Empat Profesor Baru UNNES Resmi Dikukuhkan, Perkuat Inovasi dari Olahraga hingga Teknologi Berbasis Lingkungan
Keempat profesor yang dikukuhkan berasal dari bidang pedagogi olahraga, seni budaya karawitan, kimia terapan, serta keterampilan berbicara—empat bidang yang dinilai memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan zaman.
WAWASAN.NEW, SEMARANG — Universitas Negeri Semarang (UNNES) kembali menegaskan posisinya sebagai kampus berdaya saing global melalui pengukuhan empat guru besar baru dari bidang-bidang strategis.
Prosesi akademik yang berlangsung di Auditorium Prof. Wuryanto UNNES pada Senin, 20 April 2026 tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap masyarakat dan pembangunan bangsa.
Pengukuhan ini tidak hanya menjadi simbol capaian akademik tertinggi bagi para dosen, tetapi juga mencerminkan arah baru perguruan tinggi yang menitikberatkan pada dampak nyata keilmuan.
Keempat profesor yang dikukuhkan berasal dari bidang pedagogi olahraga, seni budaya karawitan, kimia terapan, serta keterampilan berbicara—empat bidang yang dinilai memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan zaman.
Rektor UNNES, Prof. Dr. S Martono, M.Si., menegaskan bahwa pengukuhan guru besar harus dimaknai lebih luas sebagai tanggung jawab intelektual kepada masyarakat.
“Dalam paradigma perguruan tinggi berdampak, peran profesor tidak lagi hanya diukur dari capaian akademik semata, tetapi dari kontribusinya terhadap masyarakat, bangsa, dan peradaban,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa profesor memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak inovasi ilmiah sekaligus penjaga marwah akademik di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
“Profesor diharapkan menjadi penggerak inovasi ilmiah, penjaga integritas akademik, sekaligus komunikator ilmu pengetahuan agar hasil riset dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas,” tambahnya.
Salah satu sosok yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. Taufiq Hidayah, M.Kes. sebagai Profesor di bidang Pedagogi Olahraga. Ia memandang olahraga tidak sekadar aktivitas fisik, melainkan sebagai medium pembelajaran yang mampu membentuk karakter, motivasi, dan keterampilan peserta didik.
Melalui pengembangan model pembelajaran yang mengintegrasikan Long-Term Athlete Development (LTAD) dan Game-Centered Approach (GCA), ia menghadirkan pendekatan yang lebih komprehensif.
Model ini tidak hanya berfokus pada penguasaan teknik, tetapi juga mendorong kemampuan berpikir taktis, pengambilan keputusan, serta keterlibatan aktif dalam proses belajar.
Kontribusinya juga meluas ke ranah praktis melalui keterlibatannya sebagai anggota Dewan Pakar KONI Jawa Tengah.
Peran ini menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem olahraga yang terintegrasi dari pendidikan hingga prestasi, sekaligus mendorong lahirnya generasi yang sehat, aktif, dan berkarakter.
Di bidang seni budaya, Prof. Dr. Widodo, M.Sn. dikukuhkan sebagai Profesor Karawitan Jawa. Ia menempatkan karawitan sebagai warisan budaya yang tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dikembangkan secara ilmiah dan sistematis.
Melalui pendekatan yang memadukan aspek teknik, estetika, dan nilai filosofis, ia mengembangkan inovasi berupa rekonstruksi laras dan model garap gending. Hasilnya, puluhan karya seni tercipta, dengan 28 di antaranya telah tercatat sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Kiprah internasionalnya juga menjadi bukti bahwa karawitan Jawa memiliki daya tarik global. Ia aktif memperkenalkan gamelan di berbagai institusi dunia seperti University of Michigan, University of California Los Angeles (UCLA), hingga Paris, sehingga memperkuat posisi budaya Indonesia dalam percaturan global.
Sementara itu, Prof. Dr. Sigit Priatmoko, M.Si. dikukuhkan sebagai Profesor di bidang Kimia Terapan.
Ia menyoroti pentingnya peran sains dalam menjawab tantangan global, khususnya terkait krisis energi dan lingkungan.
Riset yang dikembangkannya berfokus pada tiga pilar utama, yakni energi, lingkungan, dan teknologi fungsional. Dalam bidang energi, ia mengembangkan teknologi produksi hidrogen melalui fotokatalis dan elektrokatalis sebagai solusi energi bersih masa depan.
Pada aspek lingkungan, ia berkontribusi dalam pengolahan limbah, pemanfaatan biomassa lokal, serta teknologi pemulihan kualitas air.
Sementara di bidang teknologi fungsional, ia mengembangkan sensor kimia, nanopartikel, dan material responsif yang memiliki potensi luas dalam dunia industri.
Inovasi yang dihasilkan tidak hanya bernilai akademik tinggi, tetapi juga aplikatif dan relevan dengan kebutuhan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Di bidang bahasa dan komunikasi, Prof. Dr. Rina Supriatnaningsih, M.Pd. dikukuhkan sebagai Profesor Keterampilan Berbicara. Ia menekankan bahwa kemampuan komunikasi lintas budaya menjadi kompetensi penting di era globalisasi.
Dalam kepakarannya di bidang pendidikan bahasa Jepang, ia mengembangkan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya menitikberatkan pada tata bahasa, tetapi juga pada pemahaman konteks sosial dan budaya, termasuk penggunaan keigo.
Salah satu inovasi unggulannya adalah pemanfaatan teknologi Virtual Reality (VR) dalam pembelajaran.
Teknologi ini memungkinkan mahasiswa berlatih komunikasi dalam situasi yang lebih realistis, sehingga meningkatkan kemampuan berbicara sekaligus memperkuat kompetensi global.
Karya dan gagasannya telah dipublikasikan dalam berbagai jurnal internasional serta dituangkan dalam buku ajar, yang menunjukkan kontribusinya dalam pengembangan pendidikan bahasa berbasis teknologi.
Pengukuhan keempat guru besar ini mencerminkan komitmen UNNES dalam membangun ekosistem akademik yang tidak hanya unggul secara teoritis, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat.
Sinergi antara bidang olahraga, budaya, sains, dan bahasa menjadi kekuatan dalam menghadapi tantangan multidimensi di era modern.
Dengan bertambahnya profesor di bidang strategis, UNNES semakin memperkuat perannya sebagai pusat inovasi dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Perguruan tinggi tidak lagi hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan bangsa.
Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa peran akademisi tidak berhenti di ruang kelas atau laboratorium, tetapi harus mampu menjangkau masyarakat luas melalui inovasi yang aplikatif dan berkelanjutan. Melalui langkah ini, UNNES terus bergerak menuju visi sebagai kampus berdampak yang berkontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia di kancah global.



