Kolaborasi Guru Tailan dan Mahasiswa UPGRIS

Melalui kolaborasi antara guru Tailan dan mahasiswa UPGRIS, program PPL Internasional dan KKN Internasional di Hat Yai, Tailan Selatan, menghadirkan praktik terbaik dalam Pendidikan Internasional.

Senin, 19 Januari 2026 - 11:00 WIB
Kolaborasi Guru Tailan dan Mahasiswa UPGRIS

WAWASAN.NEWS, Program PPL Internasional dan KKN Internasional Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang(UPGRIS) di Tailan Selatan tidak hanya menjadi ruang belajar bagi mahasiswa, tetapi juga menghadirkan kolaborasi profesional antara guru-guru sekolah mitra dan calon pendidik dari Indonesia.

Melalui kemitraan bersama Al Hidayah Foundation, kegiatan pembelajaran dikembangkan secara kolaboratif sehingga menciptakan pertukaran pengalaman, metode mengajar, dan wawasan pendidikan yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

Di sejumlah sekolah mitra di wilayah Hat Yai, mahasiswa UPGRIS tidak langsung mengajar secara mandiri.

Mereka terlebih dahulu melakukan observasi kelas, berdiskusi dengan guru pamong, menyusun perangkat pembelajaran bersama, hingga melaksanakan co-teaching atau mengajar bersama.

Pendekatan ini memungkinkan guru dan mahasiswa saling bertukar gagasan mengenai strategi pembelajaran, pengelolaan kelas, penggunaan media ajar, serta cara membangun interaksi yang efektif dengan peserta didik.

Kolaborasi tersebut menjadi salah satu kekuatan utama dalam pelaksanaan program internasional UPGRIS.

Mahasiswa memperoleh pengalaman profesional secara langsung dari guru yang telah lama mengajar, sementara guru mitra mendapatkan perspektif baru mengenai pendekatan pembelajaran kreatif yang berkembang di Indonesia.

Suasana saling belajar ini menjadikan kelas sebagai laboratorium internasional yang mempertemukan berbagai praktik pendidikan dari dua negara.

Rektor UPGRIS, Dr. Sri Suciati, M.Hum., menegaskan bahwa keberhasilan kerja sama internasional tidak hanya diukur dari jumlah mahasiswa yang mengikuti program, tetapi juga dari kualitas kolaborasi akademik yang terbangun.

"Kami ingin setiap program internasional menjadi ruang pertukaran pengetahuan yang saling menguatkan. Ketika guru di Tailan dan mahasiswa UPGRIS dapat merancang serta melaksanakan pembelajaran bersama, maka terjadi proses belajar dua arah yang memberikan manfaat bagi semua pihak. Inilah semangat internasionalisasi yang sesungguhnya," ujarnya.

Program ini merupakan bagian dari implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar melalui pengalaman nyata di luar negeri.

Selain meningkatkan kompetensi pedagogik, mahasiswa juga belajar membangun komunikasi profesional, memahami budaya kerja di sekolah internasional, serta mengembangkan kemampuan beradaptasi dalam lingkungan pendidikan yang berbeda.

Kolaborasi antara guru dan mahasiswa juga selaras dengan model IPCSA 5E yang menjadi kerangka pengembangan Kerja Sama Internasional UPGRIS. Pilar Education diwujudkan melalui proses pembelajaran bersama yang meningkatkan kualitas praktik mengajar. 

Exchange terlihat dari pertukaran metode, pengalaman, dan budaya akademik antara pendidik Indonesia dan Tailan.

Pada aspek Engagement, guru, mahasiswa, dan sekolah terlibat aktif dalam merancang, melaksanakan, serta mengevaluasi pembelajaran secara kolaboratif.

Selanjutnya, Empowerment diwujudkan melalui penguatan kapasitas guru dan mahasiswa untuk terus mengembangkan inovasi pembelajaran.

Adapun Employability diperkuat melalui pengalaman bekerja dalam tim lintas budaya, kemampuan komunikasi profesional, kepemimpinan, dan kolaborasi internasional yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja.

Kepala UPT Kerja Sama dan Urusan Internasional (KUI) UPGRIS, Dr. Nur Hidayat, M.Hum., menjelaskan bahwa hubungan yang terjalin antara guru mitra dan mahasiswa menjadi fondasi penting dalam keberlanjutan kemitraan dengan Al Hidayah Foundation.

"Kolaborasi yang dibangun selama program berlangsung menunjukkan bahwa kerja sama internasional bukan sekadar pertukaran peserta, tetapi juga pertukaran keahlian. Guru dan mahasiswa belajar bersama, saling memberikan masukan, serta menciptakan inovasi pembelajaran yang dapat terus dikembangkan setelah program berakhir," jelasnya.

Guru pamong dari salah satu sekolah di Hat Yai mengungkapkan bahwa bekerja bersama mahasiswa UPGRIS memberikan pengalaman yang sangat positif.

"Mahasiswa UPGRIS terbuka terhadap masukan dan memiliki semangat belajar yang tinggi. Kami juga memperoleh inspirasi dari berbagai metode pembelajaran yang mereka bawa. Kolaborasi ini membuat kami merasa seperti satu tim yang memiliki tujuan yang sama, yaitu memberikan pembelajaran terbaik bagi siswa," tuturnya.

Salah seorang mahasiswa peserta program mengaku bahwa kesempatan mengajar bersama guru mitra memberikan pengalaman profesional yang tidak tergantikan.

"Kami belajar bagaimana menyusun pembelajaran bersama guru, berdiskusi mengenai karakter siswa, hingga mengevaluasi proses belajar setelah kelas selesai. Pengalaman ini mengajarkan kami pentingnya kolaborasi dalam dunia pendidikan dan membuat kami lebih siap menjadi guru profesional," ungkapnya.

Melalui kolaborasi antara guru Tailan dan mahasiswa UPGRIS, program PPL Internasional dan KKN Internasional di Hat Yai, Tailan Selatan, menghadirkan praktik terbaik dalam Pendidikan Internasional.

Bersama Al Hidayah Foundation, UPGRIS terus memperkuat Kerja Sama Internasional yang mendukung implementasi MBKM, membangun jejaring profesional antarpendidik, serta mewujudkan nilai-nilai IPCSA 5E melalui pembelajaran kolaboratif yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi sekolah, mahasiswa, dan masyarakat.

***

redaksi www.wawasan.news
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI