SEWUNARA x Semarang IP Summit Digelar, Semarang Dorong Kreativitas Anak Muda Jadi Aset Ekonomi
Semangat tersebut menjadi salah satu isu utama dalam penyelenggaraan SEWUNARA (Semarang International Art & Design Festival) x Semarang IP Summit 2026 di BINUS @Semarang. Kegiatan yang berlangsung pada 26 September hingga 10 Oktober 2026 tersebut mengangkat tema “Kota Masa Depan”.
WAWASAN.NEWS, SEMARANG – Kota Semarang mulai mendorong agar kreativitas anak muda tidak berhenti sebagai karya seni, desain, maupun gagasan semata.
Karya-karya tersebut didorong untuk berkembang menjadi intellectual property (IP) yang memiliki nilai budaya sekaligus potensi ekonomi.
Semangat tersebut menjadi salah satu isu utama dalam penyelenggaraan SEWUNARA (Semarang International Art & Design Festival) x Semarang IP Summit 2026 di BINUS @Semarang.
Kegiatan yang berlangsung pada 26 September hingga 10 Oktober 2026 tersebut mengangkat tema “Kota Masa Depan”.
SEWUNARA x Semarang IP Summit menjadi ruang pertemuan berbagai kalangan, mulai dari akademisi, pemerintah, pelaku industri, organisasi profesi, desainer, seniman, kreator hingga mahasiswa dari berbagai negara.
Kolaborasi tersebut tidak hanya membicarakan perkembangan seni dan desain, tetapi juga memperluas diskusi mengenai bagaimana sebuah ide kreatif dapat dikembangkan, dilindungi dan memiliki nilai berkelanjutan melalui intellectual property.
Kreativitas Anak Muda Jadi Perhatian
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah untuk kembali menggerakkan industri kreatif di Kota Semarang.
Menurut Agustina, Semarang IP Summit nantinya tidak berhenti sebagai kegiatan satu kali. Pemerintah Kota Semarang menyiapkan pengembangan agenda ekonomi kreatif melalui kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah.
“Bagus ini. Dan ini akan diperbesar nanti dengan acara-acara yang lainnya lagi,” kata Agustina.
Ia mengatakan IP Summit akan dikolaborasikan dengan sejumlah perangkat daerah. Potensi kreativitas anak muda akan ditangkap melalui berbagai agenda yang dapat mendukung perkembangan ekonomi kreatif.
“IP Summit ini oleh Dinas Perindustrian dijadikan satu. Nanti akan ditangkap oleh teman-teman dari Arsip dan Kominfo kemudian untuk membuat berbagai macam event yang menangkap ekonomi kreatif anak-anak muda,” ujarnya.
Menurutnya, sejumlah agenda lanjutan saat ini tengah dipersiapkan Pemerintah Kota Semarang.
“Tunggu saja. Pasti sebentar lagi karena sedang digodok. Dan kita bersyukur tamu-tamu serta narasumbernya keren-keren,” kata Agustina.
Ia juga mengapresiasi BINUS @Semarang yang menyediakan ruang untuk mempertemukan pemerintah, akademisi, pelaku industri dan komunitas kreatif.
“Terima kasih BINUS ya karena sudah memfasilitasi dan mudah-mudahan ini menjadi langkah pertama bagi Pemerintah Kota Semarang untuk menggairahkan kembali industri kreatif yang ada di Kota Semarang,” ujarnya.
Dorong IKM Masuk Ekosistem Ekonomi Kreatif
Kepala Dinas Perindustrian Kota Semarang, Arwita Mawarti, mengatakan IP Summit menjadi salah satu wadah untuk mengembangkan potensi generasi muda yang memiliki ide dan karya kreatif.
Menurutnya, Semarang memiliki banyak anak muda dengan gagasan yang dapat dikembangkan menjadi bagian dari industri kreatif.
“IP Summit ini akan menjadi wadah dan kami dari Dinas Perindustrian dalam men-support program Waras Ekonominya Bu Wali akan terus membuat kegiatan-kegiatan yang turut mengembangkan para IKM,” kata Arwita.
Dinas Perindustrian, lanjutnya, memiliki fokus untuk membantu pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM), termasuk pelaku ekonomi kreatif.
“Fokus Dinas Perindustrian Kota Semarang ini adalah pada pengembangan IKM untuk bisa mewadahi para pelaku industri ekonomi kreatif ini untuk terus berkembang,” ujarnya.
Pemerintah Kota Semarang juga membuka ruang pendampingan bagi pelaku industri kreatif agar dapat memperluas pengetahuan, jaringan dan peluang pengembangan usaha.
“Kami siap mendampingi dan melakukan berbagai kegiatan untuk pengembangan tersebut. Salah satunya melalui IP Summit,” kata Arwita.
Gabungkan Seni, Desain dan Intellectual Property
Kolaborasi SEWUNARA x Semarang IP Summit mempertemukan dua perspektif yang saling berkaitan.
SEWUNARA membawa pendekatan seni dan desain melalui sejumlah agenda, seperti twin class, workshop, art and design exhibition, talkshow and congress, performance art hingga immersive exhibition.
Sementara Semarang IP Summit menghadirkan perspektif intellectual property melalui IP Expo & Exhibition, business conference, talkshow dan industry insight.
Pembahasan melibatkan perspektif kreator, industri, publisher hingga investor.
Salah satu agenda pembuka Semarang IP Summit adalah comic launching, yang menunjukkan bagaimana karya kreatif dapat dikembangkan menjadi sebuah intellectual property.
Semarang IP Summit sebelumnya juga menjadi bagian dari upaya penguatan ekosistem industri kreatif berbasis IP di Kota Semarang, dengan mempertemukan pelaku komik, animasi, ilustrasi, game serta industri kreatif digital.
Nama SEWUNARA sendiri berasal dari kata “sewu” yang berarti seribu dan “narasi”. Filosofinya menggambarkan ruang pertemuan berbagai cerita dan perspektif untuk melahirkan kemungkinan baru.
Melalui tema “Kota Masa Depan”, festival tersebut mengajak peserta membayangkan perkembangan kota dengan menempatkan kolaborasi, empati, kreativitas dan nilai kemanusiaan sebagai bagian penting.
BINUS Siapkan Mahasiswa Hadapi Industri Masa Depan
Campus Director BINUS @Semarang, Dr. Fredy Purnomo, S.Kom., M.Kom., mengatakan masa depan kota tidak dapat hanya dilihat dari perkembangan teknologi dan infrastruktur.
Menurutnya, aspek manusia, kreativitas, interaksi sosial serta komunitas juga menjadi bagian penting dalam membentuk kota masa depan.
“Ketika kita berbicara mengenai kota masa depan, kita tidak hanya berbicara tentang teknologi atau infrastruktur. Kita juga perlu melihat bagaimana manusia akan hidup, berinteraksi, berkarya, dan membangun komunitas di dalamnya,” ujar Fredy.
Ia mengatakan SEWUNARA menjadi kesempatan untuk mempertemukan berbagai pihak sekaligus melihat masa depan kota dari banyak perspektif.
Sebagai Digital Transformation and AI Experience Campus, BINUS @Semarang juga melihat perkembangan teknologi sebagai bagian dari perubahan yang lebih luas.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan kesempatan berinteraksi langsung dengan praktisi, profesional, akademisi dan kreator, termasuk peserta dari berbagai negara.
Mereka juga dapat melihat keterkaitan antara kreativitas, desain, teknologi dan intellectual property dalam perkembangan industri masa depan.
Head of Visual Communication Design (DKV) BINUS @Semarang, Noor Udin (Ung), S.Sn., M.Sn., mengatakan SEWUNARA x Semarang IP Summit 2026 menjadi ruang dialog yang mempertemukan creator IP, desainer profesional, akademisi, mahasiswa, masyarakat kreatif dan pemangku kepentingan.
Menurutnya, pertemuan berbagai elemen tersebut dapat membuka peluang lahirnya kekuatan baru untuk membangun kota masa depan.
“SEWUNARA X Semarang IP Summit 2026 menjadi ruang dialog satu atap creator IP dan Designer Profesional, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat penggiat kreatif dan pemangku kepentingan untuk saling mendengar dan mendekatkan menjadi kekuatan-kekuatan baru kota masa depan,” jelas Noor Udin.
Ia menambahkan, Program Studi DKV sebagai program studi berbasis industri kreatif harus mampu merespons perubahan tanpa mengesampingkan perkembangan teknologi.
Harmonisasi antara empati, gagasan, kreativitas dan teknologi, menurutnya, perlu diarahkan pada nilai kemanfaatan bagi manusia.
Rangkaian kegiatan SEWUNARA x Semarang IP Summit berlangsung hingga 10 Oktober 2026 dengan berbagai program seni, desain dan intellectual property.
Agenda lainnya mencakup Business Conference dan sesi “Bedah Strategi IP di Lirik Publisher/Investor” yang membahas pengembangan intellectual property dari perspektif industri.
Beragam agenda tersebut diharapkan membuka dialog lebih luas antara dunia pendidikan, pemerintah, industri, organisasi profesi, desainer, kreator dan mahasiswa.
Pada akhirnya, kolaborasi SEWUNARA x Semarang IP Summit tidak hanya menjadi festival seni dan desain maupun forum intellectual property.
Kegiatan ini menjadi ruang untuk membicarakan bagaimana karya, ide, teknologi dan kreativitas dapat menjadi bagian dari pembangunan kota sekaligus menggerakkan industri kreatif secara berkelanjutan.
Semarang pun diposisikan sebagai ruang bertemunya gagasan dan karya kreatif dari berbagai latar belakang, dengan manusia, kreativitas serta nilai budaya tetap menjadi bagian penting dalam membayangkan kota masa depan.



