat bermanfaat, terutama dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan keterlibatan siswa di kelas," ungkapnya.
Selain menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat internasional, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa yang sedang menjalankan PPL Internasional dan KKN Internasional.
Mereka berperan sebagai fasilitator pendamping selama praktik penggunaan aplikasi pembelajaran digital, sekaligus memperoleh pengalaman berharga dalam mendukung peningkatan kompetensi guru di lingkungan internasional.
Keterlibatan tersebut merupakan implementasi program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) yang mendorong kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan mitra luar negeri dalam menciptakan pembelajaran yang inovatif.
Pelatihan Digital Teaching ini juga mencerminkan implementasi menyeluruh dari IPCSA 5E. Melalui Engagement, dosen dan guru membangun hubungan akademik yang erat; Empower diwujudkan melalui peningkatan kompetensi guru; Experience diperoleh melalui praktik langsung penggunaan teknologi pembelajaran
Sementara, Excellence ditunjukkan melalui penerapan inovasi pendidikan berbasis digital; sedangkan Expansion diwujudkan melalui penguatan jejaring Kerja Sama Internasional antara UPGRIS dan berbagai sekolah di bawah naungan Al Hidayah Foundation.
Melalui kegiatan pengabdian dosen ini, UPGRIS terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif berkontribusi dalam pengembangan pendidikan di tingkat global.
Kemitraan dengan Al Hidayah Foundation di kawasan Hat Yai, Tailan Selatan, menjadi bukti bahwa kolaborasi internasional mampu menghasilkan manfaat nyata melalui transfer pengetahuan, inovasi pembelajaran, dan pemberdayaan tenaga pendidik.
Dengan semangat Pendidikan Internasional, UPGRIS berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program kolaboratif yang mendukung peningkatan mutu pendidikan sekaligus memperkuat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Tailan.



