Festival Dolanan Anak UNNES: Menanamkan Karakter Bangsa Lewat Permainan Tradisional

Melalui festival Dolanan Anak ini, UNNES menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan bagi generasi muda untuk menggali kembali kearifan lokal lewat permainan tradisional.

Rabu, 4 Juni 2025 - 08:56 WIB
Festival Dolanan Anak UNNES: Menanamkan Karakter Bangsa Lewat Permainan Tradisional
Melalui festival Dolanan Anak ini, UNNES menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan bagi generasi muda untuk menggali kembali kearifan lokal lewat permainan tradisional, salah satunya permainan enggrang

WAWASAN.NEWS - Universitas Negeri Semarang (UNNES) kembali menunjukkan komitmennya sebagai kampus berwawasan konservasi melalui penyelenggaraan Festival Dolanan Anak, yang digelar pada Selasa, 3 Juni 2025 di Lapangan Laboratorium Prof. Soegijono, Fakultas Ilmu Keolahragaan.

Festival ini menjadi penanda penting upaya UNNES dalam melestarikan budaya tradisional dan membentuk karakter anak sejak dini, sejalan dengan pilar nilai konservasi yang menjadi identitas kampus tersebut.

Diselenggarakan oleh Subdirektorat Konservasi UNNES, kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan internalisasi nilai-nilai luhur budaya Indonesia dalam kehidupan anak-anak masa kini, yang kian hari semakin terpaut oleh teknologi digital.

Melalui festival ini, UNNES menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan bagi generasi muda untuk menggali kembali kearifan lokal lewat permainan tradisional.

Ajang Bermain Bernilai Edukasi

Festival perdana ini menghadirkan beragam permainan tradisional, seperti bakiak, egrang, lari balok, gobak sodor, hingga plinthengan.

Sebanyak 10 Sekolah Dasar dari sekitar kampus UNNES turut berpartisipasi, mengirimkan siswa-siswi mereka untuk mengikuti perlombaan dan merasakan langsung keseruan permainan khas nusantara.

Namun, kegiatan ini bukan sekadar lomba bermain. Di balik tawa dan semangat kompetisi, tersirat pembelajaran tentang nilai-nilai luhur seperti kerja sama, sportivitas, kebersamaan, dan rasa cinta terhadap budaya bangsa.

“Festival Dolanan Anak ini bukan sekadar ajang bermain, tapi menjadi media pendidikan karakter. Anak-anak diajak kembali mengenal dolanan tradisional yang sarat nilai dan makna. Harapannya, mereka tidak hanya terpaku pada gadget, tapi juga bisa bersosialisasi dan belajar melalui permainan khas budaya Indonesia,” ujar Prof. Dr. Nana Kariada Tri Martuti, M.Si., Ketua Panitia sekaligus Kepala Subdirektorat Konservasi UNNES.

Guru Besar dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ini menekankan bahwa permainan tradisional merupakan bentuk warisan budaya yang menyimpan potensi luar biasa sebagai media pembelajaran karakter anak di era modern.

Sinergi Edukasi dan Budaya

Selain perlombaan dolanan, festival ini juga menghadirkan pameran karya mahasiswa Jurusan Bahasa Indonesia.

Pameran tersebut menampilkan berbagai produk literasi bertema budaya dan anak, seperti cerita rakyat, poster edukatif, dan karya kreatif lainnya.

 Kolaborasi ini menjadi contoh konkret sinergi antara pelestarian budaya, pendidikan karakter, dan pengembangan kreativitas mahasiswa.

Kegiatan ini turut didukung oleh PLN Indonesia Power UBP Semarang serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gunungsari Pucu’e Kendal.

Dukungan dari berbagai pihak tersebut menandakan tingginya kepedulian terhadap upaya pelestarian budaya dan pentingnya pembentukan karakter sejak usia dini.

Dukungan Penuh Pimpinan UNNES

Festival Dolanan Anak juga mendapatkan apresiasi langsung dari jajaran pimpinan UNNES.

Hadir dalam kegiatan ini para Wakil Rektor, Dekan, dan Direktur di lingkungan kampus.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNNES, Prof. Dr. Zaenuri, M.Si., Akt., menyampaikan bahwa Festival Dolanan Anak adalah manifestasi nyata dari visi konservasi UNNES.

“Kegiatan ini mencerminkan komitmen UNNES dalam menginternalisasi nilai-nilai konservasi ke dalam berbagai aspek, termasuk pendidikan karakter anak. Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut dan menginspirasi lebih banyak pihak,” ungkapnya.

Melestarikan Warisan, Membangun Masa Depan

Festival Dolanan Anak merupakan langkah kecil namun penuh makna dalam menghadapi tantangan zaman.

Di tengah gempuran budaya global dan digitalisasi, UNNES mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menoleh kembali pada kearifan lokal sebagai sumber nilai yang tak ternilai.

Dengan menghidupkan kembali permainan tradisional, UNNES tidak hanya menyelamatkan warisan budaya, tetapi juga membentuk karakter unggul generasi penerus bangsa – generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam nilai dan jati diri sebagai anak bangsa.

***

redaksi www.wawasan.news
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI