WAWASAN.NEWS, SEMARANG — Universitas Negeri Semarang (UNNES) kembali membuka penerimaan mahasiswa baru tahun ini dengan total daya tampung mencapai 11.970 orang.
Proses seleksi dilakukan melalui tiga jalur utama, yakni Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), serta seleksi Mandiri.
Kepala Humas UNNES, Rahmat Petuguran, menjelaskan bahwa tahapan penerimaan mahasiswa baru telah berjalan sesuai jadwal nasional. Ia menyebutkan bahwa jalur SNBP telah selesai dilaksanakan lebih awal.
“Tahun ini Universitas Negeri Semarang akan menerima mahasiswa baru sebanyak 11.970 orang yang diseleksi melalui tiga jalur, yaitu SNBP, SNBT, dan seleksi mandiri. Untuk SNBP sendiri sudah selesai dilaksanakan dengan kuota sekitar 21 persen dari total daya tampung,” ujar Rahmat.
Memasuki tahap berikutnya, UNNES kini tengah melaksanakan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) melalui Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).
Pelaksanaan UTBK di UNNES berlangsung selama satu pekan, mulai 21 hingga 27, dengan dua sesi setiap harinya.
“Pelaksanaan UTBK di UNNES dilakukan selama satu minggu penuh, dari tanggal 21 sampai 27, dengan dua sesi setiap hari, sehingga total ada 14 sesi ujian,” jelasnya.
Rahmat mengungkapkan, jumlah peserta UTBK yang mengikuti tes di UNNES mencapai sekitar 11.000 orang. Sementara itu, minat calon mahasiswa terhadap UNNES terbilang sangat tinggi.
“Jumlah peminat yang memilih UNNES mencapai sekitar 42.000 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 36.000 telah melakukan pendaftaran dan pembayaran, sehingga resmi menjadi peserta UTBK,” katanya.
Dari total daya tampung, kuota jalur SNBT mencapai sekitar 30 persen atau kurang lebih 3.900 kursi.
Dalam mendukung kelancaran pelaksanaan UTBK, UNNES telah menyiapkan sarana dan prasarana yang memadai, termasuk laboratorium komputer di dua lokasi utama, yakni Gedung Digital Center dan Gedung Kearsipan yang berada tidak jauh dari kawasan rektorat.
“Kami menyiapkan fasilitas laboratorium komputer di dua lokasi utama dengan total kapasitas sekitar 1.014 unit komputer, termasuk perangkat cadangan untuk memastikan pelaksanaan ujian berjalan lancar,” terang Rahmat.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pelaksanaan UTBK di UNNES berada di bawah supervisi Panitia SNBT Nasional.
Evaluasi dan perbaikan terus dilakukan berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, terutama dalam menjaga integritas ujian.
“Kami berkomitmen menjaga integritas pelaksanaan tes dan mengantisipasi segala bentuk kecurangan dengan berbagai langkah pengamanan,” tegasnya.
Beberapa langkah pengamanan yang diterapkan antara lain penggunaan teknologi pengenalan wajah (face recognition), pemeriksaan dengan alat pendeteksi logam, serta pengecekan manual oleh pengawas sebelum peserta memasuki ruang ujian.
“Kami menerapkan face recognition untuk memastikan identitas peserta, menggunakan metal detector untuk mendeteksi barang mencurigakan, serta melakukan pemeriksaan manual oleh pengawas sebelum peserta masuk ke ruangan,” ungkap Rahmat.
Tak hanya itu, UNNES juga bekerja sama dengan penyedia layanan jaringan untuk membatasi akses komunikasi di sekitar lokasi ujian.
“Selama pelaksanaan tes, kami melakukan pembatasan jaringan di sekitar lokasi ujian. Hal ini untuk meminimalkan kemungkinan peserta berkomunikasi dengan pihak luar, sehingga potensi kecurangan bisa ditekan semaksimal mungkin,” jelasnya.
Rahmat mengakui bahwa perkembangan teknologi menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga integritas seleksi. Namun demikian, pihaknya terus berupaya melakukan berbagai inovasi pengamanan.
“Kami menyadari bahwa perkembangan teknologi membawa tantangan, sehingga kami terus berupaya mengimbangi dengan sistem yang semakin ketat. Meskipun tidak bisa menjamin 100 persen, kami berkomitmen meminimalisir potensi kecurangan,” ujarnya.
Selain aspek teknis, UNNES juga memberikan perhatian khusus terhadap kedisiplinan peserta, terutama terkait waktu kehadiran saat ujian berlangsung.
“Kami sudah mengimbau peserta untuk memastikan lokasi ujian sebelum hari pelaksanaan, memahami rute perjalanan, serta datang lebih awal,” kata Rahmat.
Ia menambahkan, pelaksanaan ujian dimulai pukul 06.15 WIB, sementara gerbang sudah dibuka sejak pukul 05.30 WIB untuk memberi waktu persiapan bagi peserta.
“Kami membuka gerbang sejak pukul 05.30 agar peserta memiliki waktu cukup untuk bersiap. Tidak ada toleransi bagi peserta yang terlambat. Jika datang setelah ujian dimulai, maka tidak diperkenankan mengikuti tes,” tegasnya.
Pengalaman tahun sebelumnya menunjukkan masih adanya peserta yang gagal mengikuti ujian akibat keterlambatan. Hal tersebut menjadi evaluasi penting bagi pelaksanaan tahun ini.
“Tahun lalu memang ada beberapa peserta yang tidak bisa mengikuti ujian karena terlambat. Ini menjadi perhatian serius agar tidak terulang kembali,” pungkas Rahmat.
Dengan berbagai persiapan matang dan sistem pengamanan berlapis, UNNES optimistis pelaksanaan UTBK tahun ini dapat berjalan lancar, tertib, dan menjunjung tinggi prinsip kejujuran serta integritas dalam proses seleksi nasional.
***