USB dan STEKOM Serahkan Teknologi Biosekuriti dan Sistem Informasi kepada Peternak Boyolali

Penyerahan teknologi tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebelumnya. Pada 25 Juli 2026, mitra mengikuti pelatihan sistem informasi manajemen inventori, sedangkan pada 1 Agustus 2026 dilaksanakan pelatihan biosekuriti kandang.

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:20 WIB
USB dan STEKOM Serahkan Teknologi Biosekuriti dan Sistem Informasi kepada Peternak Boyolali
USB dan STEKOM Serahkan Teknologi Biosekuriti dan Sistem Informasi kepada Peternak Boyolali

WAWASAN.NEWS, Rangkaian program Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan oleh Universitas Setia Budi (USB) dan Universitas Sains dan Teknologi Komputer (STEKOM) bersama Berkah Tigan Farm memasuki tahap penerapan dan keberlanjutan.

Pada Minggu (9/8/2026), tim menyerahkan satu unit seperangkat teknologi tepat guna (TTG) biosekuriti kandang dan aplikasi sistem informasi manajemen inventori kepada mitra di Kabupaten Boyolali.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program “Optimalisasi Produksi Telur Ayam Petelur melalui Kandang Sehat dan Manajemen Inventori” yang memperoleh pendanaan melalui hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026.

Dengan kontrak induk Nomor: 209/C3/DT.05.00/2026 serta Kontrak Turunan Nomor: 016/LL6/AL.04.03/PM/2026 dan Nomor: 00179/H4-07/15.04.2026

Tim pengabdi terdiri atas apt. Dian Marlina, S.Farm., M.Sci., M.Sc., Ph.D. sebagai ketua dari Universitas Setia Budi, serta Haryo Kusumo, S.Kom., M.Si., M.Kom. dari Universitas Sains dan Teknologi Komputer dan Destik Wulandari, S.Pd., M.Si. dari Universitas Setia Budi sebagai anggota.

Penyerahan teknologi tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebelumnya.

Pada 25 Juli 2026, mitra mengikuti pelatihan sistem informasi manajemen inventori, sedangkan pada 1 Agustus 2026 dilaksanakan pelatihan biosekuriti kandang.

Dengan demikian, penyerahan pada 9 Agustus menjadi tahap penting untuk memastikan teknologi yang telah diperkenalkan dan dilatihkan dapat terus digunakan oleh mitra dalam kegiatan peternakan sehari-hari.

Teknologi tepat guna yang diserahkan mencakup sistem biosekuriti kandang dengan bilik desinfeksi kendaraan serta instalasi penyemprotan (mist sanitizer).

Perangkat tersebut ditujukan untuk mendukung pengendalian akses dan proses sanitasi di lingkungan peternakan.

Dalam rancangan program, instalasi biosekuriti menjadi salah satu perangkat utama untuk memperkuat pengendalian biosekuriti internal dan eksternal kandang.

Pengendalian kendaraan menjadi salah satu perhatian dalam penerapan teknologi tersebut.

Kendaraan yang berasal dari luar area peternakan berpotensi membawa kontaminan sehingga proses sanitasi sebelum memasuki lingkungan kandang menjadi bagian penting dari pengendalian risiko.

Selain TTG biosekuriti, tim juga menyerahkan aplikasi sistem informasi manajemen inventori yang digunakan untuk membantu mitra melakukan pencatatan dan pengelolaan data peternakan.

Sistem tersebut mencakup pencatatan populasi ayam, produksi telur, dan stok pakan.

Ketua tim pengabdian, apt. Dian Marlina, S.Farm., M.Sci., M.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa penyerahan teknologi merupakan bagian dari upaya memastikan hasil program dapat terus dimanfaatkan oleh mitra setelah kegiatan pengabdian berakhir.

Teknologi yang diberikan tidak hanya berupa perangkat fisik, tetapi juga dilengkapi dengan pelatihan dan pendampingan.

Pendekatan tersebut dilakukan agar mitra memiliki kemampuan untuk menggunakan teknologi sekaligus memahami tujuan penerapannya dalam pengelolaan peternakan.

Dari sisi biosekuriti, mitra telah mendapatkan pelatihan mengenai sanitasi, pengendalian akses, penggunaan APD, dan desinfeksi.

Sementara dari sisi manajemen, mitra telah mendapatkan pelatihan penggunaan sistem informasi untuk mendukung pencatatan dan pengelolaan data peternakan.

Haryo Kusumo, S.Kom., M.Si., M.Kom., yang menangani aspek manajemen inventori dalam tim, memberikan pendampingan agar sistem informasi dapat digunakan sesuai kebutuhan mitra.

Sistem tersebut diharapkan membantu peternak membangun pencatatan yang lebih terstruktur sehingga informasi produksi dan persediaan dapat dipantau secara lebih mudah.

Pada sisi lainnya, Destik Wulandari, S.Pd., M.Si., berperan dalam aspek kesehatan ayam dan lingkungan kandang, termasuk mendukung penerapan biosekuriti dari aspek biologis serta melakukan monitoring kondisi kesehatan ayam dalam rangkaian program.

Pemilik Berkah Tigan Farm, Sigit Handoko, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan oleh tim. Menurutnya, program tersebut tidak hanya memberikan perangkat, tetapi juga pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kegiatan peternakan.

Program ini memiliki pendekatan integratif dengan menggabungkan sistem kandang sehat berbasis biosekuriti dan manajemen inventori pakan berbasis data.

Integrasi tersebut merupakan bagian dari kebaruan program karena kedua pendekatan sebelumnya belum diterapkan secara terstruktur oleh mitra.

Dengan penerapan kedua teknologi tersebut, program diarahkan untuk mendukung dua aspek penting dalam usaha peternakan, yaitu kesehatan dan produktivitas ayam serta efisiensi pengelolaan usaha.

Lingkungan kandang yang lebih sehat diharapkan dapat mendukung stabilitas produksi, sedangkan pencatatan data yang lebih baik dapat membantu peternak melakukan evaluasi dan mengambil keputusan usaha.

Penyerahan teknologi tepat guna juga menjadi bagian dari tahapan keberlanjutan program.

Dalam rancangan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, serah terima teknologi dan keberlanjutan bersama mitra merupakan salah satu tahap akhir.

Melalui hibah Kemdiktisaintek Tahun 2026, USB dan STEKOM berharap teknologi yang telah diberikan dapat terus dimanfaatkan oleh mitra secara mandiri.

Keberlanjutan penggunaan teknologi diharapkan dapat memberikan dampak terhadap peningkatan kemampuan manajemen, penerapan kandang sehat berbasis biosekuriti, pengelolaan persediaan pakan, serta keberlanjutan usaha peternakan.

Program tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi yang dapat diterapkan langsung di masyarakat, khususnya dalam mendukung produksi telur yang lebih stabil, efisiensi usaha peternakan, dan penguatan ketahanan pangan.

***

redaksi www.wawasan.news
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI