Tersandung di Wergu Wetan, Laju Tak Terkalahkan Kendal Tornado FC Akhirnya Terhenti

Kekalahan ini terasa menyakitkan karena sekaligus memutus rangkaian tujuh laga tak terkalahkan yang sebelumnya berhasil dibukukan Kendal Tornado FC.

Senin, 6 April 2026 - 11:04 WIB
Tersandung di Wergu Wetan, Laju Tak Terkalahkan Kendal Tornado FC Akhirnya Terhenti
Bertandang ke Stadion Wergu Wetan, Sabtu (4/4/2026), tim berjuluk Laskar Badai Pantura harus mengakui keunggulan tuan rumah Persiku Kudus dengan skor tipis 0-1.

WAWASAN.NEWS, Langkah impresif Kendal Tornado FC akhirnya terhenti di pekan ke-23 Pegadaian Championship 2025-26.

Bertandang ke Stadion Wergu Wetan, Sabtu (4/4/2026), tim berjuluk Laskar Badai Pantura harus mengakui keunggulan tuan rumah Persiku Kudus dengan skor tipis 0-1.

Kekalahan ini terasa menyakitkan karena sekaligus memutus rangkaian tujuh laga tak terkalahkan yang sebelumnya berhasil dibukukan Kendal Tornado FC.

Dalam periode tersebut, mereka tampil konsisten dengan catatan empat kemenangan dan tiga hasil imbang.

Gol tunggal yang menjadi pembeda dalam pertandingan ini dicetak oleh striker Persiku, Igor Costa, pada awal babak kedua tepatnya di menit ke-53.

Gol tersebut cukup untuk menggagalkan upaya Kendal Tornado FC membawa pulang poin dari Kudus.

Meski menelan kekalahan, posisi Kendal Tornado FC di papan klasemen sementara Grup 2 masih relatif aman. Mereka tetap bertahan di peringkat keempat dengan koleksi 41 poin.

Namun, hasil ini membuat peluang untuk memangkas jarak dengan tim papan atas menjadi tertunda. Saat ini, puncak klasemen masih ditempati oleh PSS Sleman dengan 49 poin.

Pelatih Kendal Tornado FC, Stefan Keeltjes, menyebut kekalahan ini sebagai bagian yang wajar dalam dinamika kompetisi.

Meski demikian, ia tidak menampik adanya rasa kecewa karena timnya gagal memanfaatkan peluang untuk mendekati para pesaing di papan atas.

“Ini hal yang normal dalam sepak bola. Tapi tentu kami kecewa karena seharusnya bisa memperpendek jarak dengan tim-tim di atas,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa performa timnya dalam laga tersebut belum maksimal. Beberapa kelengahan dan kurangnya efektivitas dalam memanfaatkan peluang menjadi faktor utama kegagalan meraih poin.

“Pada laga ini kami lengah dan tidak bisa memaksimalkan peluang untuk meraih tiga poin. Ini akan menjadi bahan evaluasi sebelum menghadapi laga berikutnya,” tambahnya.

Stefan juga menilai bahwa Persiku tampil dengan motivasi tinggi, terutama karena mereka tengah berjuang menjauh dari zona degradasi. Dukungan suporter tuan rumah dinilai turut memberi energi tambahan bagi lawan.

“Mereka bermain dengan semangat tinggi, memaksimalkan laga kandang. Suporter sangat antusias, pemain mereka juga sangat termotivasi. Kami kalah dalam hal semangat dan konsentrasi,” ungkapnya.

Meski hasil tidak sesuai harapan, ia tetap memberikan apresiasi kepada para pemainnya yang telah bekerja keras sepanjang pertandingan.

Ia menekankan bahwa timnya masih dalam proses berkembang, terlebih sebagian besar pemain berasal dari level kompetisi yang lebih rendah.

“Kita ini tim baru dengan banyak pemain muda, banyak yang sebelumnya dari Liga 3. Hasil ini menjadi pelajaran berharga untuk perkembangan mereka ke depan,” jelasnya.

Kendal Tornado FC kini dituntut untuk segera bangkit, mengingat persaingan di papan atas semakin ketat.

Laga selanjutnya melawan Persiba Balikpapan akan menjadi momentum penting untuk kembali ke jalur kemenangan sekaligus menjaga posisi di zona papan atas klasemen.

Kekalahan di Kudus menjadi pengingat bahwa konsistensi adalah kunci dalam kompetisi panjang. Bagi Laskar Badai Pantura, menjaga fokus dan memperbaiki kekurangan akan menjadi pekerjaan utama demi menjaga asa bersaing hingga akhir musim.

redaksi www.wawasan.news
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI