KKN IDBU-71 Undip Perkuat Branding Digital UMKM Tombo Coffee Lewat Pengelolaan Instagram
Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan Sosial Kemasyarakatan (Sosmas) KKN IDBU-71 Undip yang berlangsung pada 8 Juli hingga 18 Agustus 2026.
WAWASAN.NEWS,BATANG - Mahasiswa Program Studi Informasi dan Hubungan Masyarakat Universitas Diponegoro, Raditya Arya Sena, melaksanakan program pengelolaan platform Instagram untuk Tombo Coffee.
Kedai kopi bernuansa kekeluargaan ini berlokasi di Jl. Puncak No. KM 5, Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan Sosial Kemasyarakatan (Sosmas) KKN IDBU-71 Undip yang berlangsung pada 8 Juli hingga 18 Agustus 2026.
Program ini menjadi kelanjutan dari brand guidelines Tombo Coffee yang sebelumnya dikembangkan oleh Yovita Restu Susanti melalui program Sosmas terpisah.
Raditya Arya Sena menerapkan panduan visual tersebut ke dalam pengelolaan konten Instagram agar identitas merek Tombo Coffee tampil lebih konsisten, efektif, serta mudah dikenali audiens.
Selama program berlangsung, terdapat enam materi komunikasi digital yang terdiri dari dua konten feed, dua konten carousel, dan dua konten reels yang berhasil terpublikasi di Instagram @tombocoffee_id.
Seluruh foto dan video yang digunakan dalam konten merupakan hasil fotografi dan videografi original, tetapi tetap menerapkan color palette, elemen visual, dan gaya komunikasi yang telah dibuat dalam brand guidelines yang sudah dibuat.
Konten reels pertama memperoleh sekitar 7.600 views, 305 likes, dan 10 komentar, menjadi capaian tertinggi di antara seluruh konten yang diunggah.
Konten feed katalog produk kopi mendapat tindak lanjut langsung dari calon pelanggan berupa pertanyaan dan komunikasi lanjutan kepada pengelola Tombo Coffee melalui WhatsApp.
Hal ini menunjukkan Instagram mulai berfungsi sebagai kanal komunikasi dua arah, bukan hanya media publikasi.
Tangkapan layar Mahasiswa KKN IDBU-71 berupa bukti views dan bukti follow up customer Tombo Coffee.
Pemilik Tombo Coffee, Tarmujo, menyampaikan bahwa penataan konten yang lebih terarah membantu usahanya menyampaikan informasi kepada calon pelanggan secara lebih efektif.
"Setelah kontennya dibuat lebih tertata, kami jadi lebih terbantu untuk menyampaikan informasi Tombo Coffee lewat Instagram. Respons lanjutan dari pelanggan juga ada, sampai menghubungi WA pribadi saya saat postingan tentang kopi kemasan itu diunggah di Instagram, jadi ini membantu komunikasi kami dengan pelanggan, terutama untuk mengenalkan produk-produk yang ada di Tombo Coffee," ujar Tarmujo.
Program ini menjadi sarana penerapan mata kuliah Desain Komunikasi Visual, PR Marketing Digital, dan Kampanye Media Sosial, sekaligus kontribusi nyata terhadap penguatan kapasitas digital pelaku UMKM di Kabupaten Batang, Kecamatan Bandar.



