Pipa Cisem 2 Siap Salurkan Gas untuk Industri, Wamen ESDM: Dorong Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi

Pembangunan pipa transmisi Cisem merupakan bagian dari program strategis Kementerian ESDM dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Kamis, 19 Maret 2026 - 17:52 WIB
Pipa Cisem 2 Siap Salurkan Gas untuk Industri, Wamen ESDM: Dorong Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi
Proses gas in atau pengaliran gas perdana pada proyek pipa transmisi gas bumi Cirebon–Semarang (Cisem) Tahap 2 di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Rabu (18/3/2026).

WAWASAN.NEWS, BATANG – Pemerintah resmi melakukan gas in atau pengaliran gas perdana pada proyek pipa transmisi gas bumi Cirebon–Semarang (Cisem) Tahap 2 di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Rabu (18/3/2026).

Momentum ini menandai bahwa salah satu infrastruktur energi strategis nasional tersebut telah siap beroperasi dan mulai mendukung kebutuhan industri.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menegaskan, seluruh proses teknis telah dilalui sebelum pengoperasian. Hasil pengujian menunjukkan kondisi pipa dalam keadaan aman tanpa kebocoran.

“Seluruh aspek keteknikan sudah selesai. Hasil uji menunjukkan tidak ada kebocoran. Dengan demikian, pipa siap berfungsi dan menyalurkan gas untuk kebutuhan industri,” ujarnya.

Proyek Strategis dengan Penyelesaian Cepat

Proyek Cisem Tahap 2 memiliki panjang sekitar 242 hingga 245 kilometer.

Jika digabungkan dengan Cisem Tahap 1, total panjang jaringan mencapai kurang lebih 305 kilometer.

Menariknya, meski memiliki panjang yang jauh lebih besar dibandingkan tahap pertama, penyelesaian proyek ini hanya berselisih sekitar dua bulan.

Cisem 1 sepanjang 60 kilometer rampung dalam 17 bulan, sementara Cisem 2 diselesaikan dalam waktu 19 bulan.

Percepatan ini dimungkinkan berkat strategi pembangunan yang membagi proyek ke dalam beberapa ruas sehingga pengerjaan dapat dilakukan secara paralel.

Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Pembangunan pipa transmisi Cisem merupakan bagian dari program strategis Kementerian ESDM dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Infrastruktur ini berperan penting dalam mengintegrasikan berbagai sumber gas dari wilayah Timur Indonesia, Natuna, hingga kawasan Andaman ke dalam satu sistem transmisi nasional.

Integrasi tersebut dinilai akan meningkatkan efisiensi distribusi energi sekaligus menjamin pasokan gas yang stabil bagi sektor industri.

Dorong Investasi dan Kawasan Industri

Menurut Yuliot, keberadaan jaringan gas ini akan mempermudah pengembangan kawasan industri, termasuk Kawasan Industri Terpadu Batang yang kini berstatus Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Ketersediaan energi yang stabil menjadi faktor utama dalam menarik investasi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di daerah.

“Dengan kawasan pertumbuhan seperti di Batang ini, kita optimistis target pertumbuhan ekonomi dapat dicapai melalui peningkatan investasi dan aktivitas industri,” katanya.

Selain itu, pemerintah daerah diminta untuk mempercepat proses perizinan, seperti persetujuan bangunan dan lingkungan, agar investasi yang masuk dapat segera terealisasi.

Dampak Ekonomi Luas

Tidak hanya mendukung industri, proyek ini juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang luas.

 Infrastruktur gas akan membuka peluang lapangan kerja, meningkatkan kegiatan ekspor, serta memperkuat devisa negara.

Di sisi lain, multiplier effect dari proyek ini juga diharapkan mampu meningkatkan penerimaan daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

Wamen ESDM menegaskan, keandalan infrastruktur energi menjadi fondasi penting dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional yang diproyeksikan mendekati 8 persen.

Dengan mulai mengalirnya gas pada Cisem Tahap 2, pemerintah optimistis penguatan sektor energi akan semakin mendorong daya saing industri nasional sekaligus mempercepat arus investasi di berbagai kawasan strategis.

***

redaksi www.wawasan.news
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI