Festival Literasi Pekalongan, Dekatkan Perpustakaan dengan Masyarakat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:28 WIB
Festival Literasi Pekalongan, Dekatkan Perpustakaan dengan Masyarakat

KOTA PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan membuka ruang bagi masyarakat untuk lebih dekat dengan buku dan perpustakaan, melalui Festival Literasi Kota Pekalongan 2026. Kegiatan itu diselenggarakan di halaman Perpustakaan Daerah Kota Pekalongan, pada 5-11 Oktober 2026, dengan menyediakan 33 stan, termasuk 13 stan khusus pameran buku.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kota Pekalongan, Gufron Faza, mengatakan, selama tujuh hari pelaksanaan, masyarakat dapat menikmati berbagai kegiatan, mulai dari pameran buku, lomba-lomba, stan kuliner dan UMKM, pelatihan, hingga kegiatan edukatif lainnya.

“Kami ingin mengenalkan perpustakaan kepada masyarakat yang selama ini mungkin belum mengetahui keberadaannya. Kami juga bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, untuk menjadwalkan kunjungan anak-anak sekolah ke lokasi festival,” ungkap Gufron.

Dijelaskan, kehadiran berbagai kegiatan tersebut membuat perpustakaan tidak hanya menjadi tempat menyimpan dan meminjam buku, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk belajar dan beraktivitas.

Manfaat tersebut dirasakan salah satu pengunjung, Fatih, siswa kelas IV SD Negeri Medono 07. Ia datang bersama guru dan teman-teman sekolahnya, untuk melihat berbagai stan dalam festival. Fatih menyatakan senang dapat menemukan buku yang ingin dibeli, dengan harga terjangkau.
“Sudah, mau beli buku-buku di pameran buku murah. Senang,” kata Fatih.

Bunda Literasi Kota Pekalongan, Inggit Soraya mengatakan, pemilihan Perpustakaan Daerah sebagai lokasi kegiatan justru memberikan manfaat tambahan, karena dapat mengenalkan perpustakaan secara lebih dekat kepada masyarakat.

“Festival literasi ini menjadi ruang untuk masyarakat bisa berproses, belajar, menghasilkan karya, mendapatkan berbagai inspirasi, dan nantinya bisa membuat sebuah karya yang luar biasa,” tuturnya.

Kehadiran masyarakat dalam festival, juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Pekalongan memperkenalkan literasi dalam konteks yang lebih luas. Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan, kemampuan literasi saat ini tidak hanya berkaitan dengan kegemaran membaca buku, tetapi juga kemampuan memahami informasi yang beredar di ruang digital.

“Literasi saat ini tidak hanya berkaitan dengan kegemaran membaca buku. Masyarakat harus memahami narasi secara utuh, agar tidak mudah salah dalam menerima maupun menyebarkan informasi,” ujarnya.

Menurut Aaf, kemampuan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Pekalongan. Pemerintah kota juga menjalankan program pendidikan lain, seperti pengentasan buta huruf, sekolah lansia, fasilitasi anak putus sekolah, serta pendidikan nonformal bagi anak berkebutuhan khusus.

Melalui Festival Literasi 2026, Pemkot Pekalongan berharap, masyarakat semakin mengenal perpustakaan dan memiliki lebih banyak kesempatan untuk memperoleh bahan bacaan, belajar, serta mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan literasi.

Penulis: Dian, Tim Liputan Kominfo Kota Pekalongan
Editor: Tn, Dinas Komdigi Jateng

redaksi www.wawasan.news
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI