Muhdi: Rektor Baru Harus Mampu Kembangkan Potensi Besar UPGRIS, Ciptakan Terobosan Baru dan Kelola SDM Unggul

Sabtu, 30 Mei 2026 - 13:52 WIB
Muhdi: Rektor Baru Harus Mampu Kembangkan Potensi Besar UPGRIS, Ciptakan Terobosan Baru dan Kelola SDM Unggul
Pelantikan Rektor Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS) Periode 2026-2030 di kampus tersebut, Sabtu (30/5/2026).

WAWASAN.NEWS SEMARANG - Pembina YPLP PT PGRI Jawa Tengah, Dr Muhdi SH MHum, menilai Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) telah menunjukkan perkembangan yang sangat baik dalam kurun sekitar 25 tahun terakhir.

Menurutnya, kemajuan tersebut terlihat dari berbagai aspek, mulai dari jumlah mahasiswa, kualitas penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga capaian Program Pendidikan Profesi Guru (PPG).

"Kampus ini sudah memiliki perjalanan yang panjang. Alhamdulillah, sekitar 25 tahun terakhir progresnya sangat bagus dari semua aspek. Kita bersyukur karena tidak hanya jumlah mahasiswa yang terus meningkat, tetapi juga prestasi penelitian, pengabdian kepada masyarakat, termasuk PPG yang menunjukkan capaian membanggakan. Reputasi UPGRIS juga semakin baik dan penghargaan terus berdatangan," ujarnya.

Hal tersebut disampaikannya usai pelantikan Rektor Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS) Periode 2026-2030 di kampus tersebut, Sabtu (30/5/2026).

Meski demikian, Muhdi mengingatkan bahwa tantangan perguruan tinggi saat ini semakin berat.

Perguruan tinggi negeri kini semakin agresif membuka program studi baru dan melakukan promosi layaknya perguruan tinggi swasta.

"Dulu perguruan tinggi negeri tidak perlu promosi, mahasiswa datang sendiri. Sekarang kondisinya berbeda. Mereka membuka ruang pendaftaran yang sangat luas dan aktif melakukan promosi. Ini menjadi tantangan yang harus dijawab oleh rektor baru," katanya.

Menurut Muhdi, Dr Sapto Budoyo sebagai Rektor UPGRIS periode 2026-2030 mewarisi potensi besar yang harus dikelola dengan baik.

Potensi tersebut antara lain banyaknya dosen bergelar doktor dan profesor yang dimiliki kampus.

"Potensi besar itu harus dikelola secara tepat. Kalau tidak, justru bisa menjadi bumerang. Orang-orang pintar harus dimanajemen dengan baik agar menjadi kekuatan. Saya yakin Pak Sapto mampu memobilisasi seluruh potensi yang ada sesuai dengan passion masing-masing dosen," ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa setiap dosen memiliki kecenderungan yang berbeda.

Ada yang lebih menyukai penelitian, ada yang fokus pada pengabdian masyarakat, dan ada yang lebih menekuni bidang pengajaran.

Tugas pimpinan kampus adalah mengkolaborasikan seluruh kekuatan tersebut.

"Memang idealnya dosen menjalankan tiga tugas utama perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Namun setiap orang punya kecenderungan berbeda. Ini harus dikolaborasikan agar visi UPGRIS sebagai The Meaning University benar-benar terwujud," jelasnya.

Muhdi menegaskan bahwa penelitian tidak boleh berhenti hanya pada publikasi ilmiah atau jurnal bereputasi internasional. Hasil penelitian harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Kami tidak ingin penelitian hanya berhenti di Scopus atau tersimpan di rak. Penelitian harus dilanjutkan dengan diseminasi, pendampingan, dan implementasi sehingga menghasilkan dampak yang luas bagi masyarakat. Yang paling penting adalah manfaatnya," tegasnya.

Ia bahkan menilai bahwa tidak semua penelitian harus berteknologi tinggi. Yang lebih penting adalah sejauh mana penelitian tersebut mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.

"Riset tidak harus selalu rumit atau berteknologi tinggi. Yang terpenting adalah berdampak. Kita harus melihat kebutuhan masyarakat, kemudian menciptakan solusi yang tepat. Itulah tantangan perguruan tinggi saat ini," katanya.

Muhdi juga menekankan pentingnya semangat menciptakan kebaruan atau inovasi dalam menghadapi perubahan zaman.

Menurutnya, orientasi penelitian harus bergeser dari sekadar mengejar pengakuan akademik menuju penciptaan manfaat nyata.

"Dulu kita berlomba mengejar publikasi internasional bereputasi. Itu tetap penting, tetapi sekarang orientasinya harus lebih luas. Penelitian yang mungkin hanya terbit di jurnal nasional tetapi mampu memberikan dampak besar bagi masyarakat bisa jadi jauh lebih bernilai," ujarnya.

Sebagai contoh, ia menyebut pengembangan Edupark yang sedang dibangun UPGRIS. Kawasan tersebut dirancang menjadi pusat edukasi, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat.

"Di Edupark nanti orang bisa belajar bertani modern di lahan terbatas dengan dukungan teknologi digital. Bisa belajar budidaya melon, pengelolaan pertanian modern, hingga pemasaran hasil produksi. Ini bentuk kebaruan yang menurut saya sangat penting," katanya.

Ia juga mencontohkan pentingnya inovasi dalam sektor pertanian dan ekonomi masyarakat, seperti pengembangan varietas unggul atau peningkatan nilai jual komoditas lokal melalui riset dan teknologi.

"Indonesia memiliki banyak potensi. Tantangannya adalah bagaimana perguruan tinggi hadir memberikan solusi melalui teknologi, inovasi, dan pendampingan sehingga masyarakat mendapatkan nilai tambah yang lebih besar," ujarnya.

Menurut Muhdi, kebaruan juga bisa lahir dari kolaborasi lintas disiplin ilmu.

Dosen tidak boleh bekerja secara parsial, melainkan harus mampu menggabungkan berbagai bidang keilmuan untuk menghasilkan inovasi yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi.

"Seperti yang dilakukan almarhum Didi Kempot yang mampu mengemas musik daerah menjadi dikenal luas bahkan mendunia. Inovasi sering kali lahir dari kemampuan menggabungkan berbagai unsur yang sebelumnya tidak terpikirkan. Dosen juga harus memiliki semangat seperti itu," katanya.

Karena itu, Muhdi berharap kepemimpinan Dr Sapto Budoyo mampu menghadirkan terobosan-terobosan baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat posisi UPGRIS sebagai perguruan tinggi yang bertumbuh dengan memberikan manfaat nyata.

"UPGRIS tidak boleh hanya tumbuh. Kita harus tumbuh dengan memberikan manfaat yang besar. Kata kuncinya adalah dampak. Saya berharap setiap rektor baru memiliki cara-cara baru untuk mencapai tujuan tersebut," pungkasnya.

***

redaksi www.wawasan.news
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI