Guru Garda Terdepan Pendamping Siswa, Tim Dosen UNNES Perkuat Layanan Konseling di Sekolah Indonesia Bangkok

Mengusung tema “Penguatan Kompetensi Guru sebagai School Counselor Partner”, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UNNES dalam memperluas kontribusi akademik hingga ke tingkat internasional. Program tersebut didanai melalui DPA LPPM UNNES Tahun 2026.

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:14 WIB
Guru Garda Terdepan Pendamping Siswa, Tim Dosen UNNES Perkuat Layanan Konseling di Sekolah Indonesia Bangkok

BANGKOK – Tantangan pendidikan di era Society 5.0 tidak hanya berkaitan dengan penguasaan teknologi, tetapi juga menyangkut kesiapan sekolah dalam menjaga kesehatan mental, karakter, dan perkembangan sosial peserta didik. 

Menjawab kebutuhan tersebut, tim dosen Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan program Pengabdian Masyarakat Internasional di Sekolah Indonesia Bangkok (SIB), Thailand, pada 9–12 Juni 2026.

Mengusung tema “Penguatan Kompetensi Guru sebagai School Counselor Partner”, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UNNES dalam memperluas kontribusi akademik hingga ke tingkat internasional. Program tersebut didanai melalui DPA LPPM UNNES Tahun 2026.

Ketua tim pengabdian, Prof. Dr. Heri Tjahjono, M.Si, menjelaskan bahwa era Society 5.0 menghadirkan berbagai peluang sekaligus tantangan baru bagi dunia pendidikan.

Integrasi ruang fisik dan digital yang semakin kuat membuat peserta didik berhadapan dengan berbagai persoalan, mulai dari krisis identitas budaya, degradasi nilai, hingga tekanan psikologis akibat tuntutan akademik dan sosial.

Menurutnya, pendidikan harus tetap berpegang pada filosofi Ki Hadjar Dewantara yang menempatkan peserta didik sebagai pusat proses pembelajaran.

Pendidikan tidak sekadar mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menuntun anak mencapai keselamatan dan kebahagiaan hidup melalui penguatan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan.

“Di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi, pendidikan harus tetap memuliakan martabat manusia serta memperkuat karakter peserta didik,” ujarnya.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari Kepala Sekolah Indonesia Bangkok, Maria Victoria, M.Pd.

Ia menilai program yang dibawa UNNES sangat relevan dengan kebutuhan sekolah dalam meningkatkan kapasitas guru untuk mendampingi perkembangan siswa secara lebih menyeluruh.

Maria mengungkapkan, salah satu tujuan penting dari pelatihan tersebut adalah mengubah paradigma lama mengenai layanan Bimbingan dan Konseling (BK).

Selama ini, BK kerap dipandang sebagai “polisi sekolah” yang hanya menangani siswa bermasalah.

Melalui pendekatan yang diberikan tim UNNES, guru kelas dan wali kelas justru diperkuat perannya sebagai mitra utama dalam sistem pendampingan siswa.

Mereka dibekali kemampuan melakukan deteksi dini terhadap perubahan perilaku peserta didik, memberikan dukungan akademik, hingga menjadi mediator yang menjembatani berbagai persoalan siswa.

“Ketika ditemukan kasus yang membutuhkan penanganan lebih mendalam, wali kelas dapat berperan sebagai penghubung melalui sistem alih tangan kasus atau referral kepada guru BK yang memiliki kompetensi khusus,” jelas Maria.

Dalam sesi pelatihan, narasumber dari UNNES, Kusnarto Kurniawan, S.Pd., M.Pd., Kons., memperkenalkan Model CASTT (Community, Administrator, Students, Teacher, Technology).

Model ini dirancang untuk memperkuat kemitraan seluruh unsur sekolah dalam memberikan layanan pendampingan kepada siswa.

Melalui pendekatan tersebut, peran konselor sekolah tidak lagi bekerja secara terpisah, melainkan menjadi pemimpin kolaboratif yang mampu menggerakkan seluruh ekosistem pendidikan.

Mulai dari guru, siswa, orang tua, manajemen sekolah, hingga komunitas sekitar dilibatkan dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan suportif.

Pelatihan juga membahas prosedur operasional layanan BK yang terdiri atas lima tahapan utama.

Tahapan tersebut meliputi observasi sistematis di kelas, analisis kebutuhan siswa melalui instrumen khusus, perencanaan karier abad ke-21 sekaligus pencegahan bullying dan radikalisme, pelaksanaan program secara kolaboratif, serta tindak lanjut melalui evaluasi jangka pendek, jangka panjang, dan evaluasi berkala.

Pendekatan ini diharapkan mampu memastikan setiap program pendampingan berjalan secara terukur, akuntabel, dan terus berkembang sesuai kebutuhan peserta didik.

Program pengabdian internasional tersebut melibatkan tim lintas disiplin ilmu dari berbagai fakultas di UNNES.

Delegasi terdiri atas Prof. Dr. Heri Tjahjono, M.Si.; Prof. Dr. Amin Pujiati, S.E., M.Si.; Dr. Isnarto, M.Si.; Aprila Niravita, S.H., M.Kn.; Dr. Muhamad Burhanudin, S.S., M.A.; Dr. Andry Akhiruyanto, S.Pd., M.Pd.; Dr. Sri Handayani, M.Pd.; serta Kusnarto Kurniawan, S.Pd., M.Pd., Kons.

Kolaborasi lintas bidang tersebut menunjukkan keseriusan UNNES dalam membantu sekolah mitra di luar negeri menghadapi berbagai persoalan psikososial yang berkembang di lingkungan pendidikan modern.

Selain membekali keterampilan teknis, program ini juga menanamkan nilai keterbukaan, kejujuran, dan kemauan mendengarkan berbagai sudut pandang. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun budaya sekolah yang sehat dan inklusif.

Tim pengabdian menilai keberhasilan layanan bimbingan dan konseling tidak hanya ditentukan oleh kompetensi guru BK, tetapi juga oleh tingkat kepercayaan yang terbangun antara guru, manajemen sekolah, siswa, dan orang tua.

Ketika seluruh pihak bekerja dalam satu visi yang sama, layanan pendampingan dapat berjalan lebih efektif dan berdampak nyata.

Melalui sinergi yang terbangun selama program berlangsung, Sekolah Indonesia Bangkok diharapkan mampu mengembangkan sistem pendampingan siswa yang lebih komprehensif.

Upaya ini menjadi langkah penting dalam mencetak generasi Indonesia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat, tangguh, dan siap menghadapi berbagai tantangan global di masa depan.

redaksi www.wawasan.news
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI