Dari Kampus ke Sekolah, 405 Lulusan PPG UPGRIS Siap Jadi Garda Depan Pendidikan

Sebanyak 405 calon pendidik resmi dikukuhkan sebagai Guru Profesional oleh Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) dalam upacara yudisium Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan tahun kelulusan 2025.

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 15:45 WIB
Dari Kampus ke Sekolah, 405 Lulusan PPG UPGRIS Siap Jadi Garda Depan Pendidikan
profesi guru adalah panggilan mulia yang memegang peran penting dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

WAWASAN.NEWS, Sebanyak 405 calon pendidik resmi dikukuhkan sebagai Guru Profesional oleh Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) dalam upacara yudisium Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan tahun kelulusan 2025.

Para lulusan ini telah menempuh proses pendidikan selama satu tahun penuh dan dinyatakan layak menyandang predikat guru profesional yang siap mengajar di berbagai daerah di Indonesia.

Rektor UPGRIS, Dr. Sri Suciati, M.Hum, menyampaikan kebanggaannya atas keberhasilan para peserta menyelesaikan program tersebut.

Ia menekankan bahwa profesi guru adalah panggilan mulia yang memegang peran penting dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

“Mereka sudah kami latih selama satu tahun penuh untuk membentuk sumber daya manusia unggul. Di tangan merekalah masa depan anak-anak Indonesia akan ditentukan,” ujar Suciati saat memberikan sambutan, di Balairung Kampus I Sidodadi Semarang, Sabtu (4/10/2025).

Rektor menambahkan, setelah dikukuhkan, para lulusan akan menerima sertifikat profesi guru. Sertifikat ini menjadi syarat penting untuk menjadi guru ASN, baik melalui seleksi PPPK maupun CPNS, karena pemerintah kini memprioritaskan tenaga pendidik yang telah memiliki sertifikasi profesi.

“Pemerintah sudah menetapkan bahwa guru yang direkrut harus bersertifikat profesi. Jadi kami yakin, tidak akan ada lulusan PPG yang menganggur,” tegasnya.

Program PPG Prajabatan di UPGRIS dilaksanakan selama dua semester penuh secara tatap muka, dengan seluruh biaya pendidikan ditanggung oleh pemerintah.

 Selain pembelajaran di kelas, para mahasiswa juga menjalani praktik lapangan di sekolah-sekolah mitra yang telah ditentukan, guna mengasah kemampuan pedagogik dan kepemimpinan mereka di dunia nyata.

“Kami berharap mereka bisa segera berkontribusi memenuhi kebutuhan guru di Jawa Tengah dan daerah lainnya di Indonesia,” tutur Suciati.

Selain program Prajabatan, UPGRIS juga mengelola PPG Dalam Jabatan untuk guru yang sudah aktif mengajar namun belum bersertifikat. Saat ini terdapat sekitar 3.500 peserta yang sedang mengikuti program tersebut.

“Kami berharap pemerintah bisa segera menuntaskan sertifikasi bagi guru-guru yang sudah mengajar. Targetnya, tahun depan fokus kita beralih sepenuhnya ke PPG Prajabatan,” lanjutnya.

Tak hanya membekali mahasiswa dengan keilmuan dan keterampilan pedagogik, UPGRIS juga menanamkan pendidikan karakter melalui kegiatan berasrama dan pembinaan nilai-nilai luhur.

Setiap mahasiswa PPG dibimbing untuk mengamalkan Adab UPGRIS — yakni adaptif, antusias, dan berintegritas — sebagai nilai utama dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik.

“Guru harus bisa digugu dan ditiru. Karena itu, pendidikan karakter kami tekankan agar mereka menjadi teladan sejati di mata siswa dan masyarakat,” ungkap Suciati.

Ia menilai, kemampuan adaptif, semangat antusias, dan integritas tinggi adalah tiga kunci utama untuk menghadapi tantangan dunia pendidikan yang terus berubah seiring perkembangan teknologi dan zaman.

“Tanpa integritas, kemampuan adaptif dan semangat kerja tidak akan bermakna apa pun,” tandasnya.

Lebih jauh, Suciati mengingatkan para lulusan bahwa profesi guru bukan hanya pekerjaan, melainkan panggilan jiwa dan tanggung jawab moral.

Guru, katanya, harus siap menghadapi berbagai situasi, termasuk saat menghadapi kritik atau masalah di lapangan.

“Menjadi guru itu kadang harus siap disalahkan, bahkan ketika niat kita baik. Karena itu, penting bagi mereka memiliki kesabaran dan dedikasi yang kuat sebagai pendidik,” tutupnya.

Melalui pengukuhan 405 guru profesional ini, UPGRIS kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak tenaga pendidik unggul, berkarakter, dan berintegritas — generasi guru yang akan menjadi garda terdepan dalam membentuk kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

***

redaksi www.wawasan.news
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI