Mahasiswa Informatika UPGRIS Kembangkan Inovasi Artificial Intelligence untuk Deteksi Dini Kebocoran Air
WAWASAN.NEWS, Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) semakin meluas di berbagai sektor, termasuk layanan utilitas publik.
Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Program Studi Informatika Fakultas Teknik dan Informatika Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Laras Wulansari, berhasil mengembangkan SIPADMA (Sistem Deteksi Anomali Pemakaian Air).
SIPADMA merupakan sebuah sistem berbasis Machine Learning yang mampu mendeteksi potensi kebocoran air dan ketidakwajaran penggunaan pelanggan secara otomatis.
Pengembangan sistem ini dilakukan dalam kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di PDAM Tirta Moedal Kota Semarang Cabang Semarang Timur.
Inovasi tersebut lahir dari kebutuhan akan sistem yang mampu menganalisis ribuan data pelanggan secara cepat dan akurat.
Selama ini, proses identifikasi anomali penggunaan air masih dilakukan secara manual sehingga memerlukan waktu yang relatif lama dan berpotensi menyebabkan keterlambatan dalam penanganan berbagai permasalahan, seperti kebocoran jaringan distribusi, pencurian air, maupun kesalahan pencatatan meter pelanggan.
Melalui penerapan Machine Learning, SIPADMA mampu mengenali pola konsumsi air pelanggan dan mengidentifikasi perubahan yang tidak sesuai dengan pola penggunaan normal.
Sistem memanfaatkan metode Anomaly Detection menggunakan pendekatan Z-Score yang dipadukan dengan rule-based scoring sehingga hasil analisis tidak hanya didasarkan pada perhitungan statistik, tetapi juga mempertimbangkan aturan operasional yang digunakan oleh PDAM Tirta Moedal.
Tidak hanya mengembangkan algoritma, Laras juga membangun aplikasi berbasis web menggunakan Python dan Flask agar sistem dapat digunakan secara mudah oleh petugas.
SIPADMA dilengkapi berbagai fitur seperti dashboard analitik, visualisasi grafik interaktif, filter berdasarkan tingkat risiko, riwayat pemakaian pelanggan, pencarian data pelanggan, serta ekspor laporan dalam format Excel.
Seluruh fitur tersebut dirancang untuk mendukung proses analisis berbasis data dan mempercepat pengambilan keputusan di lapangan.
Keandalan sistem diuji menggunakan 3.996 data rekening pelanggan yang mencakup 666 pelanggan selama periode September 2025 hingga Februari 2026.
Dari hasil pengujian, SIPADMA berhasil mendeteksi 163 rekening yang memiliki pola penggunaan tidak wajar atau sekitar 4,1% dari keseluruhan data.
Sebanyak 147 rekening di antaranya dikategorikan memiliki tingkat risiko sehingga menjadi prioritas untuk dilakukan verifikasi lapangan.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan AI mampu membantu proses identifikasi secara lebih cepat dan sistematis dibandingkan pendekatan manual.
Ketua Program Studi Informatika Fakultas Teknik dan Informatika UPGRIS, Bambang Agus Herlambang, S.Kom., M.Kom., mengatakan bahwa penguasaan teknologi Artificial Intelligence menjadi salah satu kompetensi yang terus dikembangkan di lingkungan Program Studi Informatika.

"Artificial Intelligence tidak hanya berkembang di sektor industri digital, tetapi juga mulai menjadi solusi di berbagai layanan publik. Kami mendorong mahasiswa untuk mampu mengembangkan teknologi yang tidak hanya inovatif secara akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mitra industri."
Menurutnya, SIPADMA merupakan contoh implementasi AI yang aplikatif karena mampu mengolah data operasional menjadi informasi yang mendukung pengambilan keputusan.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat transformasi digital pada sektor utilitas publik.
Bagi Laras Wulansari, proyek ini menjadi pengalaman berharga dalam menerapkan teori yang dipelajari selama perkuliahan ke dalam kebutuhan nyata di dunia industri.
Mulai dari proses pengumpulan data, analisis kebutuhan pengguna, perancangan algoritma, hingga pembangunan aplikasi dilakukan secara langsung bersama pihak PDAM Tirta Moedal.
Ke depan, SIPADMA masih memiliki peluang untuk terus dikembangkan melalui integrasi dengan Internet of Things (IoT), analisis data secara real-time, serta penerapan algoritma Machine Learning yang lebih adaptif.
Pengembangan tersebut diharapkan mampu menghasilkan sistem deteksi dini yang semakin akurat, cepat, dan mendukung terwujudnya pengelolaan layanan air bersih yang lebih cerdas.
Melalui inovasi ini, Program Studi Informatika UPGRIS kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan riset terapan di bidang Artificial Intelligence, sekaligus mempersiapkan lulusan yang mampu menjadi inovator teknologi dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat di era transformasi digital.
***



