JMS 2026 Jadi Titik Balik Media Lokal Jateng, Ratusan Pengelola Media Rumuskan Strategi Bertahan di Era AI

Forum tersebut menjadi ajang konsolidasi sekaligus ruang diskusi strategis bagi media lokal untuk mencari model baru agar tetap relevan dan mampu bertahan di tengah kompetisi industri digital yang semakin ketat.

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:43 WIB
JMS 2026 Jadi Titik Balik Media Lokal Jateng, Ratusan Pengelola Media Rumuskan Strategi Bertahan di Era AI

WAWASAN.NEWS SEMARANG – Ratusan pengelola media lokal dari berbagai daerah di Jawa Tengah berkumpul dalam forum besar Jateng Media Summit (JMS) 2026 yang digelar di Hotel Khas Semarang, Kamis (21/5/2026).

Mengusung tema “Peta Jalan Baru Media Lokal Jawa Tengah”, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi insan pers daerah untuk membahas masa depan industri media di tengah derasnya arus disrupsi digital, perkembangan kecerdasan buatan (AI), hingga perubahan perilaku konsumsi informasi masyarakat.

Forum tersebut menjadi ajang konsolidasi sekaligus ruang diskusi strategis bagi media lokal untuk mencari model baru agar tetap relevan dan mampu bertahan di tengah kompetisi industri digital yang semakin ketat.

Kegiatan JMS 2026 merupakan puncak dari rangkaian agenda yang sebelumnya diawali dengan Bimbingan Teknis pengelolaan website pemerintah daerah pada hari pertama pelaksanaan.

Ketua Panitia JMS 2026 sekaligus CEO Beritajateng.tv, Nur Kholis, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi. Lebih dari 100 peserta hadir dari berbagai wilayah di Jawa Tengah, mulai dari Semarang, Kudus, Solo, Banyumas, hingga kawasan Pantura.

Menariknya, sekitar 30 persen peserta berasal dari kalangan “homeless media”, yakni media baru berbasis digital yang tidak lagi bergantung pada kantor fisik dan bergerak lebih fleksibel dalam memproduksi maupun mendistribusikan informasi.

“Ini menunjukkan bahwa ekosistem media lokal sedang berubah. Banyak media baru tumbuh dengan model yang lebih lincah dan adaptif terhadap perkembangan digital,” ujar Nur Kholis dalam sambutannya.

Sementara itu, inisiator JMS 2026 sekaligus CEO PT Arkadia Digital Media Tbk dan Pemimpin Redaksi Suara.com, Suwarjono, menegaskan bahwa industri media saat ini sedang menghadapi perubahan besar yang tidak bisa dihindari.

Menurutnya, pola bisnis media konvensional telah berubah total. Karena itu, media lokal harus segera melakukan transformasi agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman.

“Kalau tidak kita antisipasi sekarang, kita perlu ngobrol Peta Jalan Baru Media Lokal Jawa Tengah. Kita kalau tidak segera melakukan cara-cara baru atau model-model baru bisa tenggelam,” tegas Suwarjono.

Ia menggambarkan bahwa di masa depan, distribusi konten akan semakin personal dan otomatis. Teknologi akan membuat audiens menerima informasi sejak bangun tidur hingga kembali beristirahat tanpa harus aktif mencari berita sendiri.

Kondisi itu, menurutnya, menuntut media lokal untuk lebih terbuka terhadap inovasi, teknologi, serta perubahan pola kerja jurnalistik.

“Media lokal harus cepat beradaptasi. Kalau tidak, kita akan kalah dengan perubahan algoritma, platform digital, dan pola konsumsi masyarakat yang terus bergerak,” ujarnya.

Dukungan terhadap penguatan media lokal juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Jateng, Iwanuddin Iskandar, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum tersebut.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan media, baik media arus utama maupun media digital lokal.

“Kami siap berkolaborasi dengan semua media. Kalau ada informasi kepala daerah kabupaten kota tidak bisa berkolaborasi dengan media, laporkan ke kami,” ujar Iwanuddin.

Ia juga menyoroti tantangan besar yang kini dihadapi dunia pers, yakni maraknya penyebaran hoaks dan manipulasi informasi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Menurutnya, kemunculan teknologi seperti deepfake video dan rekayasa suara digital menjadi ancaman serius apabila tidak dibarengi dengan etika penggunaan teknologi.

“Maka penggunaan AI juga perlu ada etika dan memberikan informasi yang sebenarnya dan fakta di lapangan,” tambahnya.

Senada dengan itu, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Sarif Abdillah, mengingatkan pentingnya menjaga eksistensi media sebagai salah satu pilar demokrasi.

Ia menilai media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga memiliki peran besar dalam membangun narasi sosial dan menjaga arah peradaban masyarakat.

“Peradaban tanpa narasi yang baik, akan terjadi kemunduran pemahaman, kemunduran ideologi, kemunduran visi, dan akan hilang peradaban tersebut. Semoga ini menjadi awal kita untuk langkah ke depan,” kata Sarif.

Dalam kesempatan itu, Sarif juga mengajak generasi muda untuk tidak takut menghadapi tantangan zaman, termasuk persoalan ekonomi dan perubahan besar akibat digitalisasi.

Menurutnya, dunia media membutuhkan anak-anak muda yang memiliki keberanian, kreativitas, dan idealisme agar ekosistem pers tetap hidup dan berkembang.

JMS 2026 pun diharapkan menjadi titik awal lahirnya kolaborasi baru antar-media lokal di Jawa Tengah dalam menghadapi tantangan era digital. Selain memperkuat jejaring, forum tersebut juga menjadi ruang bertukar gagasan untuk membangun model bisnis media yang lebih sehat, independen, dan berkelanjutan di masa depan.

redaksi www.wawasan.news
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI