Pemilihan Rektor UPGRIS Berjalan Sejuk, Ketua PGRI Jateng: Bukti Matangnya Regenerasi Kepemimpinan Kampus

Muhdi menilai kultur organisasi di UPGRIS kini semakin matang sehingga regenerasi kepemimpinan berjalan secara alamiah. Sosok yang dinilai layak memimpin biasanya sudah terlihat sejak awal melalui proses kaderisasi dan pengalaman organisasi yang panjang.

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:32 WIB
Pemilihan Rektor UPGRIS Berjalan Sejuk, Ketua PGRI Jateng: Bukti Matangnya Regenerasi Kepemimpinan Kampus
Ketua PGRI Jawa Tengah, Dr Muhdi SH MHum, usai mengikuti paparan visi dan misi calon rektor UPGRIS, di kampus tersebut, Rabu (20/5/2026).

WAWASAN.NEWS, Proses pemilihan rektor di Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Masa Jabatan 2026-2030 berlangsung tenang, dengan hanya menghadirkan satu calon.
Dinamika pemilihan ini dinilai sebagai gambaran kuatnya sistem regenerasi kepemimpinan, dan semakin matangnya ekosistem organisasi di lingkungan kampus.

Pandangan tersebut disampaikan Ketua PGRI Jawa Tengah, Dr Muhdi SH MHum, usai mengikuti paparan visi dan misi calon rektor UPGRIS, di kampus tersebut, Rabu (20/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut hadir pula Rektor UPGRIS Dr Sri Suciati MHum  serta calon rektor Dr Sapto Budoyo SH MH.

Muhdi mengapresiasi jalannya proses pemilihan yang dinilainya berlangsung sehat, terbuka, dan sarat semangat keberlanjutan.

Menurutnya, visi yang dipaparkan calon rektor menunjukkan arah pengembangan kampus yang jelas dan relevan dengan kebutuhan pendidikan tinggi masa kini.

“Alhamdulillah hari ini kita mengikuti paparan visi calon rektor. Kami tentu berterima kasih karena calon rektor masih memberikan perhatian besar terhadap arah pengembangan UPGRIS melalui visi dan misi yang disampaikan,” ujarnya.

Ia menilai terdapat tiga agenda besar yang menjadi fokus pengembangan UPGRIS ke depan, yakni peningkatan akses pendidikan, peningkatan mutu, serta penguatan dampak nyata kampus bagi masyarakat luas.

Menurut Muhdi, arah tersebut sangat penting bagi perguruan tinggi swasta yang dituntut untuk terus tumbuh dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Salah satu indikator kemajuan perguruan tinggi swasta, kata dia, adalah meningkatnya jumlah mahasiswa dari tahun ke tahun.

“Kampus swasta itu maju apabila jumlah mahasiswanya terus bertumbuh. Kebetulan program pemerintah sekarang juga sedang berupaya meningkatkan akses pendidikan tinggi. Maka saya kira UPGRIS harus ikut berpartisipasi di situ,” katanya.

Meski demikian, ia mengingatkan agar pengembangan kampus tetap dilakukan secara terukur, termasuk dalam pembukaan program studi baru agar tidak mengabaikan kekuatan program yang telah berjalan baik selama ini.

Selain akses pendidikan, Muhdi juga menilai capaian mutu UPGRIS saat ini sudah berada pada level yang sangat baik.

Status akreditasi unggul dan berbagai penghargaan dari pemerintah disebut menjadi bukti bahwa reputasi kampus semakin diperhitungkan di tingkat nasional.

“UPGRIS sekarang sudah sampai pada level akreditasi unggul. Reputasinya juga luar biasa. Prestasinya sudah terlihat dan penghargaan dari Dikti terhadap UPGRIS juga sangat besar,” ujarnya.

Ia bahkan mencontohkan keterlibatan UPGRIS dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional sebagai bentuk pengakuan pemerintah terhadap kualitas institusi tersebut.

Menurut Muhdi, salah satu kekuatan utama UPGRIS terletak pada Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang selama ini dinilai memiliki kualitas unggul.

“Kenapa bisa begitu? Karena PPG kita memang termasuk yang terbaik,” katanya.

Tak hanya soal mutu akademik, Muhdi juga menyoroti pentingnya konsep pendidikan berdampak yang kini menjadi arah kebijakan pemerintah.

Ia menilai visi calon rektor sudah sejalan dengan kebutuhan tersebut, di mana lulusan, penelitian, hingga pengabdian masyarakat harus memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.

Sebagai kampus yang berada di bawah naungan PGRI, ia berharap kepemimpinan baru nantinya mampu melanjutkan fondasi yang telah dibangun para pemimpin sebelumnya.

“Jujur saja, kita sekarang tumbuh karena setiap rektor berikutnya selalu melanjutkan dan menyempurnakan capaian rektor sebelumnya. Jadi ada kesinambungan,” tuturnya.

Muhdi juga berharap seluruh unsur pimpinan kampus nantinya mampu membangun budaya kerja yang semakin kolaboratif demi memperkuat kemajuan institusi.

Salah satu hal yang cukup menjadi perhatian publik dalam pemilihan rektor kali ini adalah hadirnya calon tunggal. Namun menurut Muhdi, kondisi tersebut bukan disebabkan minimnya kader ataupun tertutupnya proses penjaringan.

Ia menegaskan bahwa proses pencalonan tetap dibuka secara luas bagi siapa saja yang memenuhi syarat. Bahkan apabila jumlah calon terlalu sedikit, masa pendaftaran akan diperpanjang.

“Bukan karena tidak dibuka. Tetap dibuka. Tapi semakin dewasa, proses seleksi biasanya sudah terjadi jauh-jauh sebelumnya,” katanya.

Muhdi menilai kultur organisasi di UPGRIS kini semakin matang sehingga regenerasi kepemimpinan berjalan secara alamiah.

Sosok yang dianggap layak memimpin biasanya sudah terlihat sejak awal melalui proses kaderisasi dan pengalaman organisasi yang panjang.

Ia pun mengapresiasi kepemimpinan Rektor UPGRIS saat ini yang dinilai berhasil menyiapkan generasi penerus.

“Sukses seorang pemimpin itu salah satunya mampu menyiapkan pemimpin berikutnya. Dan saya kira itu berhasil dilakukan Bu Rektor,” ujarnya.

Muhdi mengaku bersyukur proses pemilihan berlangsung damai tanpa konflik berkepanjangan.

Menurutnya, suasana yang kondusif akan membuat pemimpin terpilih nantinya bisa langsung bekerja dan fokus menjalankan program-program pengembangan kampus.

Sementara itu, Rektor UPGRIS Sri Suciati juga menyampaikan rasa syukur atas kelancaran proses pemilihan rektor yang berjalan baik dan menghasilkan sosok penerus dengan visi yang jelas terhadap masa depan kampus.

“Saya bersyukur proses pemilihan calon rektor ini berjalan baik dan lancar. Dan saya juga bersyukur karena akhirnya kita memiliki penerus yang mempunyai visi ke depan sangat baik,” katanya.

Sri Suciati menilai visi dan misi yang disampaikan calon rektor sangat relevan dengan tantangan pendidikan tinggi saat ini. Ia berharap kepemimpinan baru nantinya mampu membawa UPGRIS melangkah lebih jauh dan mencapai lompatan kemajuan yang lebih besar.

“Kita tentu berharap kepemimpinan yang akan datang benar-benar bisa melangkah lebih jauh dan bahkan melompat lebih tinggi lagi untuk mencapai tujuan bersama,” ujarnya.

Terkait hadirnya calon tunggal, Sri Suciati justru melihat hal tersebut sebagai bentuk kepercayaan besar sivitas akademika terhadap sosok calon pemimpin yang ada.

“Itu adalah refleksi dari bulatnya tekad kita untuk memperoleh calon pemimpin yang baik. Itu bentuk kepercayaan yang luar biasa dari sivitas akademika terhadap calon pemimpin yang ada,” katanya.

Dengan proses pemilihan yang berlangsung kondusif dan visi keberlanjutan yang kuat, UPGRIS dinilai tengah menunjukkan diri sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya fokus pada pertumbuhan akademik, tetapi juga matang dalam membangun budaya kepemimpinan dan regenerasi organisasi.

***

redaksi www.wawasan.news
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI