UNNES Dukung Urban Farming di Banjardowo Lewat Pelatihan Media Tanam Bersama KWT Barokah
Pelatihan ini diikuti oleh 14 peserta, terdiri dari 10 anggota aktif KWT Barokah, 3 perwakilan UNNES, dan 1 orang penyuluh pertanian lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian Kota Semarang, wilayah Kecamatan Gayamsari.
WAWASAN.NEWS, Universitas Negeri Semarang (UNNES) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Bertempat di Kelurahan Banjardowo, Kota Semarang, tim Pengabdian DPA UNNES yang diketuai oleh Dr. Muh. Sholeh, S.Pd., M.Pd. menyelenggarakan pelatihan bertema “Pembuatan Media Tanam”, yang melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Barokah sebagai mitra utama, pada 18 Juli 2025 lalu.
Pelatihan ini berlangsung di Rumah Ibu Nailis, dan menjadi bagian dari program kolaborasi in-kind antara UNNES dan KWT Barokah.
Kolaborasi ini berarti kedua pihak terlibat secara aktif sesuai kapasitas masing-masing.
UNNES menyediakan pelatihan teknis, bahan media tanam, serta pembangunan demplot seluas 2x2 meter sebagai lahan praktik.
Sementara itu, KWT Barokah menyediakan lahan, tenaga kerja, serta gotong royong dari para anggotanya.
Sebagai narasumber, pelatihan menghadirkan Mas Bobby dari Kelompok Tani Tambakrejo, yang dikenal sebagai juara 1 lomba urban farming Kota Semarang tahun 2024.
Kehadiran Mas Bobby membawa perspektif praktis dan inspiratif mengenai penerapan pertanian perkotaan berbasis komunitas di wilayah rawan banjir.
Pelatihan ini diikuti oleh 14 peserta, terdiri dari 10 anggota aktif KWT Barokah, 3 perwakilan UNNES, dan 1 orang penyuluh pertanian lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian Kota Semarang, wilayah Kecamatan Gayamsari.
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari sosialisasi yang telah dilakukan sebelumnya, dan ditujukan sebagai langkah awal untuk menerapkan pertanian hortikultura di lingkungan perkotaan.
Materi pelatihan berfokus pada praktik langsung pembuatan media tanam, dengan bahan sederhana dan mudah diperoleh, yaitu ½ colt tanah ½ karung sekam dan 4 karung pupuk kandang.
Peserta tidak hanya diajak untuk mencampur bahan secara langsung, tetapi juga diajak berdiskusi mengenai fungsi setiap komponen, serta tantangan penerapannya dalam skala rumah tangga maupun komunitas.
"Kegiatan ini bukan hanya membekali keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat kesadaran kolektif tentang pentingnya pengembangan urban farming yang mandiri, berkelanjutan, dan berpihak pada pemberdayaan perempuan,"jelas Dr. Muh. Sholeh dalam sambutannya.
Lebih jauh, kegiatan ini juga berkontribusi nyata terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Setidaknya terdapat lima tujuan yang berkaitan langsung, yaitu:
SDG 1: Tanpa Kemiskinan, melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis pertanian
SDG 2: Tanpa Kelaparan, dengan memperkuat ketahanan pangan lokal
SDG 5: Kesetaraan Gender, melalui keterlibatan aktif perempuan sebagai pelaku utama
SDG 11: Kota dan Permukiman Berkelanjutan, lewat pengembangan urban farming
SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, dengan membangun sinergi antara akademisi, pemerintah, dan komunitas lokal
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi dasar dari pendampingan berkelanjutan yang mampu memperkuat praktik pertanian ramah lingkungan di kawasan perkotaan.
UNNES berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui kolaborasi yang berdampak nyata dan berkelanjutan.
***



