Dosen UPGRIS Rivanna Citraning Rachmawati Raih Gelar Doktor Pendidikan dari UNNES

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:48 WIB
Dosen UPGRIS Rivanna Citraning Rachmawati Raih Gelar Doktor Pendidikan dari UNNES
Dosen Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Dr Rivanna Citraning Rachmawati, M.Pd., resmi meraih gelar doktor, setelah dinyatakan lulus dalam Ujian Disertasi Program Doktor Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (UNNES), Selasa, 6 Oktober 2026.

WAWASAN.NEWS, Dosen Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Dr Rivanna Citraning Rachmawati, M.Pd., resmi meraih gelar doktor, setelah dinyatakan lulus dalam Ujian Disertasi Program Doktor Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (UNNES), Selasa, 6 Oktober 2026.

Ujian disertasi tersebut berlangsung di Aula Dekanat FMIPA UNNES, Gedung D12 Lantai 3. Rivanna mempertahankan disertasi berjudul "Pengembangan Model Ethnopreneurship untuk Meningkatkan Ketahanan Mental Kewirausahaan Mahasiswa Pendidikan Biologi pada Mata Kuliah Hortikultura".

Dalam ujian tersebut, Prof. Dr. Edy Cahyono, M.Si., selaku Ketua Tim Penguji, menyampaikan keputusan tim penguji setelah seluruh rangkaian ujian dan rapat penguji selesai dilaksanakan.

"Setelah dilaksanakan ujian dan dilaksanakan rapat penguji, keputusan tim penguji menyatakan bahwa Saudari Rivanna Citraning Rachmawati dinyatakan lulus sebagai doktor pendidikan," ujar Prof Edy.

Prof Edy menjelaskan, Rivanna menjadi doktor ke-114 lulusan FMIPA UNNES.

Selain itu, Rivanna merupakan doktor ke-44 dari Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam FMIPA UNNES dan doktor ke-70 dari Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam jenjang S3 UNNES.

"Doktor Rivanna Citraning Rachmawati adalah doktor ke-114 lulusan FMIPA UNNES, doktor ke-44 lulusan Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam FMIPA UNNES, dan doktor ke-70 lulusan Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam S3 UNNES," katanya.

Menurut Prof Edy, dari 70 lulusan doktor Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam S3 UNNES tersebut, sebanyak 26 doktor diluluskan melalui Pascasarjana dan 44 doktor melalui FMIPA.

Rivanna menyelesaikan studi doktoralnya dalam waktu tiga tahun satu bulan. Masa studi tersebut terhitung sejak 1 September 2023 hingga 6 Oktober 2026.

Prestasi akademik Rivanna juga mendapat apresiasi. Karya ilmiah disertasinya memperoleh nilai A sehingga menghasilkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,94.

"Hasil akhir ujian promosi doktor penelitian dengan predikat kelulusan dengan pujian atau istilah lainnya cum laude," ujar Prof Edy.

Dengan hasil tersebut, Rivanna berhak memperoleh tanda kelulusan sebagai doktor.

Rektor UPGRIS Dr Sapto Budoyo, SH, MH., yang hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan ucapan selamat kepada Rivanna dan keluarganya. 

Sapto juga menyampaikan apresiasi karena semakin banyak dosen UPGRIS yang melanjutkan pendidikan hingga jenjang doktor.

Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu kekuatan penting bagi perguruan tinggi.

Ia menyebut bertambahnya doktor di lingkungan perguruan tinggi diharapkan memberikan energi dan kekuatan baru, termasuk dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta mendorong pertumbuhan jumlah mahasiswa.

"Doktornya semakin banyak. Dengan doktor Rivana, maka jumlah doktor di UPGRIS menjadi 182. Mudah-mudahan dengan tambahnya doktor ini menambah energi, menambah kekuatan. Tidak hanya kuat saja, tetapi tentunya mahasiswanya tambah meningkat, karena kekuatan perguruan tinggi swasta ada di mahasiswa," kata Rektor UPGRIS.

Dalam kesempatan tersebut, Dr Sapto juga menyampaikan apresiasi kepada tim penguji yang telah melaksanakan proses ujian sekaligus mengantarkan dosen UPGRIS hingga meraih gelar doktor.

Ia berharap kerja sama antara UPGRIS dan UNNES, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia, dapat terus ditingkatkan.

"Terima kasih yang luar biasa kepada dewan penguji yang telah melaksanakan ujian dan telah menghantarkan dosen kami untuk menjadi seorang doktor. Tentu kerja sama yang telah terjalin mudah-mudahan terus ditingkatkan," tuturnya.

Pihaknya menegaskan, hubungan kerja sama antara UPGRIS dan UNNES selama ini telah terjalin dengan baik.

Menurutnya, kedekatan kedua perguruan tinggi tersebut juga memberikan kemudahan bagi dosen UPGRIS yang hendak melanjutkan pendidikan di UNNES.

"Antara UPGRIS dengan UNNES ini sudah ada MoU dan saya kira ke depan ketika ada yang mau kuliah, kami sarankan. Ternyata kalau dekat itu malah semakin cepat dan tetap bisa mengajar," katanya.

Ia berharap semakin banyak dosen UPGRIS yang termotivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Ia juga memberikan pesan kepada Rivanna agar ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan doktor dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan UPGRIS.

"Setiap saat harus mengabdi. Saya kira itu. Matur suwun. Kalau ada kekurangan mohon maaf. Selamat, boleh mengundang keluarga, mudah-mudahan UPGRIS tetap semakin berkembang, bisa berkoordinasi, berkolaborasi, dan bekerja sama dengan UNNES," ujarnya.

Sementara itu, disertasi yang dipertahankan Rivanna mengangkat pengembangan model ethnopreneurship untuk meningkatkan ketahanan mental kewirausahaan mahasiswa Pendidikan Biologi pada mata kuliah Hortikultura.

Topik tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga mendorong kemampuan kewirausahaan mahasiswa.

Rivanna menjelaskan, penelitian yang dilakukannya berupaya mengintegrasikan kearifan lokal dengan konsep kewirausahaan dalam pembelajaran mata kuliah Hortikultura.

"Judul penelitian saya pengembangan model ethnopreneurship untuk meningkatkan ketahanan mental kewirausahaan mahasiswa pada mata kuliah Hortikultura di Pendidikan Biologi," ujar Rivanna.

Menurutnya, salah satu unsur kebaruan dalam penelitian tersebut adalah pengembangan konsep ketahanan mental kewirausahaan mahasiswa.

Aspek tersebut dinilai penting karena mahasiswa tidak hanya membutuhkan kemampuan dalam memahami teori dan praktik kewirausahaan, tetapi juga mental yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan.

"Di sini saya mengintegrasikan model antara kearifan lokal dengan kewirausahaan. Kemudian hal yang baru lagi yaitu ketahanan mental kewirausahaan mahasiswa yang selama ini masih belum banyak diteliti," jelasnya.

Rivanna, yang juga jebolan ajang pencari bakat Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 1 ini mengatakan, pengembangan ketahanan mental tersebut berangkat dari kondisi mahasiswa saat ini yang dinilainya menghadapi berbagai tantangan dalam proses pembelajaran maupun ketika harus menyelesaikan tugas.

Ia melihat masih ada mahasiswa yang mudah mengeluh ketika menghadapi tugas atau tantangan tertentu. Bahkan, sebagian mahasiswa terkadang mengerjakan tugas hanya sebatas memenuhi kewajiban.

"Anak-anak sekarang banyak yang mengeluh. Kemudian kalau dikasih tugas ya dibuat ala kadarnya dan lain sebagainya. Jadi saya mengembangkan model bagaimana upayanya supaya ketahanan mental mereka menjadi kuat melalui penerapan model yang saya buat," ungkapnya.

Melalui model ethnopreneurship tersebut, Rivanna berharap mahasiswa tidak hanya memiliki pengetahuan mengenai kewirausahaan, tetapi juga mempunyai daya tahan mental untuk menghadapi proses, tantangan, kegagalan, maupun tekanan yang mungkin muncul ketika mengembangkan usaha.

Menurutnya, penguatan mental menjadi bagian penting dalam membangun jiwa kewirausahaan mahasiswa. Sebab, kemampuan berwirausaha tidak cukup hanya dengan menguasai teori maupun memiliki ide bisnis, tetapi juga membutuhkan ketekunan, keberanian menghadapi tantangan, serta kemampuan untuk terus berusaha.

Rivanna juga menegaskan bahwa penelitian yang telah dikembangkannya tidak akan berhenti setelah disertasinya selesai. Model tersebut akan terus diimplementasikan dalam proses pembelajaran.

"Harapannya setelah ini penelitian tidak berhenti sampai di sini, tetapi tetap saya implementasikan," katanya.

Ia menyebut dirinya telah mengajar selama kurang lebih 17 tahun di lingkungan UPGRIS, khususnya pada Pendidikan Biologi. Pengalaman tersebut menjadi modal untuk terus mengembangkan hasil penelitian agar dapat memberikan manfaat secara langsung dalam proses pendidikan.

Implementasi model ethnopreneurship tersebut nantinya juga tidak terbatas pada mata kuliah Hortikultura. Rivanna berencana mengembangkan penerapannya pada mata kuliah lain sehingga konsep penguatan ketahanan mental mahasiswa dapat diterapkan secara lebih luas.

"Implementasi ini tidak hanya di mata kuliah Hortikultura saja, tetapi mata kuliah-mata kuliah yang lain," ujarnya.

Selain ketahanan mental dalam bidang kewirausahaan, Rivanna juga ingin mengembangkan konsep ketahanan mental akademik mahasiswa.

Menurutnya, mahasiswa perlu dibekali mental yang kuat bukan hanya ketika menghadapi dunia kewirausahaan, tetapi juga dalam menjalani proses akademik.

Ketahanan tersebut diperlukan agar mahasiswa mampu menghadapi tugas, tantangan pembelajaran, maupun berbagai persoalan selama menempuh pendidikan tinggi.

"Jadi tidak hanya mental kewirausahaan, tetapi akademiknya juga harus dibangun mentalnya," tegas Rivanna.

Ia berharap pengembangan model tersebut dapat menjadi salah satu kontribusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Biologi sekaligus membentuk mahasiswa yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan kewirausahaan, tetapi juga memiliki ketahanan mental yang lebih kuat.

Dengan demikian, hasil penelitian yang dikembangkan Rivanna diharapkan dapat terus diterapkan dan dikembangkan di lingkungan UPGRIS, sekaligus memberikan pendekatan baru dalam pembelajaran yang menghubungkan kearifan lokal, kewirausahaan, dan penguatan karakter mahasiswa.

Dengan dinyatakannya lulus dan meraih predikat cum laude, Rivanna menambah jajaran doktor yang berasal dari lingkungan akademik UPGRIS sekaligus memperkuat kerja sama pengembangan sumber daya manusia antara UPGRIS dan UNNES.

Sidang tersebut juga menjadi momentum bagi keluarga dan civitas akademika UPGRIS untuk memberikan apresiasi atas keberhasilan Rivanna menyelesaikan pendidikan doktor dalam waktu tiga tahun satu bulan dengan IPK 3,94.

***

redaksi www.wawasan.news
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI