Mahasiswa Ikut Bersihkan Sekolah Pascabanjir Landa Tailan Selatan
Ketua UPT Kantor Urusan Internasional (KUI) UPGRIS, Dr. Nur Hidayat, M.Hum., menjelaskan bahwa kegiatan kemanusiaan seperti ini merupakan bagian penting dari tujuan program internasional yang dikembangkan oleh UPGRIS.
WAWASAN.NEWS, Mahasiswa Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS) yang mengikuti program PPL Internasional dan KKN Internasional di Tailan Selatan, menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat dengan bergotong royong membersihkan lingkungan sekolah yang terdampak banjir.
Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama guru, siswa, serta masyarakat setempat di bawah koordinasi Al Hidayah Foundation, sebagai bagian dari implementasi Kerja Sama Internasional antara UPGRIS dan lembaga pendidikan di Tailan Selatan.
Aksi sosial ini menjadi bukti bahwa program internasional tidak hanya berorientasi pada kegiatan akademik dan pembelajaran di kelas, tetapi juga membangun karakter, kepedulian sosial, serta kemampuan mahasiswa dalam beradaptasi dengan berbagai kondisi di lingkungan global.
Melalui semangat gotong royong, mahasiswa membantu membersihkan ruang kelas, halaman sekolah, saluran air, serta peralatan belajar yang terdampak banjir agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan dengan normal.
Kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata dari konsep MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar langsung dari kehidupan masyarakat internasional.
Selain memperoleh pengalaman mengajar di sekolah mitra, mahasiswa juga dilatih menjadi agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan tempat mereka mengabdi.
Selama proses pembersihan, mahasiswa bekerja berdampingan dengan para guru dan warga sekolah tanpa memandang perbedaan bahasa maupun budaya.
Semangat kolaborasi tersebut menjadi pengalaman berharga yang memperkuat kemampuan komunikasi lintas budaya, kepemimpinan, kerja sama tim, serta rasa empati terhadap masyarakat di negara lain.
Ketua UPT Kantor Urusan Internasional (KUI) UPGRIS, Dr. Nur Hidayat, M.Hum., menjelaskan bahwa kegiatan kemanusiaan seperti ini merupakan bagian penting dari tujuan program internasional yang dikembangkan oleh UPGRIS.
"Kami ingin mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kemampuan berkolaborasi secara global, dan mampu menjadi duta bangsa yang membawa nilai-nilai kemanusiaan. Pengalaman seperti ini merupakan bagian penting dari proses pembelajaran internasional," ungkapnya.
Pendamping Lapangan (DPL) program PPL-KKN, Dr. Wawan Priyanto, S.Pd., M.Pd. Internasional juga menilai bahwa kondisi pascabanjir menjadi momentum bagi mahasiswa untuk menunjukkan kepedulian secara langsung kepada masyarakat.
"Ketika sekolah mengalami musibah, mahasiswa tidak hanya datang sebagai praktikan mengajar, tetapi hadir sebagai keluarga yang ikut membantu. Inilah makna pengabdian yang sesungguhnya," jelasnya.
Adul Meatam, Kepala Yayasan Al Hidayah Foundation mengapresiasi keterlibatan mahasiswa UPGRIS dalam proses pemulihan lingkungan sekolah.
Menurutnya, bantuan tersebut mempercepat proses pembersihan sehingga aktivitas belajar dapat segera kembali berlangsung.
"Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa UPGRIS. Mereka bekerja dengan penuh semangat sejak pagi hingga selesai. Kehadiran mereka memberikan energi positif bagi guru maupun siswa," ujar Adul.
Salah seorang mahasiswa peserta PPL-KKN Internasional mengaku bahwa pengalaman tersebut menjadi pelajaran yang tidak akan diperoleh di ruang kuliah.
"Kami belajar bahwa menjadi pendidik bukan hanya mengajar di depan kelas. Kami juga harus hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan. Pengalaman ini mengajarkan arti empati, tanggung jawab, dan kerja sama lintas budaya," tuturnya.
Seluruh rangkaian kegiatan tersebut sejalan dengan pendekatan IPCSA 5E yang diterapkan UPGRIS dalam setiap program internasional, yaitu Engagement, Empowerment, Experience, Excellence, dan Expansion.
Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan sosial, mahasiswa memperoleh pengalaman nyata (Experience), membangun hubungan yang kuat dengan masyarakat (Engagement), memberdayakan komunitas sekolah (Empowerment), meningkatkan kualitas kompetensi global (Excellence), serta memperluas jejaring kerja sama internasional (Expansion).
Program PPL Internasional dan KKN Internasional di Tailan Selatan menjadi salah satu bentuk komitmen UPGRIS dalam memperkuat ekosistem Pendidikan Internasional yang tidak hanya menghasilkan lulusan berdaya saing global, tetapi juga memiliki karakter kemanusiaan yang kuat.
Bersama Al Hidayah Foundation di kawasan Hat Yai, mahasiswa memperoleh ruang belajar yang autentik untuk mengembangkan kompetensi profesional, kepemimpinan, dan kepedulian sosial melalui implementasi nyata Kerja Sama Internasional yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.



