KKN Internasional Hadirkan Nilai Kemanusiaan Lintas Negara
Melalui berbagai kegiatan pengabdian masyarakat di Tailan Selatan, mahasiswa UPGRIS menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan yang melampaui batas negara, budaya, dan bahasa sebagai bagian dari implementasi Kerja Sama Internasional bersama Al Hidayah Foundation.
WAWASAN.NEWS, Program KKN Internasional Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS) kembali menunjukkan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki kepedulian terhadap sesama.
Melalui berbagai kegiatan pengabdian masyarakat di Tailan Selatan, mahasiswa UPGRIS menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan yang melampaui batas negara, budaya, dan bahasa sebagai bagian dari implementasi Kerja Sama Internasional bersama Al Hidayah Foundation.
Selama menjalankan program di sejumlah sekolah dan komunitas di kawasan Hat Yai, mahasiswa terlibat dalam berbagai aktivitas sosial, mulai dari membantu pemulihan lingkungan sekolah pascabanjir, mendistribusikan bantuan bagi masyarakat terdampak, mendampingi kegiatan belajar siswa, hingga berkolaborasi dengan guru dan warga dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Kehadiran mahasiswa tidak hanya memberikan bantuan secara fisik, tetapi juga menghadirkan semangat kebersamaan dan optimisme bagi masyarakat setempat.
Program ini menjadi bagian dari implementasi MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar melalui pengalaman nyata di lingkungan internasional.
Mahasiswa tidak hanya mengembangkan kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga memperkuat karakter kepemimpinan, empati, kemampuan berkomunikasi lintas budaya, serta keterampilan menyelesaikan persoalan sosial secara kolaboratif.
Berbagai aktivitas pengabdian dilakukan bersama guru, tokoh masyarakat, relawan, dan mitra lokal yang berada di bawah koordinasi Al Hidayah Foundation.
Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa kerja sama antarlembaga pendidikan mampu menghasilkan manfaat yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Perbedaan bahasa dan budaya justru menjadi ruang pembelajaran yang memperkaya pengalaman seluruh peserta program.
Rektor UPGRIS, Dr. Sri Suciati, M.Hum., menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian penting dari proses internasionalisasi perguruan tinggi.
"Internasionalisasi harus memberikan dampak nyata. Mahasiswa yang mengikuti KKN Internasional bukan hanya belajar di luar negeri, tetapi juga menjadi representasi nilai-nilai kemanusiaan Indonesia. Mereka hadir untuk berbagi, belajar, dan membangun persaudaraan dengan masyarakat dunia," ujarnya.
Ketua UPT Kantor Urusan Internasional (KUI) UPGRIS, Dr. Nur Hidayat, M.Hum., menjelaskan bahwa kerja sama dengan Al Hidayah Foundation terus berkembang melalui berbagai program yang mengintegrasikan pendidikan, pengabdian, dan pertukaran budaya.
"Kami ingin setiap mahasiswa memperoleh pengalaman internasional yang utuh. Selain praktik mengajar, mereka juga dilibatkan dalam kegiatan sosial sehingga mampu memahami kehidupan masyarakat secara lebih dekat. Inilah makna internasionalisasi yang berdampak dan berkelanjutan," jelasnya.
Perwakilan Al Hidayah Foundation menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa UPGRIS selama menjalankan program di Tailan Selatan.
Menurutnya, mahasiswa Indonesia mampu membangun hubungan yang hangat dengan masyarakat dan menjadi teladan dalam semangat gotong royong serta kepedulian sosial.
"Mahasiswa UPGRIS menunjukkan dedikasi yang luar biasa. Mereka bekerja bersama masyarakat tanpa membedakan latar belakang, sehingga kehadiran mereka benar-benar memberikan manfaat bagi sekolah maupun komunitas kami," ungkapnya.
Salah seorang mahasiswa peserta KKN Internasional mengungkapkan bahwa pengalaman hidup bersama masyarakat Tailan Selatan telah mengubah cara pandangnya mengenai makna pengabdian.
"Kami datang untuk belajar sekaligus mengabdi. Dari masyarakat Tailan Selatan kami belajar tentang ketulusan, kebersamaan, dan rasa saling menghormati. Pengalaman ini membuat kami semakin siap menjadi pendidik sekaligus warga dunia yang memiliki kepedulian terhadap sesama," tuturnya.
Rangkaian kegiatan tersebut sejalan dengan pendekatan IPCSA 5E yang menjadi fondasi pelaksanaan program internasional UPGRIS.
Mahasiswa membangun Engagement melalui keterlibatan aktif dengan masyarakat, memperkuat Empowerment dengan memberikan kontribusi nyata bagi komunitas, memperoleh Experience melalui pembelajaran lintas budaya, menunjukkan Excellence dalam menjalankan pengabdian secara profesional, serta mendorong Expansion melalui penguatan jejaring Kerja Sama Internasional yang saling menguntungkan.
Melalui pelaksanaan PPL Internasional dan KKN Internasional di Hat Yai, Tailan Selatan, UPGRIS terus memperkuat komitmennya dalam mengembangkan Pendidikan Internasional yang berorientasi pada kebermanfaatan bagi masyarakat global.
Bersama Al Hidayah Foundation, mahasiswa tidak hanya menjadi peserta program mobilitas internasional, tetapi juga menjadi duta kemanusiaan yang membawa nilai solidaritas, kolaborasi, dan pengabdian sebagai fondasi utama dalam membangun hubungan antarbangsa yang berkelanjutan.



