Dosen USB dan STEKOM Berikan Pelatihan Biosekuriti kepada Peternak Ayam Petelur di Boyolali

Dalam pelatihan tersebut, peternak mendapatkan pemahaman mengenai konsep dan prinsip biosekuriti kandang ayam petelur, pengendalian akses, sanitasi, penggunaan alat pelindung diri, serta penerapan desinfeksi.

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:06 WIB
Dosen USB dan STEKOM Berikan Pelatihan Biosekuriti kepada Peternak Ayam Petelur di Boyolali
Dosen USB dan STEKOM Berikan Pelatihan Biosekuriti kepada Peternak Ayam Petelur di Boyolali

WAWASAN.NEWS, Kesehatan ayam menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas produksi telur.

Untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peternak dalam menjaga kesehatan lingkungan kandang, tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Universitas Setia Budi (USB) dan Universitas Sains dan Teknologi Komputer (STEKOM) melaksanakan pelatihan biosekuriti kandang bersama mitra Berkah Tigan Farm, Kabupaten Boyolali, Sabtu (1/8).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Optimalisasi Produksi Telur Ayam Petelur melalui Kandang Sehat dan Manajemen Inventori” yang mendapatkan pendanaan dari hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026.

Dengan kontrak induk Nomor: 209/C3/DT.05.00/2026 serta Kontrak Turunan Nomor: 016/LL6/AL.04.03/PM/2026 dan Nomor: 00179/H4-07/15.04.2026

Program tersebut diketuai oleh apt. Dian Marlina, S.Farm., M.Sci., M.Sc., Ph.D., (USB) dengan anggota Haryo Kusumo, S.Kom., M.Si., M.Kom. (STEKOM) dan Destik Wulandari, S.Pd., M.Si. (USB).

Tim menggabungkan pendekatan kesehatan dan lingkungan kandang dengan penguatan manajemen peternakan untuk menjawab permasalahan yang dihadapi mitra.

Pelatihan biosekuriti menjadi salah satu kegiatan utama karena berdasarkan identifikasi awal, mitra menghadapi risiko penyakit akibat belum optimalnya pengendalian lalu lintas orang, peralatan, dan kendaraan di area peternakan.

Selain itu, kondisi lingkungan kandang dan tata kelola pemeliharaan juga masih memerlukan penguatan untuk mendukung terciptanya kandang yang lebih sehat.

Dalam pelatihan tersebut, peternak mendapatkan pemahaman mengenai konsep dan prinsip biosekuriti kandang ayam petelur, pengendalian akses, sanitasi, penggunaan alat pelindung diri, serta penerapan desinfeksi.

Biosekuriti pada peternakan ayam petelur merupakan pendekatan untuk mengendalikan berbagai sumber risiko yang dapat membawa agen penyakit ke dalam lingkungan kandang.

Oleh karena itu, penerapannya tidak hanya berkaitan dengan kebersihan kandang, tetapi juga mencakup pengendalian aktivitas yang keluar dan masuk ke area peternakan.

Destik Wulandari, S.Pd., M.Si., memberikan pendampingan teknis yang berkaitan dengan kesehatan ayam dan lingkungan kandang.

Dalam program tersebut, aspek biologis dan lingkungan menjadi bagian penting dalam mendukung penerapan biosekuriti. Tim juga melakukan monitoring terhadap kondisi kesehatan ayam sebagai bagian dari rangkaian program.

Ketua tim, apt. Dian Marlina, S.Farm., M.Sci., M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa penerapan biosekuriti membutuhkan kedisiplinan dan konsistensi.

Karena itu, pelatihan diarahkan agar mitra tidak hanya memahami konsep, tetapi mampu menjadikan biosekuriti sebagai bagian dari aktivitas rutin di peternakan.

Menurutnya, salah satu aspek yang mendapat perhatian adalah pengendalian kendaraan yang masuk ke area kandang. Kendaraan dari lingkungan luar dapat menjadi salah satu jalur masuknya kontaminan sehingga perlu mendapatkan perhatian dalam sistem biosekuriti.

Sebagai bagian dari solusi program, tim merancang teknologi tepat guna berupa instalasi biosekuriti kandang, yang mencakup bilik desinfeksi kendaraan dan sistem penyemprotan (mist sanitizer).

Perangkat tersebut dirancang untuk mendukung proses desinfeksi dan pengendalian akses pada lingkungan peternakan.

Pelatihan ini menjadi tahapan penting sebelum teknologi tepat guna tersebut diserahkan dan digunakan oleh mitra.

Dengan demikian, peternak terlebih dahulu mendapatkan pemahaman mengenai prinsip biosekuriti sebelum teknologi diterapkan secara lebih luas di lingkungan kandang.

Menurut Sigit Handoko, pemilik Berkah Tigan Farm, pelatihan memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai pentingnya pengendalian risiko penyakit di lingkungan peternakan.

Bagi mitra, penerapan biosekuriti diharapkan dapat menjadi bagian dari pengelolaan kandang sehari-hari.

Selain aspek teknis, kegiatan juga menekankan pentingnya kedisiplinan seluruh pihak yang beraktivitas di lingkungan peternakan.

Pengendalian akses, kebersihan, sanitasi, dan penggunaan sarana desinfeksi perlu dilakukan secara konsisten agar sistem biosekuriti dapat memberikan manfaat optimal.

Dalam proposal program, penerapan sistem kandang sehat berbasis biosekuriti ditujukan untuk membantu menjaga kesehatan ayam, menurunkan risiko penyakit, menciptakan lingkungan kandang yang lebih bersih dan sehat, serta mendukung stabilitas produktivitas ayam dan produksi telur.

Kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian program Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan secara bertahap.

Melalui program yang didanai hibah Kemdiktisaintek Tahun 2026 tersebut, USB dan STEKOM berharap peningkatan pemahaman dan keterampilan peternak dapat mendukung terciptanya lingkungan kandang yang lebih sehat, mengurangi risiko penyakit, dan pada akhirnya membantu menjaga stabilitas produksi telur.

***

redaksi www.wawasan.news
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI