PPL Internasional Dukung Post-Flood Educational Recovery

Bersama Al Hidayah Foundation, mahasiswa UPGRIS melaksanakan berbagai kegiatan pembelajaran dan pendampingan di sekolah-sekolah mitra di wilayah Hat Yai sebagai bagian dari implementasi KKN Internasional, MBKM, dan penguatan Kerja Sama Internasional.

Sabtu, 17 Januari 2026 - 07:04 WIB
PPL Internasional Dukung Post-Flood Educational Recovery

WAWASAN.NEWS, Program PPL Internasional Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang(UPGRIS) tidak hanya menjadi sarana pengembangan kompetensi calon guru, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung post-flood educational recovery atau pemulihan proses pendidikan pascabanjir di Tailan Selatan.

Bersama Al Hidayah Foundation, mahasiswa UPGRIS melaksanakan berbagai kegiatan pembelajaran dan pendampingan di sekolah-sekolah mitra di wilayah Hat Yai sebagai bagian dari implementasi KKN Internasional, MBKM, dan penguatan Kerja Sama Internasional.

Banjir yang sempat melanda sejumlah wilayah di Tailan Selatan memberikan dampak terhadap aktivitas pendidikan. Beberapa sekolah harus menyesuaikan kembali proses belajar mengajar setelah kondisi mulai pulih.

Dalam situasi tersebut, kehadiran mahasiswa UPGRIS menjadi bagian dari upaya bersama untuk mengembalikan semangat belajar siswa sekaligus mendukung guru dalam menjalankan proses pembelajaran secara lebih optimal.

Melalui PPL Internasional, mahasiswa tidak hanya melaksanakan praktik mengajar sesuai bidang keilmuannya, tetapi juga membantu guru menyusun aktivitas pembelajaran yang lebih menarik, menyelenggarakan kelas literasi, permainan edukatif, pembelajaran berbasis proyek, serta berbagai kegiatan yang bertujuan mengembalikan antusiasme belajar peserta didik.

Pendekatan tersebut dirancang agar siswa dapat kembali menikmati proses belajar setelah mengalami situasi yang cukup menantang akibat bencana.

Rektor UPGRIS, Dr. Sri Suciati, M.Hum., menegaskan bahwa internasionalisasi harus mampu memberikan kontribusi terhadap penyelesaian berbagai tantangan pendidikan di tingkat global.

"Kami percaya bahwa program internasional harus menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Ketika mahasiswa ikut mendukung pemulihan pembelajaran pascabanjir di Tailan Selatan, mereka tidak hanya belajar menjadi guru, tetapi juga belajar menjadi pemimpin yang memiliki kepedulian sosial dan mampu memberikan solusi melalui pendidikan," ujarnya.

Seluruh rangkaian kegiatan disusun berdasarkan kebutuhan sekolah mitra yang sebelumnya telah diidentifikasi bersama Al Hidayah Foundation dan pihak sekolah.

Pendekatan berbasis kebutuhan tersebut memungkinkan setiap aktivitas pembelajaran memberikan manfaat yang lebih relevan bagi guru maupun siswa.

Selain membantu proses belajar di kelas, mahasiswa juga mendampingi berbagai kegiatan sekolah yang bertujuan membangun kembali suasana belajar yang positif.

Program ini menjadi implementasi nyata model IPCSA 5E yang dikembangkan UPGRIS dalam setiap kegiatan Kerja Sama Internasional.

Pilar Education diwujudkan melalui dukungan terhadap keberlangsungan proses pembelajaran di sekolah mitra. 

Exchange tercermin dalam pertukaran pengalaman mengenai strategi pembelajaran pascabencana antara mahasiswa, guru Indonesia, dan guru di Tailan Selatan.

Aspek Engagement terlihat dari keterlibatan aktif mahasiswa, guru, sekolah, dan masyarakat dalam membangun kembali ekosistem pendidikan yang kondusif.

Selanjutnya, Empowerment diwujudkan melalui penguatan kapasitas guru serta penyediaan berbagai metode pembelajaran yang dapat terus diterapkan setelah program selesai.

Sementara itu, Employability diperkuat melalui pengalaman mahasiswa dalam menghadapi situasi nyata, bekerja di lingkungan multikultural, berkomunikasi lintas budaya, serta mengembangkan kemampuan kepemimpinan dan pemecahan masalah.

Kepala UPT Kerja Sama dan Urusan Internasional (KUI) UPGRIS, Dr. Nur Hidayat, M.Hum., menjelaskan bahwa kemitraan dengan Al Hidayah Foundation selalu diarahkan pada program yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi sekolah mitra.

"Kami ingin kerja sama internasional menghasilkan dampak yang nyata. Oleh karena itu, mahasiswa tidak hanya menjalankan praktik mengajar, tetapi juga membantu sekolah membangun kembali semangat belajar siswa melalui berbagai inovasi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka," jelasnya.

Guru mitra di salah satu sekolah di Hat Yai menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa UPGRIS.

"Kehadiran mahasiswa memberikan energi baru bagi sekolah kami. Mereka menghadirkan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan sehingga siswa kembali aktif mengikuti pelajaran. Kami merasakan bahwa kerja sama ini benar-benar membantu proses pemulihan pendidikan di sekolah," tuturnya.

Salah seorang mahasiswa peserta program mengungkapkan bahwa pengalaman mengikuti PPL Internasional di Tailan Selatan memberikan makna yang lebih dalam dibandingkan praktik mengajar biasa.

"Kami belajar bahwa menjadi guru berarti hadir ketika siswa membutuhkan dukungan. Melihat semangat belajar mereka tumbuh kembali menjadi pengalaman yang sangat berharga dan mengajarkan kami arti pengabdian melalui pendidikan," ungkapnya.

Melalui pelaksanaan PPL Internasional dan KKN Internasional di Hat Yai, Tailan Selatan, UPGRIS menunjukkan bahwa Kerja Sama Internasional mampu menghadirkan solusi bagi tantangan pendidikan global.

Bersama Al Hidayah Foundation, program ini mendukung implementasi MBKM, memperkuat ekosistem Pendidikan Internasional, serta mengaktualisasikan nilai-nilai IPCSA 5E melalui kontribusi nyata dalam post-flood educational recovery yang berkelanjutan.

redaksi www.wawasan.news
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI