Revitalisasi Persatuan Pemuda Dusun Tampingan Melalui Buku Program Tahunan

Program yang berlangsung selama 42 hari masa pengabdian ini menjadi salah satu upaya untuk memperkuat peran pemuda sebagai penggerak pembangunan sosial di lingkungan desa.

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:11 WIB
Revitalisasi Persatuan Pemuda Dusun Tampingan Melalui Buku Program Tahunan

WAWASAN.NEWS, BATANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 71 Universitas Diponegoro melaksanakan program penyusunan buku program tahunan bagi Persatuan Pemuda Dusun Tampingan, Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang. 

Program yang berlangsung selama 42 hari masa pengabdian ini menjadi salah satu upaya untuk memperkuat peran pemuda sebagai penggerak pembangunan sosial di lingkungan desa.

Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui serangkaian observasi, identifikasi potensi, serta diskusi dua arah bersama para pemuda Dusun Tampingan.

Tujuannya adalah agar berbagai ide, kegiatan, dan inisiatif yang selama ini dijalankan tidak hanya bersifat insidental atau episodik, tetapi dapat direncanakan dan dilaksanakan secara lebih terarah, sistematis, dan berkelanjutan.

Pemuda memiliki posisi strategis sebagai generasi penerus sekaligus agen perubahan dalam masyarakat.

Selain melanjutkan estafet kepemimpinan di masa depan, pemuda juga memiliki peran penting dalam menciptakan inovasi dan mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki lingkungan sekitarnya. 

Oleh karena itu, diperlukan sebuah wadah yang mampu mengintegrasikan gagasan, mempertemukan berbagai kepentingan, dan menerjemahkannya ke dalam program kerja yang berkesinambungan.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, mahasiswa KKN-T IDBU 71 Undip bersama Persatuan Pemuda Dusun Tampingan menyusun sebuah buku program tahunan sebagai instrumen perencanaan kegiatan selama satu tahun ke depan.

Koordinator Program Sosial Kemasyarakatan (Sosmas) KKN-T IDBU 71 Undip, Wima Rangga Raditya, mengatakan bahwa penyusunan buku program tahunan ini diharapkan mampu menjadi pedoman bagi organisasi pemuda dalam menjalankan berbagai kegiatan secara lebih terstruktur.

"Program penyusunan buku program tahunan ini kami rancang sebagai upaya memperkuat organisasi kepemudaan di Dusun Tampingan agar memiliki arah pengembangan yang lebih jelas dan berkelanjutan. Kami ingin berbagai ide, kegiatan, dan potensi yang dimiliki pemuda tidak hanya berjalan secara insidental, tetapi dapat direncanakan dan dilaksanakan secara sistematis dari tahun ke tahun," ujar Wima Rangga Raditya.

Buku program tahunan tersebut memuat berbagai informasi penting, mulai dari struktur organisasi atau organogram kepemudaan, rencana kegiatan tahunan, hingga gambaran kondisi sosial kemasyarakatan Dusun Tampingan.

Kehadiran buku ini diharapkan dapat menjadi acuan bersama dalam menyusun prioritas kegiatan sekaligus memperkuat koordinasi antaranggota organisasi pemuda.

Proses penyusunannya pun dilakukan secara partisipatif. Mahasiswa KKN tidak menyusun program secara sepihak, melainkan melibatkan pemuda setempat dalam setiap tahapan, mulai dari identifikasi kebutuhan, pemetaan potensi, hingga penyusunan program kerja yang dianggap relevan dengan kondisi masyarakat.

Menurut Wima, pendekatan partisipatif menjadi kunci penting agar buku program tersebut benar-benar lahir dari kebutuhan dan aspirasi pemuda Dusun Tampingan.

"Penyusunan buku program tahunan dilakukan melalui proses diskusi dan partisipasi aktif para pemuda Dusun Tampingan. Kami tidak ingin buku ini hanya menjadi dokumen administratif, melainkan menjadi pedoman bersama yang benar-benar mencerminkan kebutuhan, aspirasi, serta potensi pemuda setempat," katanya.

Lebih dari sekadar dokumen perencanaan, buku program tahunan ini juga memiliki nilai historis dan kultural.

Setiap program yang tercantum di dalamnya merupakan representasi dari perjalanan organisasi pemuda serta tradisi dan budaya yang selama ini diwariskan secara turun-temurun di Dusun Tampingan.

Dengan adanya dokumentasi yang lebih sistematis, berbagai kegiatan dan pengalaman organisasi diharapkan tidak hilang seiring pergantian generasi.

Sebaliknya, pengalaman tersebut dapat menjadi referensi bagi generasi berikutnya dalam mengembangkan organisasi dan merancang kegiatan yang lebih inovatif.

Program ini sekaligus menjadi bentuk komitmen mahasiswa KKN-T IDBU 71 Undip dalam mendukung penguatan kapasitas kelembagaan masyarakat desa.

Melalui pendampingan yang dilakukan, mahasiswa tidak hanya membantu menyusun dokumen program kerja, tetapi juga mendorong terciptanya budaya perencanaan yang berkelanjutan di kalangan pemuda.

Di akhir masa pengabdian, mahasiswa berharap buku program tahunan tersebut dapat terus digunakan, diperbarui, dan dikembangkan oleh generasi pemuda berikutnya sehingga kebermanfaatannya tidak berhenti setelah program KKN selesai.

"Harapan kami, buku program tahunan ini dapat menjadi warisan organisasi yang terus dikembangkan oleh generasi pemuda berikutnya. Dengan demikian, keberlanjutan program dan semangat kolaborasi yang telah dibangun selama KKN dapat tetap terjaga meskipun masa pengabdian mahasiswa telah berakhir," pungkas Wima Rangga Raditya.

Melalui penyusunan buku program tahunan ini, Persatuan Pemuda Dusun Tampingan diharapkan memiliki fondasi organisasi yang lebih kuat, terarah, dan mampu menjadi motor penggerak berbagai kegiatan positif di tengah masyarakat secara berkelanjutan.

***

redaksi www.wawasan.news
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI