Gotong Royong Internasional Pulihkan Lingkungan Sekolah

Melalui program PPL Internasional dan KKN Internasional di kawasan Hat Yai, Tailan Selatan, UPGRIS terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan Pendidikan Internasional yang berdampak bagi masyarakat.

Minggu, 18 Januari 2026 - 08:21 WIB
Gotong Royong Internasional Pulihkan Lingkungan Sekolah

WAWASAN.NEWS, Semangat gotong royong menjadi jembatan persahabatan antara Indonesia dan Tailan dalam pelaksanaan program PPL Internasional dan KKN Internasional Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS).

Bersama guru, siswa, masyarakat, dan Al Hidayah Foundation, mahasiswa UPGRIS bergandengan tangan memulihkan lingkungan sekolah yang terdampak banjir di Tailan Selatan, menunjukkan bahwa kolaborasi lintas negara mampu menghadirkan manfaat nyata bagi dunia pendidikan.

Kegiatan gotong royong tersebut dilakukan sebagai upaya mempercepat pemulihan lingkungan sekolah agar kegiatan belajar mengajar dapat segera kembali berlangsung.

Mahasiswa bersama warga membersihkan ruang kelas, perpustakaan, halaman sekolah, saluran drainase, serta berbagai fasilitas pendidikan yang sebelumnya tertutup lumpur dan sampah akibat banjir.

Bagi mahasiswa UPGRIS, kegiatan ini bukan sekadar kerja bakti, tetapi menjadi ruang belajar yang mempertemukan berbagai budaya dalam satu tujuan yang sama, yaitu membantu sesama.

Perbedaan bahasa tidak menjadi penghalang karena seluruh peserta menunjukkan semangat kebersamaan, saling membantu, dan berbagi tanggung jawab.

Kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) yang memberikan pengalaman belajar di luar kampus melalui interaksi langsung dengan masyarakat internasional.

Mahasiswa tidak hanya mengembangkan kompetensi pedagogik selama PPL Internasional, tetapi juga meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya, kepemimpinan, kerja sama tim, dan kepedulian sosial selama menjalankan KKN Internasional.

Rektor UPGRIS, Dr. Sri Suciati, M.Hum., menyampaikan bahwa nilai gotong royong merupakan identitas bangsa Indonesia yang relevan untuk diperkenalkan dalam berbagai program internasional.

"Kami ingin mahasiswa membawa karakter luhur bangsa Indonesia ke tingkat global. Gotong royong adalah nilai universal yang mampu menyatukan berbagai bangsa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar bahwa kolaborasi merupakan kunci dalam menyelesaikan berbagai tantangan bersama," ujarnya.

Ketua UPT Kantor Urusan Internasional (KUI) UPGRIS, Dr. Nur Hidayat, M.Hum., menambahkan bahwa kerja sama dengan Al Hidayah Foundation terus menghasilkan berbagai aktivitas yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

"Program internasional harus memberikan pengalaman akademik sekaligus dampak sosial. Kolaborasi mahasiswa dengan masyarakat Tailan menunjukkan bahwa kerja sama internasional mampu membangun hubungan yang lebih erat melalui aksi nyata di lapangan," jelasnya.

Guru mitra dari sekolah di Tailan Selatan mengaku terkesan dengan antusiasme mahasiswa UPGRIS yang sejak pagi bekerja bersama guru dan siswa tanpa mengenal lelah.

"Mahasiswa UPGRIS datang bukan hanya sebagai calon guru, tetapi juga sebagai sahabat bagi sekolah kami. Mereka bekerja dengan penuh semangat dan memberikan contoh positif kepada para siswa tentang pentingnya saling membantu," ungkapnya.

Salah seorang mahasiswa peserta program juga mengaku memperoleh pengalaman yang sangat berharga selama mengikuti kegiatan gotong royong tersebut.

"Kami belajar bahwa kerja sama tidak selalu membutuhkan bahasa yang sama. Dengan semangat saling membantu, semua pekerjaan menjadi lebih ringan. Pengalaman ini mengajarkan kami tentang kepemimpinan, toleransi, dan pentingnya membangun hubungan baik dengan masyarakat internasional," tuturnya.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa merasakan secara langsung bagaimana proses pembelajaran berlangsung di luar ruang kelas.

Mereka belajar memahami budaya lokal, menghargai perbedaan, membangun komunikasi yang efektif, sekaligus meningkatkan kemampuan adaptasi dalam lingkungan multikultural. 

Pengalaman ini menjadi bekal penting untuk membentuk lulusan yang memiliki wawasan global sekaligus karakter sosial yang kuat.

Pelaksanaan gotong royong ini juga mencerminkan implementasi IPCSA 5E yang menjadi kerangka pengembangan program internasional UPGRIS.

Mahasiswa membangun Engagement melalui keterlibatan aktif bersama masyarakat, memperkuat Empowerment dengan membantu pemulihan lingkungan sekolah, memperoleh Experience melalui pembelajaran lintas budaya, menunjukkan Excellence dalam bekerja secara profesional dan kolaboratif, serta memperluas Expansion melalui penguatan jejaring Kerja Sama Internasional antara UPGRIS dan mitra di Tailan Selatan.

Melalui program PPL Internasional dan KKN Internasional di kawasan Hat Yai, Tailan Selatan, UPGRIS terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan Pendidikan Internasional yang berdampak bagi masyarakat.

Bersama Al Hidayah Foundation, mahasiswa tidak hanya mengembangkan kompetensi akademik, tetapi juga membawa nilai gotong royong Indonesia sebagai fondasi untuk membangun persahabatan, kolaborasi, dan kebermanfaatan dalam skala global.

redaksi www.wawasan.news
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI