Tim PKM Dosen UPGRIS Latih Guru Komunitas Belajar Gayamsari dalam Pembelajaran Koding dan Digitalisasi Media Ajar

Tim dosen Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) yang terdiri dari Nurina Happy, Bagus Ardi Saputro, dan Ade Ricky Rozzaqi, melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk PKM Digitalisasi Pembelajaran Koding bagi Guru Komunitas Belajar Gayamsari

Senin, 22 Desember 2025 - 12:34 WIB
Tim PKM Dosen UPGRIS Latih Guru Komunitas Belajar Gayamsari dalam Pembelajaran Koding dan Digitalisasi Media Ajar

WAWASAN.NEWS, Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus mendorong penguatan literasi digital di dunia pendidikan.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan meluncurkan Naskah Akademik Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk Pendidikan Dasar dan Menengah pada Februari 2025.

Namun, di lapangan masih banyak guru yang belum memahami metode serta strategi pembelajaran koding yang sesuai dengan karakteristik peserta didik.

Menjawab tantangan tersebut, tim dosen Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) yang terdiri dari Nurina Happy, Bagus Ardi Saputro, dan Ade Ricky Rozzaqi, melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk PKM Digitalisasi Pembelajaran Koding bagi Guru Komunitas Belajar Gayamsari. 

Kegiatan ini didanai oleh Direktorat Pendidikan dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendikbudristek, dan bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran koding serta pemanfaatan teknologi digital sebagai media ajar.

Ketua tim PKM, Nurina Happy, menegaskan bahwa pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial merupakan bekal penting bagi siswa untuk menghadapi tantangan di era digital.

“Melalui koding, anak-anak dilatih untuk berpikir logis, analitis, dan kreatif dengan pendekatan berpikir komputasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelatihan ini tidak hanya berfokus pada penguasaan konsep computational thinking, tetapi juga menanamkan nilai etika dalam penggunaan teknologi.

 “Kami ingin guru memahami bahwa teknologi harus digunakan secara bertanggung jawab dan mendukung tumbuhnya karakter positif peserta didik,” tambah Nurina.

Program pelatihan yang dilaksanakan selama periode Agustus hingga November 2025 ini dirancang secara sistematis dalam beberapa tahap.

Tahapan tersebut meliputi sosialisasi kebijakan pembelajaran koding dari pemerintah, pelatihan unplugged coding, pelatihan plugged coding, pelatihan digitalisasi media pembelajaran, pendampingan implementasi di kelas, serta monitoring, evaluasi, dan pengembangan keterampilan guru secara berkelanjutan di Komunitas Belajar Gayamsari.

Selain pembelajaran koding, para guru juga diperkenalkan pada pembelajaran digital berbasis website.

Dalam sesi ini, guru dilatih membuat media pembelajaran koding menggunakan aplikasi Canva.

Selanjutnya, hasil karya tersebut diunggah ke situs funcodinglab.com untuk dipublikasikan sekaligus dipasarkan secara digital.

Upaya ini diharapkan dapat mendorong guru menjadi lebih kreatif, inovatif, dan mandiri dalam mengembangkan sumber belajar berbasis teknologi.

“Peningkatan kompetensi guru di bidang koding dan digitalisasi bukan sekadar keterampilan teknis, tetapi bagian strategis dalam membentuk generasi yang adaptif dan berdaya saing,” tegas Nurina Happy.

Di akhir kegiatan, Nurina juga menyampaikan apresiasi kepada DPPM Kemendikbudristek atas dukungan yang diberikan.

 “Kami berterima kasih kepada DPPM Kemendikbudristek yang telah memberikan dukungan pendanaan sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi guru,” pungkasnya.

redaksi www.wawasan.news
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI