PPK Ormawa Himatika UPGRIS Damping Kelompok Tani Gumawang Pasang Alat IoT dan Sosialisasi Pemasaran Digital
Kegiatan ini merupakan bagian dari program smart farming yang diinisiasi untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian melalui penerapan teknologi modern yang efisien dan ramah lingkungan
WAWASAN. NEWS, BATANG- Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Matematika (Himatika) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), melaksanakan kegiatan pemasangan alat Internet of Things (IoT) dan sosialisasi pemasaran digital di Desa Gumawang, Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program smart farming yang diinisiasi untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian melalui penerapan teknologi modern yang efisien dan ramah lingkungan.
Ketua tim, Zulfa Izzati Prisanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan melalui dua fokus utama, yaitu penerapan alat IoT pada sektor pertanian dan peningkatan kemampuan pemasaran produk hasil tani melalui platform digital.
“Kami ingin petani di Desa Gumawang dapat mengenal dan menerapkan teknologi modern untuk pertanian yang lebih efisien serta memahami cara menjual hasil panen mereka secara luas melalui marketplace dan media sosial,” ujar Zulfa.
Sebelum kegiatan dilaksanakan, tim terlebih dahulu mengadakan diskusi internal bersama Dosen Pembimbing, Yanuar, dan seluruh anggota tim untuk merumuskan konsep sosialisasi serta strategi pelaksanaan pemasangan alat IoT.
Dalam pertemuan tersebut, seluruh pihak terlibat aktif membahas materi yang akan disampaikan kepada kelompok tani, termasuk teknis penggunaan alat dan strategi pemasaran hasil panen.
Sementara dalam kegiatan di lapangan, penanggung jawab alat IoT memimpin sesi pelatihan di hadapan para petani.
Mereka menjelaskan secara rinci langkah-langkah pemasangan alat, cara menghubungkannya dengan aplikasi pada gawai, peralatan pendukung yang diperlukan, hingga manfaat yang dapat diperoleh dari penerapan teknologi ini.
Pemasangan alat dilakukan langsung di area greenhouse milik kelompok petani milenial Desa Gumawang.
Penerapan teknologi IoT diharapkan dapat membantu petani memantau kondisi tanaman secara real-time, mengoptimalkan penggunaan air, serta meningkatkan efisiensi produksi.
“Penerapan smart farming di Desa Gumawang menjadi langkah nyata untuk menciptakan pertanian yang lebih berkelanjutan dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” tambah Yanuar selaku dosen pendamping.
Selain pelatihan teknologi, kegiatan juga dilanjutkan dengan sosialisasi pemasaran digital.
Dalam sesi ini, tim memberikan pendampingan praktis kepada kelompok tani mengenai cara memanfaatkan marketplace dan media sosial sebagai sarana promosi dan penjualan.
Materi sosialisasi mencakup panduan mendaftar akun di marketplace seperti Shopee serta cara membuat toko online secara mandiri.
Petani juga diajak memahami aspek penting seperti penentuan harga, pengemasan produk, dan strategi promosi.
Tak hanya itu, tim PPK Ormawa Himatika UPGRIS juga menekankan pentingnya penggunaan media sosial seperti Instagram dan TikTok sebagai sarana pemasaran konten.
Melalui konten yang menarik dan informatif, diharapkan para petani dapat meningkatkan visibilitas produk, menarik lebih banyak penonton, dan mendorong minat beli masyarakat terhadap hasil pertanian mereka.
“Dengan strategi pemasaran digital yang tepat, hasil pertanian Desa Gumawang dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Kami ingin membangun kemandirian petani muda agar mereka mampu berinovasi dan beradaptasi di era digital,” ungkap Zulfa.
Melalui kegiatan ini, PPK Ormawa Himatika UPGRIS menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi pertanian berbasis teknologi dan digitalisasi pemasaran sebagai langkah konkret menuju pertanian modern, mandiri, dan berkelanjutan di Desa Gumawang.
***



