Dari Desa ke Kolaborasi Global, UPGRIS Lepas 587 Mahasiswa KKN dan 17 Peserta Internasional dari UTM Malaysia
KKN UPGRIS Tahun 2026 mengusung tema “KKN UPGRIS Mengabdi”, sebagai wujud komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan kontribusi nyata mahasiswa di tengah masyarakat
WAWASAN.NEWS, SEMARANG, Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) secara resmi melepas 587 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 dalam penerjunan yang digelar di Balairung Kampus 1, Selasa 13 Januari 2026.
Program pengabdian masyarakat ini semakin istimewa dengan kehadiran 17 mahasiswa dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM) yang mengikuti skema International Experiential Learning (IEL), menandai kuatnya kolaborasi internasional UPGRIS di tingkat regional Asia Tenggara.
Upacara penerjunan dihadiri langsung oleh Rektor UPGRIS Dr. Sri Suciati, S.H., M.Hum., jajaran Wakil Rektor, pimpinan lembaga, para dekan, ketua program studi, dosen pembimbing lapangan (DPL), panitia KKN, serta seluruh mahasiswa peserta KKN.
Turut hadir sebagai tamu kehormatan Dr. Mahyuddin bin Arsat, Dekan Sekolah Pengajian Prasiswazah Universiti Teknologi Malaysia, yang terlibat langsung dalam pelaksanaan program internasional tersebut.
Dalam laporan panitia, disampaikan bahwa KKN UPGRIS Tahun 2026 mengusung tema “KKN UPGRIS Mengabdi”, sebagai wujud komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan kontribusi nyata mahasiswa di tengah masyarakat.
Program ini dilaksanakan melalui serangkaian tahapan terstruktur, mulai dari pendaftaran, pembekalan, evaluasi materi, survei lapangan, penyusunan serta pengesahan program kerja, hingga pelaksanaan KKN yang berlangsung selama dua bulan, yakni 13 Januari hingga 3 Maret 2026.
Konversi 10 SKS dan Persebaran Wilayah Pengabdian

Pelaksanaan KKN UPGRIS juga memberikan manfaat akademik bagi mahasiswa melalui konversi mata kuliah sebesar 10 SKS, terdiri atas KKN reguler 4 SKS, serta mata kuliah kepemimpinan inklusif dan inovatif, literasi digital, dan pengembangan talenta masing-masing 2 SKS.
Sebanyak 587 mahasiswa tersebut disebar ke lima kabupaten/kota di Jawa Tengah, meliputi Kota Semarang (Kecamatan Pedurungan), Kabupaten Semarang (Ungaran Barat dan Ungaran Timur), Kabupaten Kendal (Kecamatan Kendal), Kabupaten Demak (Kecamatan Mranggen), serta Kabupaten Pati (Kecamatan Pati).
Melalui pendampingan dosen pembimbing lapangan, mahasiswa menjalankan beragam program pengabdian, di antaranya pendidikan dan literasi dasar, ketahanan pangan, kesehatan lingkungan, sosial budaya, kewirausahaan desa, mitigasi bencana, hingga pelaksanaan Expo Produk KKN untuk mempromosikan potensi lokal masyarakat.
Rektor: KKN Jadi Wadah Pembelajaran Nyata
Rektor UPGRIS Dr. Sri Suciati, S.H., M.Hum. menegaskan bahwa KKN bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi wahana pembelajaran langsung bagi mahasiswa dalam memahami persoalan riil masyarakat.
Ia menuturkan bahwa kerja sama UPGRIS–UTM telah terjalin sejak lama.
Rektor juga menekankan pentingnya peran mahasiswa KKN di wilayah yang terdampak bencana.
Dalam bidang pendidikan, Rektor menyoroti masih rendahnya kemampuan dasar anak-anak
Pendampingan di era digital juga menjadi perhatian utama.
Kepala KKN: Teknis Siap, Mahasiswa Harus Aktif
Sementara itu, Kepala Pusat Pemberdayaan Masyarakat dan KKN UPGRIS, Arisul Ulumuddin, S.Pd., M.Pd., memastikan seluruh aspek teknis telah disiapkan sebelum penerjunan mahasiswa.
Ia menambahkan, selain KKN reguler, UPGRIS juga melaksanakan KKN Internasional (International Experiential Learning) yang diikuti 17 mahasiswa Universiti Teknologi Malaysia dengan pendampingan satu dosen pembimbing.
Empat modul utama dijalankan dalam program tersebut, meliputi pengolahan sampah organik menjadi kompos, pemasangan teknologi solar panel, pemasaran digital dan homestay lokal, serta kebersihan lingkungan dan pengelolaan sumber air.
Ia juga menegaskan bahwa perbedaan budaya dan bahasa tidak menjadi kendala berarti.
Arisul berharap seluruh mahasiswa KKN mampu menjadi duta kampus yang menjunjung tinggi etika dan nilai akademik.
Upacara penerjunan ditutup dengan pelepasan resmi oleh Rektor UPGRIS, disertai pesan agar mahasiswa senantiasa menjaga kesehatan, etika, serta nama baik institusi selama menjalankan pengabdian di lokasi KKN masing-masing.



