Hampir 90 Persen Warga Deltasari Pakai Jargas, PGN Gencarkan Edukasi Keamanan Gas Bumi
Edukasi juga menyentuh persoalan pencatatan stan meter. Selain dilakukan secara berkala oleh petugas, pelanggan dapat mencatat stan meter secara mandiri setiap bulan melalui aplikasi PGN Mobile.
WAWASAN.NEWS SIDOARJO – Hampir 90 persen rumah di Perumahan Deltasari Indah, Sidoarjo, kini memanfaatkan jaringan gas bumi (jargas) untuk kebutuhan sehari-hari.
Dari total 530 rumah, sebanyak 478 rumah atau sekitar 90 persen telah menjadi pengguna gas bumi.
Tingginya tingkat pemanfaatan jargas tersebut mendorong PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) memperkuat edukasi kepada masyarakat.
Tak hanya soal manfaat gas bumi, PGN juga menekankan pentingnya memahami aspek keselamatan, layanan pelanggan, pencatatan meter hingga langkah penanganan ketika terjadi gangguan.
Edukasi dilakukan kepada warga RW 9 Perumahan Deltasari Indah, Sidoarjo, Minggu (30/8/2026), bertepatan dengan rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Pada hari yang sama, edukasi serupa juga digelar PGN di Perumahan Griya Permata Ijen (GPI), Mojokerto.
Warga Deltasari Aktif Bertanya soal Jargas
Pjs. Area Head Sidoarjo PGN Sales and Operation Region III (SOR III), Nurdiansyah, mengatakan penggunaan jargas di RW 9 tergolong tinggi. Antusiasme warga juga terlihat dari keaktifan mereka mencari informasi mengenai layanan dan keamanan gas bumi.
“Di RW 9 ini warga sudah banyak yang menggunakan gas, lebih banyak daripada RW yang lain di perumahan ini. Kemudian warganya sangat proaktif bertanya,” ujar Nurdiansyah.
Menurut dia, warga tidak segan menghubungi petugas PGN ketika menemukan persoalan terkait penggunaan gas di lingkungan mereka.
“Ketika ada petugas PGN, mereka antusias menghubungi atau bertanya terhadap permasalahan gas yang terjadi di perumahan mereka,” lanjutnya.
Dalam sesi tersebut, warga mendapat penjelasan langsung mengenai penggunaan jargas secara aman, langkah yang harus dilakukan ketika menemukan indikasi gangguan, mekanisme pemasangan bagi calon pelanggan hingga tata cara pencatatan stan meter.
Tekanan Gas Rendah dan Terkontrol
Salah satu materi yang menjadi perhatian adalah aspek keamanan jaringan gas bumi. PGN menjelaskan, jargas pelanggan rumah tangga disalurkan dengan tekanan rendah sekitar 0,03 bar sesuai standar jargas.
Tekanan tersebut telah diatur berdasarkan standar dan desain teknis jaringan untuk mendukung keamanan penggunaan gas bumi di rumah pelanggan.
PGN juga menjelaskan karakteristik gas bumi yang lebih ringan dibandingkan udara. Apabila terjadi pelepasan gas, gas cenderung bergerak ke atas dan terdispersi di udara.
Meski demikian, pelanggan tetap diminta tidak mengabaikan aspek keselamatan. Kondisi instalasi dan peralatan gas harus diperhatikan secara berkala.
Jika mencium bau gas atau menemukan indikasi gangguan, pelanggan diimbau segera melakukan langkah pengamanan dan menghubungi kanal layanan resmi PGN.
Bisa Catat Meter Sendiri Lewat PGN Mobile
Edukasi juga menyentuh persoalan pencatatan stan meter. Selain dilakukan secara berkala oleh petugas, pelanggan dapat mencatat stan meter secara mandiri setiap bulan melalui aplikasi PGN Mobile.
Fasilitas tersebut memungkinkan pelanggan lebih aktif memantau sekaligus melaporkan penggunaan gas bumi di rumah mereka.
Tak hanya pengguna jargas, warga yang belum menggunakan jaringan gas bumi juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali informasi.
Pertanyaan warga antara lain berkaitan dengan mekanisme pemasangan, keamanan penggunaan gas bumi hingga peluang pemanfaatannya untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha.
Warga: Kalau Paham, Pasti Banyak yang Tertarik
Salah seorang warga Deltasari, Bagio, menilai sosialisasi secara langsung membuat masyarakat lebih mudah memahami penggunaan dan keamanan jargas.
“Soal keamanan banyak yang tidak paham dan mengerti. Dengan adanya sosialisasi ini bagus sekali, masyarakat dan warga lebih senang lagi,” kata Bagio.
Menurutnya, pemahaman mengenai keamanan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk beralih menggunakan gas bumi.
“Kalau paham pasti akan banyak yang tertarik gunakan gas PGN karena lebih murah dan lebih aman,” ujarnya.
Edukasi Jargas Menyasar Mojokerto
Tak hanya di Sidoarjo, PGN pada hari yang sama juga menggelar edukasi di Griya Permata Ijen, Mojokerto.
Kegiatan tersebut dikemas bersama Gebyar Seni dan Jalan Sehat dalam rangka perayaan kemerdekaan. Momentum itu dimanfaatkan PGN untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat sekaligus memberikan pemahaman mengenai manfaat, penggunaan dan keamanan jargas.
“Pada hari ini saja ada dua tempat, di Perumahan Deltasari Indah ini, di RW 9, kemudian ada di Perumahan Griya Permata Ijen (GPI) di Mojokerto,” ujar Nurdiansyah.
PGN menilai edukasi tatap muka tetap penting untuk memastikan masyarakat tidak hanya memahami manfaat gas bumi, tetapi juga mengetahui cara penggunaan peralatan, prosedur ketika terjadi gangguan, pencatatan meter dan mekanisme mendapatkan layanan.
Ke depan, kegiatan serupa akan terus dilakukan di sejumlah wilayah layanan PGN, termasuk Jombang dan beberapa kawasan di Sidoarjo.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya PGN meningkatkan literasi masyarakat mengenai gas bumi sekaligus menjaga keamanan dan keandalan layanan jaringan gas bagi pelanggan.



