Melalui Program RSLH, PT Djarum dan Polytron Renovasi 92 Rumah Tak Layak Huni di Kabupaten Kudus

PT Djarum dan Polytron menargetkan renovasi total sebanyak 300 rumah di tahun 2025. Jika target ini tercapai, maka total rumah yang telah direnovasi sejak tahun 2022 akan mencapai 515 unit.

Kamis, 24 April 2025 - 17:54 WIB
Melalui Program RSLH, PT Djarum dan Polytron Renovasi 92 Rumah Tak Layak Huni di Kabupaten Kudus
General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto dan Direktur Jenderal Tata Kelola dan Pengendalian Risiko Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman RI Brigjen Pol Dr Azis Andriansyah meninjau Rumah Sederhana Layak Huni di Kudus, Jawa Tengah (24/4).
Melalui Program RSLH, PT Djarum dan Polytron Renovasi 92 Rumah Tak Layak Huni di Kabupaten Kudus
Melalui Program RSLH, PT Djarum dan Polytron Renovasi 92 Rumah Tak Layak Huni di Kabupaten Kudus

WAWASAN.NEWS – PT Djarum bersama Polytron kembali menunjukkan komitmennya dalam pengentasan kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Kudus, melalui program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH).

Pada tahap pertama program di tahun 2025 ini, sebanyak 92 unit rumah tidak layak huni telah direnovasi atau dibangun ulang dengan total anggaran lebih dari Rp5 miliar.

Program RSLH ini merupakan bagian dari target renovasi 300 rumah sepanjang tahun 2025. Pada tahap pertama ini, rumah-rumah yang diperbaiki tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Bae (25 rumah), Gebog (14 rumah), Jati (22 rumah), dan Kaliwungu (31 rumah).

Setiap unit rumah mendapatkan alokasi dana sekitar Rp55 juta untuk renovasi menyeluruh, tanpa membebani penerima manfaat biaya apapun.

Seremoni serah terima simbolis kepada para penerima bantuan diselenggarakan di Pendopo Kabupaten Kudus pada Kamis, 24 April 2025.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Direktur Jenderal Tata Kelola dan Pengendalian Risiko Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Brigjen Pol Dr. Azis Andriansyah, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto, General Services PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) Max Arif Pramono, serta perwakilan dari pemerintah kabupaten, kecamatan, dan desa setempat.

Salah satu penerima bantuan, Purwanto—warga Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae—mengaku sangat bersyukur atas bantuan renovasi rumah yang diterimanya. Sebagai pemulung, ia mengaku kesulitan memperbaiki rumahnya yang hampir roboh.

"Saya bersyukur mendapat bantuan renovasi rumah ini. Karena pekerjaan saya sebagai pemulung, saya tidak mampu memperbaiki rumah saat atapnya bocor dan pondasinya mulai rapuh. Terima kasih PT Djarum dan Polytron yang telah merenovasi rumah saya tanpa biaya sepeser pun," ucap Purwanto dengan haru.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan apresiasinya kepada PT Djarum dan Polytron yang telah menunjukkan peran aktif sektor swasta dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

"Kami berharap program ini terus berlanjut dan konsisten, sehingga semakin banyak warga Kudus yang merasakan manfaatnya dan dapat hidup lebih sejahtera," ujar Sam’ani.

General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto, menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk bakti PT Djarum kepada masyarakat Kudus, yang telah mendukung perusahaan selama 74 tahun.

"Kami berharap peresmian program ini menjadi kado manis bagi masyarakat di sekitar dan mampu mendukung upaya pengentasan kemiskinan ekstrem secara berkelanjutan," tutur Budiharto.

Program RSLH mengusung prinsip total intervensi, mencakup tiga aspek utama: aman, nyaman, dan sehat.

Setiap rumah dibangun dengan struktur kokoh, sirkulasi udara dan pencahayaan yang memadai, serta sanitasi yang layak.

Proses pembangunan pun melibatkan warga sekitar, guna menumbuhkan rasa memiliki dan kebersamaan.

CEO Polytron, Hariono, juga menekankan bahwa partisipasi dalam program ini adalah perwujudan tanggung jawab sosial perusahaan, apalagi dengan keberadaan tiga pabrik Polytron di Kudus dan sekitarnya.
"Kami ingin keberadaan kami di tengah masyarakat benar-benar membawa dampak positif. Semoga rumah yang telah direnovasi ini membawa kenyamanan dan harapan baru bagi para penerima," ujar Hariono.

Rumah Pak Purwanto setelah dibangun ulang dan direnovasi oleh PT Djarum melalui program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH)

Rumah Pak Purwanto setelah dibangun ulang dan direnovasi oleh PT Djarum melalui program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH)

Dari 92 rumah yang direnovasi, 61 di antaranya merupakan kontribusi PT Djarum dan 31 rumah lainnya berasal dari Polytron.

Selain itu, PT Djarum dan Polytron menargetkan renovasi total sebanyak 300 rumah di tahun 2025.

Jika target ini tercapai, maka total rumah yang telah direnovasi sejak tahun 2022 akan mencapai 515 unit.

Sejak 2022, PT Djarum dan perusahaan afiliasinya telah merenovasi 362 rumah di Jawa Tengah, yang tersebar di Grobogan, Rembang, Demak, Blora, Pemalang, dan Kudus. Kudus sendiri menyumbang angka tertinggi dengan total 307 rumah yang telah direnovasi.

Program ini membuktikan bahwa sinergi antara sektor swasta dan pemerintah dapat membawa perubahan nyata bagi masyarakat, terutama mereka yang berada di bawah garis kemiskinan.

Dengan hunian yang layak, diharapkan kualitas hidup masyarakat terus meningkat seiring waktu.

***

redaksi www.wawasan.news
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI