Siapkan Calon Guru Berkarakter, UPGRIS Tanamkan Edukasi Perubahan Iklim Sejak Program Magang

Program magang dirancang selaras dengan tema “UPGRIS Mengedukasi Perubahan Iklim”, sebagai wujud kepedulian perguruan tinggi terhadap isu lingkungan sekaligus dukungan terhadap agenda pembangunan berkelanjutan pemerintah.

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:29 WIB
Siapkan Calon Guru Berkarakter, UPGRIS Tanamkan Edukasi Perubahan Iklim Sejak Program Magang

WAWASAN.NEWS, SEMARANG, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia (UPGRIS) Semarang terus memperkuat perannya dalam menyiapkan calon pendidik yang adaptif terhadap tantangan zaman.

Melalui Program Magang Kependidikan Tahun Akademik 2025/2026, UPGRIS mengintegrasikan edukasi perubahan iklim kepada 1.265 mahasiswa yang mengikuti pembekalan di Balairung UPGRIS, Rabu (14/1/2026).

Kegiatan pembekalan ini diselenggarakan oleh Pusat Karir, PPL, dan Pemagangan Lembaga Pengembangan Profesi (LPP) UPGRIS.

Program magang dirancang selaras dengan tema “UPGRIS Mengedukasi Perubahan Iklim”, sebagai wujud kepedulian perguruan tinggi terhadap isu lingkungan sekaligus dukungan terhadap agenda pembangunan berkelanjutan pemerintah.

Rektor UPGRIS, Dr. Sri Suciati, M.Hum., menyampaikan bahwa dunia pendidikan saat ini menghadapi perubahan besar akibat kemajuan teknologi dan internet. Kondisi tersebut menuntut guru untuk beradaptasi dengan peran baru yang tidak lagi sekadar menyampaikan materi pelajaran.

Guru Tak Tergantikan dalam Membangun Karakter

Menurut Rektor, meskipun teknologi semakin canggih dan mampu menggantikan banyak fungsi pembelajaran, peran guru dalam membentuk karakter dan kepribadian siswa tetap tidak tergantikan.

Ia menambahkan bahwa keteladanan guru juga menjadi kunci dalam menanamkan kepedulian terhadap lingkungan hidup dan perubahan iklim, terutama di tengah meningkatnya ancaman bencana alam.

Edukasi Iklim Jadi Bagian Pembelajaran

Sementara itu, Kepala Pusat Karir, PPL, dan Pemagangan UPGRIS, Dr. Prasetyo, M.Pd., menjelaskan bahwa integrasi edukasi perubahan iklim telah dimulai sejak tahap persiapan mahasiswa.

Sebanyak 1.265 mahasiswa dari 13 program studi akan menjalani magang kependidikan selama tiga bulan di 110 sekolah jenjang PAUD, TK, SD, SMP, SMA, dan SMK di berbagai wilayah Jawa Tengah. Selama magang, mahasiswa diharapkan aktif mengampanyekan kesadaran perubahan iklim melalui kegiatan pembelajaran di sekolah.

Prasetyo menambahkan, pembekalan magang tidak hanya berfokus pada penguasaan materi ajar, tetapi juga pada penguatan kompetensi pribadi, etika komunikasi lisan, serta pemanfaatan media pembelajaran sesuai perkembangan teknologi.

Mahasiswa juga dibekali kemampuan menyusun perangkat pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran mendalam, sehingga mampu mengimplementasikan kurikulum terbaru secara efektif.

Jawaban Tantangan Pendidikan Era Digital

Rektor UPGRIS juga menyoroti tantangan pendidikan di era media sosial yang kerap lebih menarik perhatian siswa dibandingkan buku atau artikel ilmiah.

Selain itu, ia menekankan pentingnya pemahaman terhadap karakter siswa yang beragam agar potensi masing-masing peserta didik dapat berkembang secara optimal.

Melalui program magang kependidikan berbasis edukasi perubahan iklim ini, UPGRIS berharap dapat melahirkan calon guru yang adaptif terhadap teknologi, berkarakter kuat, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan dan masa depan bumi.

redaksi www.wawasan.news
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI