Media Pembelajaran Kreatif Tingkatkan Antusiasme Siswa

Melalui pemanfaatan media pembelajaran kreatif, UPGRIS kembali menunjukkan bahwa PPL Internasional dan KKN Internasional bukan sekadar kegiatan mobilitas mahasiswa, tetapi juga wahana transfer inovasi pendidikan.

Selasa, 20 Januari 2026 - 06:57 WIB
Media Pembelajaran Kreatif Tingkatkan Antusiasme Siswa

WAWASAN.NEWS, Suasana belajar di sejumlah sekolah mitra di Hat Yai, Tailan Selatan, menjadi lebih hidup berkat pemanfaatan media pembelajaran kreatif yang dikembangkan mahasiswa Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang(UPGRIS).

Melalui program PPL Internasional dan KKN Internasional, mahasiswa menghadirkan berbagai alat bantu belajar sederhana namun inovatif untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran sebagai bagian dari implementasi MBKM dan penguatan Kerja Sama Internasional bersama Al Hidayah Foundation.

Berbagai media yang digunakan dirancang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah mitra.

Mahasiswa memanfaatkan bahan-bahan yang mudah diperoleh untuk membuat kartu bergambar, papan interaktif, permainan edukatif, alat peraga matematika dan sains sederhana, media literasi, hingga lembar aktivitas yang mendorong siswa belajar secara aktif.

Pendekatan ini membuktikan bahwa inovasi pembelajaran tidak selalu bergantung pada teknologi canggih, tetapi dapat diwujudkan melalui kreativitas dan pemahaman terhadap kebutuhan peserta didik.

Pemanfaatan media pembelajaran menjadi salah satu strategi mahasiswa dalam menciptakan suasana kelas yang lebih menyenangkan.

Siswa diajak belajar melalui aktivitas yang melibatkan pengamatan, diskusi, permainan, dan praktik langsung sehingga mereka lebih antusias mengikuti pelajaran.

Guru-guru di sekolah mitra juga terlibat dalam proses penggunaan media tersebut agar dapat menerapkannya kembali setelah program berakhir.

Rektor UPGRIS, Dr. Sri Suciati, M.Hum., menyampaikan bahwa kreativitas merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki calon pendidik di era global.

"Kami mendorong mahasiswa untuk menghadirkan solusi pembelajaran yang sederhana tetapi berdampak. Media pembelajaran kreatif yang mereka kembangkan menunjukkan bahwa inovasi dapat lahir dari pemahaman terhadap kebutuhan siswa. Melalui kerja sama internasional ini, mahasiswa tidak hanya belajar, tetapi juga berbagi praktik baik kepada sekolah mitra," ujarnya.

Program PPL Internasional dan KKN Internasional yang difasilitasi melalui kemitraan dengan Al Hidayah Foundation memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan berbagai gagasan inovatif yang selama ini dipelajari di kampus.

Sebelum digunakan di kelas, media pembelajaran didiskusikan bersama guru pamong agar sesuai dengan karakteristik peserta didik, kurikulum sekolah, dan konteks budaya di Tailan Selatan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi model IPCSA 5E yang dikembangkan UPGRIS. Pilar Education diwujudkan melalui penggunaan media pembelajaran yang meningkatkan kualitas proses belajar. 

Exchange tercermin dari pertukaran ide dan pengalaman mengenai pengembangan media ajar antara mahasiswa dan guru di sekolah mitra.

Pada aspek Engagement, guru dan mahasiswa bersama-sama merancang serta mengevaluasi penggunaan media pembelajaran di kelas. Selanjutnya, Empowerment diwujudkan melalui pemberian contoh media yang mudah dibuat dan dapat digunakan secara berkelanjutan oleh sekolah.

Sementara itu, Employability diperkuat melalui pengalaman mahasiswa dalam mendesain media pembelajaran, mengelola kelas, berkolaborasi lintas budaya, serta mengembangkan kreativitas sebagai bekal memasuki dunia kerja profesional.

Kepala UPT Kerja Sama dan Urusan Internasional (KUI) UPGRIS, Dr. Nur Hidayat, M.Hum., menjelaskan bahwa keberhasilan program internasional tidak hanya diukur dari mobilitas mahasiswa, tetapi juga dari kontribusi yang dapat dimanfaatkan oleh mitra.

"Kami berharap setiap mahasiswa meninggalkan nilai tambah bagi sekolah. Media pembelajaran yang mereka hasilkan menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata yang dapat terus digunakan oleh guru. Hal ini menunjukkan bahwa kerja sama internasional menghasilkan manfaat yang berkelanjutan," jelasnya.

Guru mitra di salah satu sekolah binaan Al Hidayah Foundation mengaku melihat perubahan positif pada proses pembelajaran setelah media tersebut digunakan.

"Siswa menjadi lebih aktif dan mudah memahami materi karena mereka belajar sambil bermain dan berinteraksi langsung dengan media yang digunakan. Kami juga memperoleh banyak ide baru yang dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari," ungkapnya.

Salah seorang mahasiswa peserta program mengaku bahwa merancang media pembelajaran di lingkungan internasional menjadi pengalaman yang menantang sekaligus membanggakan.

"Kami harus menyesuaikan media dengan bahasa, budaya, dan kebutuhan siswa di Tailan Selatan. Ketika melihat siswa begitu antusias menggunakan media yang kami buat, kami merasa semua proses persiapan yang dilakukan terbayar dengan hasil yang sangat memuaskan," tuturnya.

Melalui pemanfaatan media pembelajaran kreatif, UPGRIS kembali menunjukkan bahwa PPL Internasional dan KKN Internasional bukan sekadar kegiatan mobilitas mahasiswa, tetapi juga wahana transfer inovasi pendidikan.

Bersama Al Hidayah Foundation, program di Hat Yai, Tailan Selatan, memperkuat implementasi MBKM, memperluas jejaring Pendidikan Internasional, serta menghadirkan Kerja Sama Internasional yang memberikan dampak nyata melalui penerapan nilai-nilai IPCSA 5E bagi sekolah, guru, siswa, dan mahasiswa.

redaksi www.wawasan.news
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI