Saring Bibit Unggul, 75 Pasang Peserta dari 11 Daerah Bersaing di Kejuaraan Tonis Muhdi Cup 2026

Melalui penyelenggaraan Muhdi Cup 2026, para pegiat tonis berharap olahraga yang lahir dari Semarang tersebut semakin dikenal, memiliki standar kompetisi yang kuat, serta mampu melahirkan atlet-atlet potensial untuk berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:01 WIB
Saring Bibit Unggul, 75 Pasang Peserta dari 11 Daerah Bersaing di Kejuaraan Tonis Muhdi Cup 2026

WAWASAN.NEWS SEMARANG – Kejuaraan Tonis Muhdi Cup 2026 menjadi ajang untuk memperkenalkan sekaligus mengembangkan olahraga tonis agar semakin dikenal masyarakat luas.

Digelar di GOR Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Kampus IV, Jalan Gajah Raya, Semarang, Sabtu (17/10/2026), kejuaraan ini diikuti 75 pasang peserta dari 11 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Anggota Komite III DPD RI asal Jawa Tengah, Dr Muhdi, S.H., M.Hum., yang juga menjadi penggagas kejuaraan tersebut, berharap tonis dapat berkembang menjadi olahraga nasional, bahkan menembus tingkat internasional.

Menurut Muhdi, tonis merupakan olahraga yang relatif baru dan lahir dari kalangan akademisi di Semarang.

Meski demikian, perkembangannya mulai meluas ke berbagai daerah di Indonesia.

“Dalam kejuaraan tonis ini, menurut saya, kita melihat sebuah olahraga yang masih cukup baru dan diciptakan dari Semarang, dari kalangan akademisi Semarang, yang sekarang sudah mulai meng-Indonesia,” kata Muhdi.

Ia menilai, tonis memiliki peluang besar untuk diterima berbagai kalangan karena relatif mudah dimainkan dan tidak membutuhkan fasilitas lapangan yang sepenuhnya khusus.

Peralatan yang digunakan serta lapangan yang fleksibel menjadi keunggulan tersendiri.

Lapangan tenis, bulu tangkis, maupun lapangan lain dapat dimodifikasi untuk permainan tonis sesuai kebutuhan.

“Tonis ini saya lihat merupakan gabungan antara tenis dan bulu tangkis. Permainannya nampak sederhana. Saya tadi baru mencoba memukul dan pertama kali merasakan olahraga ini tidak terlalu sulit,” ujarnya.

Kemudahan tersebut, lanjut Muhdi, seharusnya menjadi modal untuk memperluas partisipasi masyarakat.

Tonis berpotensi berkembang menjadi olahraga yang bisa dimainkan berbagai kelompok usia dan latar belakang.

Ia mencontohkan perkembangan padel yang kini semakin populer di Indonesia.

Menurutnya, sebuah cabang olahraga dapat tumbuh dari komunitas tertentu, kemudian menyebar luas apabila mendapat dukungan dan pengembangan yang tepat.

“Kalau ini bisa dikembangkan, saya yakin masyarakat dari berbagai kalangan bisa menyukainya. Sebagaimana padel yang sekarang sedang tumbuh, tonis juga memiliki peluang untuk berkembang lebih luas,” katanya.

Perlu Standarisasi dan Penguatan Organisasi

Meski memiliki potensi, Muhdi mengingatkan bahwa pengembangan tonis tidak cukup hanya dengan memperbanyak pertandingan.

Organisasi pembina juga perlu memperkuat aspek teknis, mulai dari peralatan, lapangan, hingga aturan pertandingan.

Menurut dia, standarisasi diperlukan agar tonis dapat diselenggarakan secara konsisten dan memiliki kualitas kompetisi yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Yang perlu dilakukan KORMI dan Pertonsi adalah lebih memasarkan dan terus mengembangkan olahraga ini. Bukan hanya dari sisi permainannya, tetapi juga standar peralatan, lapangan, dan sebagainya,” jelasnya.

Ia berharap pembakuan standar tersebut dapat menjadi fondasi bagi penyelenggaraan kompetisi yang lebih luas, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Sebagai anggota Komite III DPD RI yang salah satu bidang tugasnya berkaitan dengan olahraga, Muhdi menyatakan dukungannya terhadap pengembangan olahraga masyarakat.

Ia tidak hanya ingin memberikan apresiasi kepada pencipta dan pegiat tonis, tetapi juga mendorong olahraga tersebut mendapatkan perhatian lebih besar.

“Saya ingin tidak hanya mengapresiasi para pencipta dan pegiat tonis, tetapi lebih dari itu, ke depan saya berharap olahraga ini betul-betul bisa menjadi olahraga nasional, bahkan internasional,” tegasnya.

Diikuti 75 Pasang dari 11 Kabupaten/Kota

Dukungan terhadap pengembangan tonis juga disambut positif oleh jajaran Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) dan induk organisasi tonis.

Ketum KORMI Jateng Edi Purwanto yang hadir menyampaikan bahwa masukan Senator Muhdi mengenai pengembangan keilmuan dan standarisasi, akan menjadi catatan penting bagi organisasi dalam membina olahraga tersebut.

Masukan itu diharapkan mendorong tonis berkembang bukan sekadar menjadi permainan untuk mengisi waktu luang, melainkan olahraga dengan aturan baku dan sistem kompetisi yang jelas.

“Masukan dari beliau selalu kami harapkan. Ini menjadi catatan penting bagi kami di KORMI dan juga induk organisasinya, Pertonsi, supaya dari sisi keilmuan dan sainsnya dikembangkan serta memiliki standarisasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, dukungan tokoh masyarakat diperlukan untuk mempercepat perkembangan olahraga masyarakat.

Menurutnya, Jawa Tengah memiliki 73 induk organisasi olahraga masyarakat yang membutuhkan perhatian dan kolaborasi berbagai pihak agar dapat berkembang.

Ketua panitia kejuaraan Muhdi Cup 2026, Tulus Widodo menjelaskan sebanyak 75 pasang peserta ambil bagian. 

Mereka terdiri atas 50 pasangan ganda putra dan 25 pasangan ganda putri yang berasal dari 11 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Kejuaraan tersebut tidak hanya menjadi arena pertandingan, tetapi juga wadah silaturahmi, pembinaan atlet di daerah, serta penjaringan pemain potensial.

“Ini merupakan ajang kompetisi dan pembinaan di wilayah masing-masing. Selain itu, kami juga menjaring bibit-bibit potensial yang nantinya dapat dibawa ke tingkat nasional,” katanya.

Para pemain yang menunjukkan potensi diharapkan dapat dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi tingkat nasional, termasuk agenda FORNAS pada 2027 yang menurut keterangan panitia akan diselenggarakan di Palung.

Dengan demikian, Muhdi Cup 2026 diharapkan menjadi salah satu tahapan penting dalam memperkuat pembinaan tonis di Jawa Tengah sekaligus mempersiapkan atlet untuk bersaing di level yang lebih tinggi.

UPGRIS Dukung Pengembangan dan Penelitian Tonis

Rektor Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Dr. H. Sapto Budoyo, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UPGRIS sebagai lokasi penyelenggaraan kejuaraan.

Ia mengatakan, penyelenggaraan Muhdi Cup 2026 sejalan dengan upaya membudayakan olahraga di tengah masyarakat.

UPGRIS juga memberikan dukungan berupa fasilitas untuk menunjang kegiatan tersebut.

“Atas nama Rektor Universitas PGRI Semarang dan keluarga besar UPGRIS, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi. Ini merupakan kehormatan dan kebahagiaan bagi UPGRIS karena dipercaya menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan olahraga yang kita upayakan untuk semakin memasyarakat,” kata Sapto.

Menurutnya, pengembangan tonis juga relevan dengan keberadaan program studi olahraga di UPGRIS, khususnya Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR).

Ia berharap para dosen dapat turut mengkaji olahraga tonis melalui penelitian sehingga pengembangannya tidak hanya berorientasi pada kegiatan pertandingan, tetapi juga memiliki landasan akademis yang kuat.

“Kami tentu memberikan dukungan dan fasilitas terhadap penyelenggaraan ini. Harapannya, kegiatan ini memberikan dampak dan manfaat kepada masyarakat. Mudah-mudahan para dosen kami, terutama yang di PJKR, bisa melakukan penelitian terkait olahraga ini,” ujarnya.

Sapto menilai penelitian diperlukan untuk menghasilkan pengembangan dan kebaruan, termasuk dalam aspek teknik permainan, aturan, serta pembinaan atlet.

Melalui penyelenggaraan Muhdi Cup 2026, para pegiat tonis berharap olahraga yang lahir dari Semarang tersebut semakin dikenal, memiliki standar kompetisi yang kuat, serta mampu melahirkan atlet-atlet potensial untuk berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

***

redaksi www.wawasan.news
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI