Inovasi Mahasiswa UPGRIS Dukung Layanan Air Bersih yang Lebih Cepat, Tepat, dan Andal
Inovasi tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya mewujudkan layanan air bersih yang semakin andal serta mendukung pembangunan smart city di Kota Semarang.
WAWASAN.NEWS, Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus tersedia secara berkelanjutan.
Untuk mewujudkan pelayanan yang lebih cepat dan andal, mahasiswa Program Studi Informatika Fakultas Teknik dan Informatika Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Laras Wulansari, mengembangkan SIPADMA (Sistem Deteksi Anomali Pemakaian Air).
SIPADMA merupakan sebuah sistem berbasis Machine Learning yang mampu mendeteksi potensi kebocoran dan ketidakwajaran penggunaan air pelanggan secara dini.
Inovasi ini dikembangkan dalam kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di PDAM Tirta Moedal Kota Semarang Cabang Semarang Timur sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dalam pengelolaan distribusi air bersih, salah satu tantangan terbesar adalah mendeteksi kebocoran pipa dan ketidakwajaran penggunaan air secara cepat.

Selama ini, proses identifikasi masih mengandalkan pemeriksaan manual terhadap data pelanggan sehingga memerlukan waktu yang cukup lama.
Akibatnya, potensi kehilangan air maupun gangguan pelayanan baru diketahui setelah permasalahan berkembang menjadi lebih besar.
Melalui SIPADMA, proses tersebut kini dapat dilakukan secara otomatis. Sistem memanfaatkan teknologi Machine Learning dengan metode Anomaly Detection, menggunakan pendekatan Z-Score dan rule-based scoring untuk mengenali pola konsumsi air pelanggan.
Ketika ditemukan perubahan penggunaan yang tidak wajar, sistem akan memberikan peringatan sehingga petugas dapat segera melakukan pemeriksaan di lapangan sebelum permasalahan berdampak lebih luas kepada pelanggan.
Selain mendeteksi potensi kebocoran, SIPADMA juga membantu petugas menentukan prioritas penanganan. Sistem menyediakan dashboard interaktif, visualisasi data, filter berdasarkan tingkat risiko, riwayat penggunaan pelanggan, hingga laporan otomatis dalam format Excel.
Dengan informasi tersebut, proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat, objektif, dan berbasis data.
Pengujian sistem dilakukan menggunakan 3.996 data rekening pelanggan yang mencakup 666 pelanggan selama periode September 2025 hingga Februari 2026.
Dari hasil analisis, sistem berhasil mengidentifikasi 163 rekening yang memiliki pola penggunaan tidak wajar, dengan 147 rekening dikategorikan sebagai pelanggan berisiko yang perlu segera dilakukan verifikasi lapangan.
Kemampuan ini membantu petugas memfokuskan sumber daya pada lokasi yang benar-benar membutuhkan penanganan sehingga proses pelayanan menjadi lebih efektif.
Ketua Program Studi Informatika Fakultas Teknik dan Informatika UPGRIS, Bambang Agus Herlambang, S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa inovasi teknologi seharusnya mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
"Tujuan utama pengembangan teknologi bukan sekadar menghasilkan aplikasi, tetapi menghadirkan solusi yang berdampak nyata. Ketika kebocoran dapat dideteksi lebih cepat, distribusi air menjadi lebih terjaga, kehilangan air dapat ditekan, dan masyarakat memperoleh layanan yang semakin baik. Inilah bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi melalui inovasi mahasiswa."
Bagi PDAM Tirta Moedal, penerapan SIPADMA menjadi langkah menuju pengelolaan layanan air bersih yang lebih modern dan berbasis data.
Sementara bagi masyarakat, sistem ini diharapkan mampu meningkatkan keandalan distribusi air, mempercepat penanganan gangguan, serta mendukung terciptanya pelayanan publik yang lebih responsif.
Lebih dari sekadar proyek akademik, SIPADMA menunjukkan bagaimana kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri dapat melahirkan inovasi yang memberikan manfaat luas.
Pengembangan sistem ini menjadi bukti bahwa pemanfaatan Artificial Intelligence dan Machine Learning tidak hanya relevan bagi sektor teknologi, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat melalui peningkatan kualitas layanan publik.
Ke depan, sistem ini direncanakan untuk terus dikembangkan dengan integrasi Internet of Things (IoT) dan analisis data real-time, sehingga proses pemantauan jaringan distribusi air dapat dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan proaktif.
Inovasi tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya mewujudkan layanan air bersih yang semakin andal serta mendukung pembangunan smart city di Kota Semarang.
***



